Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Kalam » Mengapa Kita Sulit Menerima Perbedaan Pendapat?

Mengapa Kita Sulit Menerima Perbedaan Pendapat?

  • account_circle Muhammad Yusuf
  • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Tgk. Muhammad Yusuf, S.Ag, M.Pd.
— Dosen Fisip Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh

Di warung kopi, ruang keluarga, atau forum musyawarah, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Seseorang merasa pandangannya paling tepat, sementara orang lain memiliki alasan berbeda, persoalan mulai muncul ketika perbedaan tidak lagi diperlakukan sebagai kesempatan untuk saling memahami, tetapi dianggap sebagai ancaman terhadap harga diri, keyakinan, atau kelompok sendiri.

Kebiasaan seperti ini tidak hanya mengganggu hubungan antar manusia, dalam kehidupan demokrasi, ketidakmampuan menerima perbedaan dapat mempersempit ruang dialog, melemahkan musyawarah, dan membuat kritik dipahami sebagai permusuhan.

Islam telah memberikan landasan penting untuk menghadapi keadaan tersebut, perbedaan merupakan bagian dari kenyataan kehidupan manusia, sedangkan cara menyikapinya berkaitan erat dengan akhlak, kerendahan hati, dan kesediaan menghargai orang lain.

Ketika Merasa Paling Benar

Kesulitan menerima pendapat orang lain sering muncul ketika seseorang terlalu melekat pada pandangannya sendiri, pendapat yang semula hanya merupakan hasil pemikiran berubah menjadi bagian dari identitas, ketika ada orang yang membantahnya, bantahan itu terasa seperti serangan pribadi.

Keadaan menjadi lebih rumit apabila pandangan tersebut berkaitan dengan pilihan politik, lingkungan pergaulan, tokoh yang dihormati, atau kelompok yang dianggap mewakili dirinya. Seseorang dapat menerima informasi yang mendukung keyakinannya, tetapi bersikap curiga terhadap informasi yang bertentangan.

Sikap semacam ini perlu diwaspadai karena merasa yakin tidak selalu berarti benar, pengetahuan manusia memiliki batas, informasi dapat keliru, dan penilaian dapat dipengaruhi kepentingan pribadi. Kesediaan memeriksa kembali pendapat sendiri justru menunjukkan kedewasaan dalam berpikir.

Al-Qur’an mengingatkan manusia agar tidak merendahkan orang lain dan tidak merasa diri paling mulia hanya karena asal-usul atau kedudukan, dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, keberagaman bangsa dan suku dikaitkan dengan tujuan agar manusia saling mengenal. Pesan ini memberikan dasar etis bahwa perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling merendahkan.

Adab Menghadapi Perbedaan

Dalam khazanah pemikiran Islam, perbedaan pendapat dikenal dengan istilah ikhtilaf, tradisi keilmuan Islam memperlihatkan bahwa para ulama dapat berbeda pandangan dalam memahami persoalan tertentu. Perbedaan tersebut tidak selalu berakhir dengan permusuhan, selama disertai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan adab dalam berdiskusi.

Yusuf al-Qaradawi membahas persoalan ini dalam karyanya Al-Sahwah al-Islamiyyah bayna al-Ikhtilaf al-Mashru’ wa al-Tafarruq al-Madhmum, yang mengulas perbedaan yang dapat diterima dan perpecahan yang tercela.

Dalam pemikirannya, Yusuf al-Qaradawi mengingatkan bahwa perbedaan pendapat semestinya disikapi dengan kedewasaan, tanpa membiarkan fanatisme dan keinginan mempertahankan pendirian mengalahkan sikap saling menghormati.

Gagasan serupa dibahas Taha Jabir al-Alwani dalam Adab al-Ikhtilaf fi al-Islam. Etika menghadapi perbedaan bukan sekadar persoalan sopan santun, melainkan cara menjaga agar perdebatan tetap berada dalam jalur pencarian kebenaran, bukan berubah menjadi upaya menjatuhkan pihak lain.

Prinsip tersebut relevan dalam kehidupan masyarakat, menghargai orang lain tidak mengharuskan seseorang menyetujui seluruh pendapatnya, pendapat yang keliru tetap boleh dikritik, fakta tetap harus diperiksa, dan keputusan yang merugikan kepentingan publik tetap perlu dipersoalkan, yang perlu dijaga adalah cara menyampaikan kritik, kekuatan alasan, serta penghormatan terhadap martabat orang yang berbeda pandangan.

  • Penulis: Muhammad Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mau Jadi Anggota Bawaslu RI? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

    Mau Jadi Anggota Bawaslu RI? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Siribee.com » Menjadi anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI bukan hanya soal memiliki pengalaman dalam kepemiluan, undang-undang menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi seseorang sebelum dapat mengikuti proses pencalonan sebagai anggota lembaga pengawas Pemilu tingkat nasional. Ketentuan mengenai syarat menjadi anggota Bawaslu RI diatur dalam Pasal 117 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 […]

  • Dari Meja Perundingan ke Bilik Suara: Jejak Panjang Partai Lokal Aceh

    Dari Meja Perundingan ke Bilik Suara: Jejak Panjang Partai Lokal Aceh

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 47
    • 1Komentar

    Siribee.com » Sejarah partai lokal Aceh tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang konflik, perdamaian dan perubahan politik di provinsi paling barat Indonesia tersebut. Partai lokal bukan sekadar variasi dalam sistem kepartaian Indonesia, tetapi merupakan salah satu hasil penting dari proses perdamaian Aceh. Kehadirannya memberikan ruang baru bagi masyarakat Aceh untuk menyalurkan aspirasi melalui mekanisme politik […]

  • Badal Umrah: Pengertian, Hukum dan Tata Cara Pelaksanaannya

    Badal Umrah: Pengertian, Hukum dan Tata Cara Pelaksanaannya

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Badal umrah adalah pelaksanaan ibadah umrah yang dilakukan oleh seseorang untuk menggantikan orang lain. Biasanya badal umrah dilakukan bagi mereka yang sudah meninggal dunia atau masih hidup tetapi tidak mampu melaksanakannya sendiri karena sakit yang tidak ada harapan sembuh atau faktor usia lanjut. Dengan kata lain, orang yang sehat dan mampu dapat menunaikan umrah atas […]

  • Resmi! Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka November, Seleksi Ketat Menanti

    Resmi! Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka November, Seleksi Ketat Menanti

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Pemerintah memastikan proses perekrutan petugas haji untuk musim haji 1447 H/2026 M akan segera dimulai. Pendaftaran resmi dijadwalkan pada November 2025 dan menjadi pintu awal seleksi ketat bagi calon pendamping jamaah di Tanah Suci. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, rekrutmen hanya dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah. “Rencananya dimulai November. Setelah […]

  • E-Voting Pemilu 2029: Bawaslu Minta Kajian Mendalam Sebelum Diterapkan

    E-Voting Pemilu 2029: Bawaslu Minta Kajian Mendalam Sebelum Diterapkan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Wacana penerapan electronic voting atau e-voting pada Pemilu 2029 memasuki fase yang membutuhkan kehati-hatian. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengingatkan bahwa penggunaan teknologi dalam pemungutan suara tidak cukup hanya ditopang kesiapan perangkat, tetapi harus melalui kajian yang menyeluruh sebelum diterapkan. Pandangan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty dalam kegiatan Refleksi Kepemimpinan […]

  • Abu Hasan Krueng Kalee: Ulama Karismatik, Pendidik dan Pejuang dari Aceh

    Abu Hasan Krueng Kalee: Ulama Karismatik, Pendidik dan Pejuang dari Aceh

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Siribee.com » Dalam perjalanan panjang sejarah ulama di Aceh, nama Abu Hasan Krueng Kalee selalu hadir sebagai salah satu tokoh utama. Ulama kharismatik yang memiliki nama asli Tgk. Syaikh Haji Muhammad Hasan bin Tgk. Muhammad Hanafiyyah ini bukan hanya dikenal karena ilmunya yang luas, tetapi juga karena kiprah besarnya dalam membangun pendidikan Islam dan membimbing masyarakat. Beliau […]

expand_less