Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Ketika Penyelenggara Jujur Justru Dijatuhi Sanksi

Ketika Penyelenggara Jujur Justru Dijatuhi Sanksi

  • account_circle Lebah Senja
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cerpen oleh: Lebah Senja

Siribee.com » Hujan turun pelan di halaman kantor KPU Kota Kembang malam itu. Lampu ruang pleno masih menyala ketika Ilham masih duduk di depan tumpukan berkas rekapitulasi suara.

Matanya merah karena kurang tidur. Sejak tahapan pemilu memasuki masa penetapan hasil, hampir tidak ada hari tanpa tekanan.

“Pak, pulang dulu,” ujar Sari, staf sekretariat pelan.
“Dari tadi pagi bapak belum makan.”
Ilham tersenyum tipis.
“Kalau ada satu angka saja salah, besok kita bisa dianggap penjahat demokrasi.”
Kalimat itu terdengar seperti candaan. Namun beberapa hari kemudian, ucapan itu benar-benar terjadi.
Namanya mendadak ramai di media sosial. Foto dirinya tersebar di berbagai grup disertai tuduhan curang dan tidak netral. Sebuah laporan resmi masuk ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.
“Pak Ilham dilaporkan ke DKPP.”
Ia terdiam lama.
“Tuduhannya apa?”
“Dianggap lalai dan membiarkan pelanggaran prosedur saat pleno kecamatan.”
Padahal Ilham tahu, semua keputusan diambil bersama dalam forum. Tidak ada niat jahat. Tidak ada keberpihakan. Semua dilakukan berdasarkan aturan yang dipahami saat itu.
Namun publik tidak selalu ingin mendengar penjelasan.
Bagi banyak orang, ketika ada masalah dalam pemilu, penyelenggara selalu menjadi pihak pertama yang disalahkan.
Sejak laporan itu muncul, hidup Ilham berubah drastis.
Tetangga mulai berbisik ketika ia lewat. Anak sulungnya pulang sekolah sambil menangis karena disebut anak “komisioner curang”. Bahkan ibunya di kampung menelepon dengan suara bergetar.
“Kalau memang berat, berhenti saja, Nak.”
Ilham hanya diam.
Malam hari ia duduk sendiri di teras rumah, memandangi langit yang gelap. Ia mulai bertanya pada dirinya sendiri: apakah kejujuran memang masih cukup untuk bertahan?
Hari sidang DKPP akhirnya tiba.
Ruangan sidang terasa dingin. Pelapor menyampaikan tuduhan panjang dengan suara tegas. Seolah semua kekacauan pemilu berasal dari dirinya seorang.
Ketika giliran berbicara diberikan, Ilham berdiri perlahan.
“Saya tidak pernah mengubah hasil suara. Saya tidak pernah memihak siapa pun. Semua keputusan dilakukan melalui rapat pleno dan berdasarkan aturan yang kami pahami bersama.”
Ia menunjukkan dokumen, berita acara, dan rekaman rapat. Banyak tuduhan tidak terbukti. Bahkan beberapa saksi mengakui Ilham tidak pernah mengarahkan siapa pun untuk berbuat curang.
Namun majelis tetap menilai ada kelalaian prosedur.
Hari putusan tiba.
Ilham duduk menunduk saat ketua majelis membacakan amar putusan.
“Menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada teradu Ilham.”
Kalimat itu terasa berat menghantam dadanya.
Ia tidak diberhentikan. Tapi bagi seorang penyelenggara pemilu, sanksi etik adalah luka yang akan selalu melekat pada nama baiknya.
Padahal jauh di dalam hati, Ilham tahu dirinya tidak melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan.
Usai sidang, hujan turun pelan di pelataran gedung. Tidak ada yang menghampirinya. Tidak ada yang meminta maaf atas fitnah dan hinaan yang selama ini ia terima.
Seorang sahabat mendekat dan bertanya pelan.
“Kecewa?”
Ilham tersenyum pahit.
“Sedikit.”
“Marah?”
Ia mengangguk kecil.
“Yang paling berat itu bukan dihukum. Tapi ketika kita dihukum atas sesuatu yang sebenarnya bukan kita yang lakukan.”
Sahabatnya terdiam.
Beberapa hari kemudian Ilham kembali bekerja seperti biasa. Ia tetap datang paling pagi. Tetap memeriksa data. Tetap menghadiri rapat. Tetap melayani masyarakat.
Seseorang bertanya kepadanya, “Kenapa bapak masih bertahan setelah semua ini?”
Ilham tersenyum kecil sebelum menjawab,
“Karena kalau semua orang jujur memilih pergi setelah disalahkan, nanti demokrasi tinggal dijaga oleh mereka yang tidak peduli lagi pada kebenaran.”

» CATATAN: Cerpen ini hadir sebagai karya fiksi dari ruang imajinasi penulis. Tokoh, nama, tempat, peristiwa dan kisah yang terjalin di dalamnya merupakan rekaan. Kemiripan dengan kenyataan atau pihak tertentu tidak dimaksudkan sebagai penggambaran nyata.

Tags
  • Penulis: Lebah Senja

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batik Nasional: Warisan Abadi yang Menyatukan Indonesia

    Batik Nasional: Warisan Abadi yang Menyatukan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Setiap kali mendengar kata “batik,” yang terlintas di benak saya bukan hanya soal kain dengan motif indah. Lebih dari itu, batik adalah bahasa budaya yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur kita. Di setiap guratan lilin panas dan goresan canting, tersimpan filosofi mendalam tentang kehidupan, alam, bahkan spiritualitas. Namun, ironisnya, masih banyak orang Indonesia yang memandang batik […]

  • Abu Hasan Krueng Kalee: Ulama Karismatik, Pendidik dan Pejuang dari Aceh

    Abu Hasan Krueng Kalee: Ulama Karismatik, Pendidik dan Pejuang dari Aceh

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Dalam perjalanan panjang sejarah ulama di Aceh, nama Abu Hasan Krueng Kalee selalu hadir sebagai salah satu tokoh utama. Ulama kharismatik yang memiliki nama asli Tgk. Syaikh Haji Muhammad Hasan bin Tgk. Muhammad Hanafiyyah ini bukan hanya dikenal karena ilmunya yang luas, tetapi juga karena kiprah besarnya dalam membangun pendidikan Islam dan membimbing masyarakat. Beliau […]

  • Dr. Hifjir dan Babak Baru Pengabdian di Tanah Kelahiran

    Dr. Hifjir dan Babak Baru Pengabdian di Tanah Kelahiran

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Penunjukan Dr. Hifjir, S.Pd., M.Pd, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Selatan pada Agustus 2026 menjadi babak baru dalam perjalanan panjangnya. Amanah itu mempertemukan pengalaman akademik, organisasi dan pengabdiannya dengan persoalan pendidikan di tanah kelahirannya. Bagi Hifjir, pendidikan bukan sekadar jalan untuk memperoleh gelar. Pendidikan merupakan proses membentuk manusia sekaligus […]

  • UPMI Medan Jalin Kerja Sama dengan UTU dan Universitas Iskandar Muda, Perkuat Pendidikan hingga Riset

    UPMI Medan Jalin Kerja Sama dengan UTU dan Universitas Iskandar Muda, Perkuat Pendidikan hingga Riset

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Banda Aceh – Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset dan inovasi melalui kerja sama strategis dengan dua perguruan tinggi di Aceh, yakni Universitas Teuku Umar (UTU) dan Universitas Iskandar Muda (UNIDA). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di tingkat universitas serta Memorandum of Agreement (MoA) di […]

  • Jarang Disorot, Ini Deretan Manfaat Belimbing Wuluh untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

    Jarang Disorot, Ini Deretan Manfaat Belimbing Wuluh untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Belimbing wuluh selama ini lebih dikenal sebagai pelengkap dapur dibanding sebagai sumber nutrisi. Rasanya yang asam tajam membuat buah ini identik dengan campuran sayur, sambal, hingga olahan ikan. Namun di balik perannya sebagai penyedap alami, belimbing wuluh menyimpan potensi kesehatan yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Buah dengan nama ilmiah Averrhoa bilimbi ini tumbuh subur […]

  • Senja yang Terluka di Bukit Lamreh

    Senja yang Terluka di Bukit Lamreh

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Cerpen oleh: Lebah Senja Siribee.com » Senja selalu punya cara untuk membuat manusia berhenti sejenak dari kesibukan hidupnya. Begitu pula sore itu di Bukit Lamreh, sebuah surga kecil di ujung Aceh yang menghadap langsung ke Selat Malaka. Langit perlahan berubah warna. Biru yang sejak siang menaungi laut kini berbaur dengan jingga keemasan. Cahaya matahari yang mulai condong […]

expand_less