Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Kalam » Mengapa Kita Sulit Menerima Perbedaan Pendapat?

Mengapa Kita Sulit Menerima Perbedaan Pendapat?

  • account_circle Muhammad Yusuf
  • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
  • schedule 2 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Musyawarah dan Kedewasaan Demokrasi

Dalam masyarakat Aceh, budaya musyawarah dan kebersamaan memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial. Namun, musyawarah tidak cukup hanya dengan mengumpulkan orang dalam satu ruangan, setiap peserta perlu memperoleh kesempatan menyampaikan pendapat tanpa takut direndahkan atau disingkirkan karena berbeda pandangan.

Demokrasi membutuhkan sikap semacam itu, pemilihan umum memang memberikan ruang bagi warga menentukan pilihan, tetapi kehidupan demokratis juga berlangsung setelah pemungutan suara selesai. Warga harus tetap leluasa menyampaikan kritik, terbuka terhadap pandangan yang berbeda, dan menilai kebijakan berdasarkan fakta serta dampaknya bagi masyarakat.

QS. Ali Imran ayat 159 juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kelembutan dalam memperlakukan orang lain dan bermusyawarah, pesan tersebut menunjukkan bahwa cara berkomunikasi tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun kehidupan bersama.

Menerima perbedaan memang tidak selalu mudah, dibutuhkan kesediaan menahan diri, memeriksa informasi, mendengarkan penjelasan sampai selesai, dan mengakui kekeliruan ketika alasan yang lebih kuat ditemukan. Keluarga, sekolah, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat dapat menumbuhkan kebiasaan tersebut melalui teladan sehari-hari.

Kedewasaan tidak diukur dari seberapa sering seseorang memenangkan perdebatan, ukurannya terlihat dari kemampuannya mempertahankan prinsip tanpa merendahkan orang lain, menerima kritik tanpa kehilangan ketenangan, dan mengubah pendapat ketika menemukan alasan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Demokrasi yang sehat memberi ruang bagi setiap orang untuk memiliki pandangan berbeda tanpa harus memaksakan keseragaman, ia membutuhkan warga yang mampu hidup berdampingan di tengah perbedaan, membedakan kritik dari penghinaan, serta menempatkan kebenaran dan kepentingan bersama di atas keinginan untuk selalu menang. Sikap itulah yang membuat perbedaan menjadi sumber pembelajaran, bukan awal perpecahan.

  • Penulis: Muhammad Yusuf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Republik Indonesia: Sejarah, Tradisi, dan Semangat Kemerdekaan

    HUT Republik Indonesia: Sejarah, Tradisi, dan Semangat Kemerdekaan

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Siribee.com » Bukan sekadar tanggal di kalender, 17 Agustus adalah hari ketika Indonesia lahir sebagai bangsa merdeka. Sebuah peristiwa yang setiap tahunnya mengingatkan kita pada arti kebebasan dan perjuangan. Tapi, perayaan ini bukan cuma soal upacara atau panjat pinang. Lebih dari itu, momen ini adalah waktu terbaik untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan menumbuhkan kembali semangat nasionalisme […]

  • Resmi! Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka November, Seleksi Ketat Menanti

    Resmi! Rekrutmen Petugas Haji 2026 Dibuka November, Seleksi Ketat Menanti

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Pemerintah memastikan proses perekrutan petugas haji untuk musim haji 1447 H/2026 M akan segera dimulai. Pendaftaran resmi dijadwalkan pada November 2025 dan menjadi pintu awal seleksi ketat bagi calon pendamping jamaah di Tanah Suci. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, rekrutmen hanya dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah. “Rencananya dimulai November. Setelah […]

  • 5 Hal yang Perlu Diketahui Pemilih Pemula Sebelum Mengikuti Pemilu

    5 Hal yang Perlu Diketahui Pemilih Pemula Sebelum Mengikuti Pemilu

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu menjadi momentum penting bagi warga negara untuk menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan pemerintahan melalui suara yang diberikan di tempat pemungutan suara (TPS). Bagi pemilih pemula, pengalaman menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya tentu memiliki arti tersendiri. Namun, menjadi pemilih tidak cukup hanya mengetahui kapan dan di mana harus mencoblos. Pemilih juga perlu memahami bagaimana […]

  • Tgk. Muhammad Ali Irsyad: Ulama Falak yang Menginspirasi

    Tgk. Muhammad Ali Irsyad: Ulama Falak yang Menginspirasi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Siribee.com » Berikut adalah profil singkat Abuya Teungku H. Muhammad Ali Irsyad, yang dikenal sebagai ahli ilmu falak dan pendiri Dayah (Pesantren) Darussa’adah di Pidie, Aceh. Sekilas Tentang Muhammad Ali Irsyad: Nama panggilan: Abu Teupin Raya Tempat & Tahun Lahir: Desa Kayee Jatoe, Kemukiman Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, sekitar tahun 1915–1921 M Keturunan: Ayahnya, Muhammad Irsyad, adalah […]

  • DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Yusrijal Abdar
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu mulai bergerak memasuki tahap awal. DPR RI menyatakan akan membuka pembicaraan secara terbatas bersama para pimpinan fraksi, sembari melanjutkan komunikasi politik dan penyerapan aspirasi dari partai politik nonparlemen. Langkah tersebut menjadi penting karena perubahan aturan Pemilu akan menjadi salah satu fondasi penyelenggaraan Pemilu 2029. Pada saat yang sama, DPR mulai mengantisipasi […]

  • KH. Idham Chalid: Ulama, Politisi, dan Ketua DPR Termiskin yang Disegani

    KH. Idham Chalid: Ulama, Politisi, dan Ketua DPR Termiskin yang Disegani

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Dari Ulama ke Politisi Idham Chalid adalah contoh nyata bagaimana seorang ulama bisa terjun ke dunia politik tanpa kehilangan wibawanya. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri di era Kabinet Karya (1957), kemudian menduduki berbagai posisi menteri di kabinet-kabinet berikutnya. Puncak karier politiknya adalah ketika ia dipercaya menjadi Ketua DPR/MPR RI (1972–1977). Meski menduduki posisi […]

expand_less