Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pemulihan Ekonomi Aceh Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

Pemulihan Ekonomi Aceh Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

  • account_circle Muhammad Yusuf
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • schedule 4 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Nasrul Sufi
Direktur Aceh Social Development (ASD) / Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik

Siribee.com » Pertumbuhan ekonomi biasanya disambut dengan kabar baik, angka yang naik dianggap sebagai tanda bahwa perekonomian bergerak ke arah yang lebih baik. Tetapi bagi masyarakat, terutama mereka yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, pertanyaan yang muncul sebenarnya sederhana, apa yang berubah setelah ekonomi tumbuh?

Pertanyaan itu penting bagi Aceh, sebab pertumbuhan ekonomi pada akhirnya bukan sekadar persoalan statistik, melainkan harus terasa dalam kehidupan masyarakat. Pendapatan meningkat, kesempatan kerja terbuka, usaha berkembang dan daya beli membaik adalah beberapa ukuran yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menunjukkan ekonomi Aceh pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,86 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Ini merupakan perkembangan yang patut diapresiasi. Namun, pada Maret 2026, persentase penduduk miskin Aceh masih mencapai 12,34 persen atau sekitar 713,78 ribu orang.

Dua angka ini memberikan pesan yang perlu diperhatikan. Pertumbuhan ekonomi memang penting, tetapi pertumbuhan saja belum cukup. Pemerintah perlu memastikan agar manfaat pertumbuhan tersebut lebih luas dan tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu.

Dengan kata lain, ekonomi Aceh membutuhkan pertumbuhan yang lebih inklusif.

Masyarakat yang berada di sektor ekonomi rentan harus menjadi bagian penting dari kebijakan pemulihan ekonomi. Petani, nelayan, pelaku UMKM, pekerja informal, masyarakat desa, hingga pelaku ekonomi kreatif membutuhkan lebih dari sekadar program bantuan, mereka membutuhkan ekosistem yang memungkinkan usaha tumbuh dan bertahan.

Karena itu, Pemerintah Aceh perlu memperkuat program yang bersentuhan langsung dengan sektor produktif. Pertanian, perikanan, UMKM, ekonomi desa, industri pengolahan dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menciptakan pendapatan dan lapangan kerja.

Namun, program tersebut jangan berhenti pada pola pemberian bantuan, bantuan tetap diperlukan dalam kondisi tertentu, tetapi orientasinya harus jelas, meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menghasilkan sesuatu secara berkelanjutan.

Masyarakat jangan terus-menerus ditempatkan sebagai penerima program, mereka harus diberi ruang dan dukungan untuk menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri.

Di titik ini, kualitas sebuah program pemerintah sebenarnya bisa dilihat. Bukan hanya dari berapa besar anggaran yang tersedia atau berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan yang terjadi setelah program selesai.

Apakah pendapatan penerima manfaat meningkat? Apakah ada lapangan kerja baru? Apakah produktivitas usaha bertambah? Apakah usaha masyarakat mampu bertahan tanpa terus bergantung pada bantuan pemerintah?

Pertanyaan seperti ini seharusnya menjadi bagian dari evaluasi rutin.

Setiap rupiah anggaran publik memiliki tanggung jawab yang besar. Karena itu, program pemulihan ekonomi perlu memiliki indikator keberhasilan yang jelas, penyerapan anggaran memang penting, tetapi tidak boleh menjadi ukuran keberhasilan satu-satunya. Ukuran yang lebih penting adalah dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Pemerintah juga perlu semakin serius menggunakan data dalam merancang kebijakan. Program yang baik seharusnya lahir dari persoalan yang nyata dan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar dari asumsi. Pendekatan evidence-based policy dapat membantu pemerintah menentukan siapa yang paling membutuhkan intervensi, jenis dukungan yang tepat, serta bagaimana hasilnya dapat diukur.

Pada akhirnya, pembangunan ekonomi juga berkaitan dengan demokrasi.

Demokrasi sering kali dipahami sebatas pemilu, pemungutan suara dan pergantian kepemimpinan. Padahal, kehidupan demokrasi juga tercermin dari bagaimana pemerintah mendengar kebutuhan masyarakat dan menerjemahkannya ke dalam kebijakan.

Ketika masyarakat menyampaikan persoalan ekonomi, lalu pemerintah meresponsnya melalui kebijakan yang tepat, di situlah demokrasi bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Demokrasi bukan hanya tentang bagaimana rakyat memilih pemerintah, tetapi juga bagaimana pemerintah menggunakan mandat tersebut untuk menghadirkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat.

Karena itu, pemulihan ekonomi Aceh juga memiliki dimensi yang lebih luas, kebijakan yang tepat sasaran dapat memperkuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sebaliknya, program yang besar secara anggaran tetapi kecil dampaknya dapat menimbulkan pertanyaan publik tentang sejauh mana kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Aceh membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tidak berhenti di laporan statistik. Pertumbuhan harus diterjemahkan menjadi kesempatan kerja, peningkatan pendapatan, usaha yang lebih kuat, daya beli yang lebih baik dan penurunan kemiskinan.

Target akhirnya bukan sekadar anggaran terserap, tetapi masyarakat merasakan perubahan.

Karena itu, Pemerintah Aceh perlu terus memperkuat kebijakan pemulihan ekonomi yang terarah, terukur dan berkelanjutan. Aceh Social Development (ASD) siap memberikan masukan konstruktif agar berbagai program pemerintah semakin tepat sasaran dan memiliki dampak sosial-ekonomi yang nyata.

Sebab ukuran paling sederhana dari keberhasilan pembangunan adalah ketika masyarakat bukan hanya mendengar bahwa ekonomi sedang tumbuh, tetapi benar-benar merasakan bahwa hidup mereka ikut tumbuh bersama pertumbuhan itu.

  • Penulis: Muhammad Yusuf
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sedekah Online: Apakah Sah dan Bagaimana Hukumnya?

    Sedekah Online: Apakah Sah dan Bagaimana Hukumnya?

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Di masa modern ini, dunia online nggak cuma untuk hiburan, tapi juga jadi sarana mudah buat berbagi kebaikan Jika dulu orang harus datang langsung ke masjid, lembaga zakat, atau mendatangi penerima bantuan, sekarang cukup dengan satu klik di smartphone, sedekah bisa tersalurkan. Namun muncul pertanyaan: apakah sedekah online sah dan bagaimana hukumnya dalam Islam? Apa […]

  • Ketika Republik Nyaris Runtuh, Ia Berdiri: Sjafruddin yang Terlupakan

    Ketika Republik Nyaris Runtuh, Ia Berdiri: Sjafruddin yang Terlupakan

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Ketika berbicara tentang presiden Indonesia, nama-nama seperti Soekarno, Soeharto, hingga Joko Widodo sering kali menjadi sorotan. Dalam krisis yang mengguncang Republik, muncul sosok pemimpin yang tak banyak dikenal: Sjafruddin Prawiranegara, sang penyelamat yang jarang disebut. Ia adalah tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, tetapi perannya sebagai pemimpin negara sering kali terlupakan dalam narasi sejarah nasional. […]

  • Suara Rakyat dalam Perspektif Islam

    Suara Rakyat dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Oleh: Tgk. Muhammad Yusuf, S.Ag, M.Pd Dosen Fisip Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Siribee.com » Demokrasi sering kali berhenti pada satu angka, berapa suara yang diperoleh. Setelah suara dihitung, pemenang diumumkan dan jabatan dibagi, seolah-olah urusan rakyat telah selesai, padahal tidak. Dalam perspektif Islam, suara rakyat bukan sekadar angka dalam kotak suara. Di […]

  • Belajar dari Filosofi Ular, Yusri Razali Ajak Jajaran KIP Banda Aceh Bijak Hadapi Konflik

    Belajar dari Filosofi Ular, Yusri Razali Ajak Jajaran KIP Banda Aceh Bijak Hadapi Konflik

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Banda Aceh – Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi (Rendatin) KIP Kota Banda Aceh, Yusri Razali, mengajak jajaran dan karyawan membangun sikap bijaksana dalam menghadapi perbedaan, persoalan, maupun konflik di lingkungan kerja. Menurut Yusri, kemampuan mengelola persoalan secara tenang dan proporsional merupakan bagian penting dari kualitas sumber daya manusia, terlebih bagi penyelenggara pemilu […]

  • Secangkir Kopi di Sepertiga Malam

    Secangkir Kopi di Sepertiga Malam

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Cerpen oleh: Lebah Senja Siribee.com » Malam selalu datang dengan caranya sendiri. Ia tidak pernah tergesa-gesa. Perlahan ia menghapus warna jingga di ufuk barat, menyalakan bintang-bintang, lalu membungkus bumi dengan kesunyian yang hanya dipahami oleh mereka yang mencintainya. Di saat rumah-rumah memadamkan lampu dan manusia menyerahkan lelahnya kepada tidur, masih ada segelintir jiwa yang justru memulai harinya. […]

  • Hari Lahir Pancasila: Meneguhkan Demokrasi yang Berakar pada Kearifan Lokal

    Hari Lahir Pancasila: Meneguhkan Demokrasi yang Berakar pada Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Memperingati Hari Lahir Pancasila tidak cukup hanya dengan mengenang pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap menjadi fondasi dalam mengelola kehidupan berbangsa, termasuk dalam praktik demokrasi. Di tengah gejala menguatnya politik transaksional, polarisasi sosial dan menurunnya kualitas ruang publik, refleksi terhadap hubungan antara […]

expand_less