Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Pemilu » Partai Politik Peserta Pemilu 1955 dan Hasil Perolehan Kursi DPR

Partai Politik Peserta Pemilu 1955 dan Hasil Perolehan Kursi DPR

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • schedule 5 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dukung Siribee

Jika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.

Siribee.com – Pemilihan Umum (Pemilu) 1955 menempati posisi penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Sepuluh tahun setelah proklamasi kemerdekaan, rakyat mengikuti pemilihan umum nasional untuk menentukan wakil mereka di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hasilnya menjadi salah satu rekaman terpenting mengenai pilihan politik masyarakat pada masa awal Republik.

Persaingan politik ketika itu berlangsung di tengah upaya membangun pemerintahan dan lembaga negara setelah kemerdekaan. Partai-partai dengan latar belakang nasionalisme, Islam, komunisme, sosialisme, serta berbagai orientasi politik lainnya berusaha mendapatkan dukungan pemilih. Sejumlah organisasi dan calon perseorangan juga ikut dalam kontestasi sesuai ketentuan pemilihan saat itu.

Dari banyak peserta yang mengikuti Pemilu 1955, Partai Nasional Indonesia (PNI), Masyumi, Nahdlatul Ulama (NU), dan Partai Komunis Indonesia (PKI) muncul sebagai empat kekuatan dengan perolehan suara terbesar. Keempatnya mendominasi komposisi DPR, meskipun tidak ada satu partai pun yang memperoleh mayoritas mutlak.

Hasil Pemilu 1955 tidak hanya menunjukkan siapa yang memperoleh suara terbanyak. Distribusi suara dan kursi juga menggambarkan keragaman pilihan masyarakat serta tantangan membangun kesepakatan politik dalam sistem parlementer. Berikut hasil perolehan suara dan kursi DPR berdasarkan rekapitulasi yang dipublikasikan KPU.

Pemilu 1955 dalam Angka

Rekapitulasi hasil pemilihan anggota DPR

37,78 jutaSuara tercatat
257Kursi DPR
29 SeptemberPemungutan suara

Empat Partai dengan Perolehan Suara Terbesar

PNI menempati urutan pertama berdasarkan jumlah suara, disusul Masyumi. NU dan PKI berada di posisi ketiga dan keempat. Keempat partai tersebut memperoleh total 198 kursi dari 257 kursi dalam rekapitulasi yang disajikan.

Peringkat 1

Partai Nasional Indonesia (PNI)

8.434.653
Suara · sekitar 22,32%
Kursi DPR57 kursi
Peringkat 2

Masyumi

7.903.886
Suara · sekitar 20,92%
Kursi DPR57 kursi
Peringkat 3

Nahdlatul Ulama (NU)

6.955.141
Suara · sekitar 18,41%
Kursi DPR45 kursi
Peringkat 4

Partai Komunis Indonesia (PKI)

6.179.914
Suara · sekitar 16,36%
Kursi DPR39 kursi

Hasil Partai Politik Lain dalam Pemilu 1955

Di luar empat partai terbesar, sejumlah partai dan daftar peserta lainnya juga memperoleh kursi DPR. Besarnya dukungan berbeda-beda, mulai dari jutaan suara hingga puluhan ribu suara. Berikut rincian peserta atau daftar yang mendapatkan kursi dalam rekapitulasi tersebut.

Perolehan kursi 2–8 kursi
05

Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)

1.091.160
2,89% suara8 kursi
06

Partai Kristen Indonesia (Parkindo)

1.003.326
2,66% suara8 kursi
07

Partai Katolik

770.740
2,04% suara6 kursi
08

Partai Sosialis Indonesia (PSI)

753.191
1,99% suara5 kursi
09

Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)

541.306
1,43% suara4 kursi
10

Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti)

483.014
1,28% suara4 kursi
11

Partai Rakyat Nasional (PRN)

242.125
0,64% suara2 kursi
12

Partai Buruh

224.167
0,59% suara2 kursi
13

Gerakan Pembela Panca Sila (GPPS)

219.985
0,58% suara2 kursi
14

Partai Rakyat Indonesia (PRI)

206.161
0,55% suara2 kursi
15

Persatuan Pegawai Polisi RI (P3RI)

200.419
0,53% suara2 kursi
16

Murba

199.588
0,53% suara2 kursi
Peserta dengan satu kursi DPR
17

Baperki

178.887
0,47% suara1 kursi
18

Persatuan Indonesia Raya (PIR) Wongsonegoro

178.481
0,47% suara1 kursi
19

Grinda

154.792
0,41% suara1 kursi
20

Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai)

149.287
0,40% suara1 kursi
21

Persatuan Daya (PD)

146.054
0,39% suara1 kursi
22

PIR Hazairin

114.644
0,30% suara1 kursi
23

Partai Politik Tarikat Islam (PPTI)

85.131
0,22% suara1 kursi
24

AKUI

81.454
0,21% suara1 kursi
25

Persatuan Rakyat Desa (PRD)

77.919
0,21% suara1 kursi
26

Partai Republik Indonesia Merdeka (PRIM)

72.523
0,19% suara1 kursi
27

Angkatan Comunis Muda (Acoma)

64.514
0,17% suara1 kursi
28

R. Soedjono Prawirisoedarso

53.306
0,14% suara1 kursi
Catatan data: Kartu di atas memuat 28 peserta atau daftar yang memperoleh kursi, bukan daftar lengkap seluruh kontestan Pemilu 1955. Kategori “Lain-lain” dalam rekapitulasi mencatat 1.022.433 suara dan tidak mewakili satu partai tersendiri. Persentase dibulatkan dua angka di belakang koma.

Membaca Peta Kekuatan Politik Pemilu 1955

Hasil Pemilu 1955 memperlihatkan persaingan yang tersebar di antara sejumlah partai. PNI unggul dalam jumlah suara, sedangkan Masyumi berada di urutan kedua. Meski perolehan suaranya berbeda, keduanya sama-sama mendapatkan 57 kursi DPR. NU dan PKI menyusul dengan 45 dan 39 kursi.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa besarnya dukungan pemilih tidak terkonsentrasi pada satu kekuatan politik. PNI, Masyumi, NU, dan PKI memiliki basis dukungan yang berbeda, sementara partai-partai lain juga memperoleh tempat dalam lembaga perwakilan. Keberagaman ini membuat parlemen menjadi arena perundingan antarkekuatan politik.

Hasil pemilu juga menunjukkan bahwa perolehan suara dan pembagian kursi merupakan dua ukuran yang berbeda. PNI menjadi partai dengan suara terbanyak, tetapi jumlah kursinya sama dengan Masyumi. Perbedaan tersebut menjadi bagian penting dalam memahami hasil pemilihan dan mekanisme perwakilan yang digunakan pada masa itu.

Pemilu 1955 dan Perjalanan Demokrasi Indonesia

Pemilu 1955 berlangsung ketika Indonesia masih berusaha memperkuat lembaga politik dan sistem pemerintahan setelah kemerdekaan. Pemilihan anggota DPR dilaksanakan pada 29 September 1955, sedangkan pemilihan anggota Konstituante berlangsung pada 15 Desember tahun yang sama.

Konstituante memiliki tugas menyusun undang-undang dasar baru untuk menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950. Namun, perbedaan pandangan di dalam lembaga tersebut tidak berhasil diselesaikan. Pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan dekret yang membubarkan Konstituante dan memberlakukan kembali UUD 1945.

Perjalanan itu menunjukkan bahwa pemilu yang kompetitif merupakan bagian penting dari demokrasi, tetapi bukan satu-satunya penentu keberhasilan sistem politik. Lembaga yang terbentuk melalui pemilihan juga memerlukan kemampuan untuk membangun kesepakatan, menyelesaikan perbedaan, dan menjalankan mandat konstitusionalnya.

Bagi kajian kepemiluan masa kini, hasil Pemilu 1955 menyediakan bahan untuk menelusuri perkembangan sistem kepartaian, persebaran dukungan masyarakat, dan dinamika representasi politik Indonesia. Data tersebut juga membantu menjelaskan perubahan konfigurasi politik pada periode-periode berikutnya.

Daftar perolehan suara dan kursi ini bukan sekadar catatan mengenai partai yang menang atau kalah. Di dalamnya terdapat gambaran tentang masyarakat Indonesia yang memiliki pilihan politik beragam pada masa awal Republik. Dengan membaca data secara cermat dan membandingkannya dengan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan, Pemilu 1955 dapat dipahami secara lebih utuh sebagai bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertaruhan Elektoral Jokowi Menuju Senayan 2029

    Pertaruhan Elektoral Jokowi Menuju Senayan 2029

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle NHS
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi › Oleh: Nur Hidayat Sardini — Pengajar Pemilu, Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan FISIP Undip Selembar kartu anggota partai ternyata bisa menyimpan cerita panjang. Ketika Joko Widodo memperlihatkan kartu anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Bandung, akhir September lalu, […]

  • DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Yusrijal Abdar
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›JAKARTA, Siribee.com – Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu mulai bergerak memasuki tahap awal. DPR RI menyatakan akan membuka pembicaraan secara terbatas bersama para pimpinan fraksi, sembari melanjutkan komunikasi politik dan penyerapan aspirasi dari partai politik nonparlemen. Langkah tersebut menjadi penting karena […]

  • Nuruddin Ar-Raniry: Mufti Agung Aceh dan Penentang Keras Ajaran Wujudiyyah

    Nuruddin Ar-Raniry: Mufti Agung Aceh dan Penentang Keras Ajaran Wujudiyyah

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com – Nurdin Ar Raniry adalah salah satu ulama besar asal Nusantara yang sangat berpengaruh, khususnya dalam perkembangan Islam di Kesultanan Aceh pada abad ke-17. Nurdin ar-Raniry merupakan sosok ulama terkemuka yang tidak hanya dikenal sebagai sufi dan cendekiawan, […]

  • Di Atas Gajah, Semut Mengira Dirinya Penguasa

    Di Atas Gajah, Semut Mengira Dirinya Penguasa

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi › Oleh: Lebah Senja Di tanoh paling barat Nusantara, di antara lereng Seulawah yang hijau dan laut yang membentang jauh ke ufuk, terdapat sebuah negeri yang oleh para penghuninya disebut Rimba Seulawah. Negeri itu tidak hanya dihuni pepohonan dan […]

  • Siapa Penentu Pemilu 2029 di Aceh? Data Pemilih Memberi Petunjuk

    Siapa Penentu Pemilu 2029 di Aceh? Data Pemilih Memberi Petunjuk

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Banda Aceh – Siapa yang akan menjadi penentu Pemilu 2029 di Aceh? Pertanyaan itu memang belum bisa dijawab dari sekarang. Pilihan politik masyarakat masih dapat berubah, sementara data pemilih juga terus mengalami pemutakhiran. Namun, data Pemutakhiran Data […]

  • Amplop di Bawah Piring

    Amplop di Bawah Piring

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi › Oleh: Lebah Senja Malam itu, rumah Mak Salmah lebih ramai daripada biasanya. Beberapa orang duduk bersila di atas tikar pandan, sementara aroma gulai kambing dan kopi hitam memenuhi ruang tengah yang dindingnya mulai kusam dimakan usia. Di luar, […]

expand_less