Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Headline » Sumpah Pemuda dan Bahaya Politik yang Memecah Belah

Sumpah Pemuda dan Bahaya Politik yang Memecah Belah

  • account_circle Yusri Razali
  • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Demokrasi akan lebih terasa dalam kehidupan sehari-hari ketika masyarakat memiliki ruang untuk menyuarakan kebutuhan, menyampaikan pandangan dan ikut mengawasi kebijakan yang dijalankan. Warga bukan sekadar menjadi penerima keputusan, melainkan turut mengambil bagian dalam proses yang menentukan kehidupan mereka sendiri.

Peran sebagai agen demokrasi juga tidak kalah penting, pemuda dapat menjadi penggerak pendidikan politik, membantu masyarakat mengenali informasi menyesatkan, menolak politik uang dan mendorong persaingan yang sehat. Di ruang digital, generasi muda bisa memulai dari hal sederhana, seperti memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya dan mengajak orang lain berdiskusi tanpa saling menghina atau merendahkan.

Menuju Pemilu 2029, ruang keterlibatan tersebut perlu diperluas, pendidikan pemilih semestinya tidak hanya mengajarkan cara menggunakan hak suara di bilik pemungutan suara. Generasi muda perlu memahami rekam jejak calon, membandingkan program, mengenali pelanggaran pemilu, serta mengetahui saluran yang tersedia untuk menyampaikan laporan atau pengaduan. Dengan pemahaman yang lebih baik, partisipasi pemuda dapat memberi pengaruh nyata terhadap kualitas demokrasi.

Menjaga Persatuan, Mengawal Demokrasi

Menjaga persatuan bukan berarti meminta masyarakat berhenti mengkritik pemerintah atau menerima seluruh keputusan pemimpin. Demokrasi justru membutuhkan warga yang berani menyampaikan keberatan ketika kebijakan tidak berpihak kepada kepentingan umum. Kritik berdasarkan fakta merupakan bagian dari tanggung jawab politik, bukan ancaman terhadap kebangsaan.

Partai politik dan para peserta pemilu memiliki tanggung jawab untuk menjaga persaingan tetap berada dalam koridor yang sehat. Pemilih perlu mendapat ruang untuk mengenal program, menilai kemampuan, dan menelusuri rekam jejak setiap calon sebelum menentukan pilihan. Kampanye yang mengedepankan gagasan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berpikir lebih jernih. Sebaliknya, ketika persaingan dipenuhi ujaran kebencian dan serangan pribadi, perhatian publik justru menjauh dari persoalan yang semestinya dibahas.

Membangun kesadaran demokrasi tidak bisa dilakukan hanya ketika pemilu sudah di depan mata. Penyelenggara pemilu perlu terus memberikan pendidikan kepada pemilih dan memastikan informasi yang dibutuhkan masyarakat mudah diperoleh serta dipahami. Di saat yang sama, organisasi kepemudaan, kampus, sekolah, komunitas dan media dapat membuka ruang belajar dan diskusi tentang demokrasi. Jika dilakukan secara berkelanjutan, upaya ini membantu masyarakat lebih cermat menyaring informasi, memahami persoalan, dan menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang.

Semangat Sumpah Pemuda juga mengingatkan bahwa perbedaan tidak harus dihapus untuk menjaga kebersamaan. Pemuda boleh berbeda pilihan, mendukung calon yang tidak sama atau bersaing untuk menduduki jabatan publik. Namun, perbedaan itu tidak seharusnya menghilangkan rasa hormat terhadap sesama. Dalam demokrasi, persaingan merupakan hal yang wajar, tetapi hubungan antarsesama warga tetap perlu dijaga agar perbedaan politik tidak berujung pada permusuhan.

Hampir satu abad setelah ikrar 1928, tantangan generasi muda bukan lagi sekadar membangun kesadaran tentang satu bangsa. Tugas pemuda juga mencakup upaya memastikan demokrasi berjalan dengan integritas, pembangunan berlangsung dengan melibatkan masyarakat dan kekuasaan tetap terbuka terhadap pengawasan.

Pemilu 2029 dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat peran tersebut, bukan hanya melalui banyaknya pemuda yang menggunakan hak pilih, melainkan juga melalui kehadiran mereka sebagai penyelenggara, calon pemimpin, penggerak pembangunan, pengawal kebijakan dan agen demokrasi di tengah masyarakat.

Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa cita-cita bersama dapat dibangun di tengah keragaman, warisan itu akan tetap hidup ketika generasi muda mampu menjaga persatuan tanpa menghindari kritik, berani terlibat tanpa mengabaikan etika serta menjadikan demokrasi sebagai jalan untuk memperbaiki kehidupan bersama.

  • Penulis: Yusri Razali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Partai Politik Peserta Pemilu 1955 dan Hasil Perolehan Kursi DPR

    Partai Politik Peserta Pemilu 1955 dan Hasil Perolehan Kursi DPR

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Siribee.com – Pemilihan Umum (Pemilu) 1955 menempati posisi penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Sepuluh tahun setelah proklamasi kemerdekaan, rakyat mengikuti pemilihan umum nasional untuk menentukan wakil mereka di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hasilnya menjadi salah satu rekaman terpenting mengenai pilihan politik masyarakat pada masa awal Republik. Persaingan politik ketika itu berlangsung di tengah upaya membangun […]

  • Plat Nomor Kendaraan: Fungsi, Jenis dan Aturan Terbaru

    Plat Nomor Kendaraan: Fungsi, Jenis dan Aturan Terbaru

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Aturan Terbaru Plat Nomor Kendaraan Korlantas Polri telah mengeluarkan aturan baru terkait penggunaan plat nomor: 1. Plat Putih untuk Kendaraan Pribadi Kendaraan baru maupun perpanjangan STNK secara bertahap akan menggunakan plat dasar putih dengan tulisan hitam. 2. E-TLE Lebih Akurat Plat dasar putih membuat kamera tilang elektronik (ETLE) lebih mudah membaca nomor kendaraan, sehingga pengawasan […]

  • Ramadhan di Depan Mata: Saatnya Memperbaiki Diri dan Menata Kehidupan

    Ramadhan di Depan Mata: Saatnya Memperbaiki Diri dan Menata Kehidupan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Mental dan Spiritual Menyambut Ramadhan tidak cukup dilakukan dengan persiapan fisik dan administratif semata. Persiapan mental dan spiritual justru menjadi kunci utama agar Ramadhan dapat dijalani dengan optimal. Membersihkan hati dari prasangka, memaafkan kesalahan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama merupakan langkah awal yang penting. Selain itu, menata niat juga menjadi bagian […]

  • 5 Hal yang Perlu Diketahui Pemilih Pemula Sebelum Mengikuti Pemilu

    5 Hal yang Perlu Diketahui Pemilih Pemula Sebelum Mengikuti Pemilu

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu menjadi momentum penting bagi warga negara untuk menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan pemerintahan melalui suara yang diberikan di tempat pemungutan suara (TPS). Bagi pemilih pemula, pengalaman menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya tentu memiliki arti tersendiri. Namun, menjadi pemilih tidak cukup hanya mengetahui kapan dan di mana harus mencoblos. Pemilih juga perlu memahami bagaimana […]

  • COKTAS di Ujong Kubu: Jangan Hapus Nama Kami

    COKTAS di Ujong Kubu: Jangan Hapus Nama Kami

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Oleh: Lebah Senja Hujan turun sejak sore. Langit gelap membuat suasana kantor KIP kota terasa lebih lengang dari biasanya. Satu per satu pegawai berpamitan pulang setelah menyelesaikan pekerjaan. Tinggal Atika yang masih menatap layar komputer. Malam itu adalah batas akhir rekapitulasi hasil Coklit Terbatas (COKTAS). Puluhan berkas sudah selesai diperiksa. Tinggal satu folder yang belum […]

  • Resmi! Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka November, Seleksi Ketat Menanti

    Resmi! Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka November, Seleksi Ketat Menanti

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    JAKARTA, Siribee.com – Pemerintah memastikan proses perekrutan petugas haji untuk musim haji 1447 H/2026 M akan segera dimulai. Pendaftaran resmi dijadwalkan pada November 2025 dan menjadi pintu awal seleksi ketat bagi calon pendamping jamaah di Tanah Suci. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, rekrutmen hanya dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah. “Rencananya dimulai November. […]

expand_less