Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Story » Rumoh Geudong Pidie: Memorial Living Park sebagai Destinasi Sejarah Aceh yang Inspiratif

Rumoh Geudong Pidie: Memorial Living Park sebagai Destinasi Sejarah Aceh yang Inspiratif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
  • schedule 4 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Di tengah hamparan sawah yang hijau di Gampong Bili, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, berdirilah sebuah monumen yang bukan sekadar tugu, melainkan saksi bisu dari sejarah kelam Aceh.

Inilah Memorial Living Park Rumoh Geudong, sebuah ruang peringatan yang didirikan untuk mengenang tragedi kemanusiaan yang terjadi di masa lalu, sekaligus menjadi simbol harapan untuk masa depan yang damai.
Dari Lokasi Penyiksaan Menjadi Taman Peringatan
Rumoh Geudong, dalam bahasa Aceh, berarti “Rumah Besar”. Namun, julukan ini jauh dari makna yang seharusnya.
Di masa konflik Aceh, rumah ini berfungsi sebagai markas dan tempat penyiksaan bagi pasukan keamanan, terutama selama era Darurat Militer. Ribuan warga sipil diculik, disiksa, bahkan dibunuh di tempat ini.
Sejarah kelam ini meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat Pidie dan Aceh secara keseluruhan.
Setelah bertahun-tahun menjadi puing-puing yang terbengkalai, inisiatif untuk membangun sebuah taman peringatan muncul.
Hal ini tidak hanya bertujuan untuk mengenang para korban, tetapi juga untuk memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga perdamaian dan menghindari kekerasan.
Presiden Jokowi mengunjungi lokasi Rumoh Geudong di Pidie secara langsung pada Juni 2023. Kunjungannya ini menandai dimulainya upaya pemerintah untuk menyelesaikan 12 kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu, termasuk peristiwa di Rumoh Geudong.
Namun, alih-alih membangun kembali bangunan yang lama, pemerintah memutuskan untuk membangun Memorial Living Park sebagai bentuk rekonsiliasi dan pemulihan bagi para korban.
Kemudian, pada 10 Juli 2025, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, secara resmi meresmikan Memorial Living Park Rumoh Geudong, membuka lembaran baru bagi situs bersejarah ini.
Desain yang Penuh Makna
Memorial Living Park Rumoh Geudong didesain dengan konsep yang mendalam. Alih-alih membangun replika Rumoh Geudong yang asli, yang dianggap dapat membangkitkan trauma, pemerintah memilih untuk membangun sebuah taman yang menyiratkan harapan dan rekonsiliasi.
  • Puing-Puing sebagai Pengingat: Di tengah taman, puing-puing asli Rumoh Geudong ditempatkan secara artistik. Puing-puing ini menjadi pengingat yang kuat akan kekejaman yang pernah terjadi, tanpa harus menampilkan kembali kengeriannya.
  • Ruang Terbuka Hijau: Taman ini dipenuhi dengan ruang terbuka hijau, pepohonan, dan bunga-bunga yang melambangkan kehidupan dan harapan baru. Diharapkan, suasana yang tenang dan damai dapat membantu proses penyembuhan bagi para korban dan keluarga.
  • Monumen dan Prasasti: Di jantung taman, tegak berdiri sebuah monumen, dihiasi prasasti, monumen ini lebih dari sekadar tugu, ia adalah pencerita bisu yang mengisahkan sejarah kelam Rumoh Geudong dan tujuan luhur di balik pendirian taman ini. Prasasti ini menjadi sumber informasi bagi pengunjung yang ingin memahami latar belakang sejarahnya.
Lebih dari Sekadar Monumen
Memorial Living Park Rumoh Geudong adalah sebuah “living park” atau taman yang hidup. Artinya, monumen ini bukan sekadar bangunan bisu. Ia adalah pusat kegiatan yang hidup dan dinamis, tempat di mana sejarah dihidupkan kembali melalui berbagai aktivitas. Rencananya, taman ini akan menjadi tempat untuk:
  • Edukasi Sejarah: Mengadakan kegiatan edukasi, seminar, dan diskusi tentang sejarah konflik Aceh dan pentingnya perdamaian.
  • Pusat Rekonsiliasi: Menjadi tempat pertemuan bagi para korban, keluarga, dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk saling bermaafan dan membangun kembali hubungan yang harmonis.
  • Kesenian dan Budaya: Lebih dari sekadar taman, tempat ini juga menjadi panggung terbuka yang ramah bagi para seniman dan budayawan, di mana mereka bisa menuangkan karyanya, bisa mengeksplorasi tema-tema perdamaian, persatuan, dan kemanusiaan.
Refleksi dan Harapan
Dengan hadirnya Memorial Living Park Rumoh Geudong menjadi langkah strategis dalam rekonsiliasi dan penyembuhan luka rakyat Aceh.
Tempat ini mengingatkan kita bahwa sejarah tidak boleh dilupakan, tetapi juga tidak boleh menjadi beban yang menghambat langkah ke depan.
Taman ini bukanlah sekadar distinasi wisata. Tempat ini adalah ajakan untuk merenung dan belajar dari sejarah kelam, agar kita dapat mengambil hikmah darinya.
Bahwa di balik puing-puing masa lalu, selalu ada ruang untuk menumbuhkan harapan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Akhirnya, monumen ini mengingatkan kita bahwa perdamaian bukanlah sebuah tujuan yang bisa dicapai lalu dilupakan, melainkan sebuah perjuangan yang harus terus-menerus kita jaga.
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abu Doto Telah Pergi, Jejak Pembangunannya Tetap Hidup

    Abu Doto Telah Pergi, Jejak Pembangunannya Tetap Hidup

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Aceh kembali berduka. dr. H. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto meninggal pada 13 Juni 2026 dalam usia 86 tahun. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan kehilangan bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi masyarakat Aceh yang mengenalnya sebagai tokoh perjuangan, perintis perdamaian dan pemimpin yang meninggalkan jejak pembangunan nyata di tanah rencong. […]

  • Tiket Capres 2029 Mulai Dihitung, Aturan Main Belum Pasti

    Tiket Capres 2029 Mulai Dihitung, Aturan Main Belum Pasti

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Pembicaraan soal Pilpres 2029 sudah mulai ramai, sejumlah partai politik sudah membaca kemungkinan calon, menghitung kekuatan masing-masing dan membuka komunikasi dengan partai politik lain. Masalahnya, aturan untuk menentukan partai mana yang dapat mengajukan calon presiden belum selesai dibahas. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas pada 29 September 2026 mengatakan, pemerintah masih menunggu […]

  • Tgk. Muhammad Ali Irsyad: Ulama Falak yang Menginspirasi

    Tgk. Muhammad Ali Irsyad: Ulama Falak yang Menginspirasi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Berikut adalah profil singkat Abuya Teungku H. Muhammad Ali Irsyad, yang dikenal sebagai ahli ilmu falak dan pendiri Dayah (Pesantren) Darussa’adah di Pidie, Aceh. Sekilas Tentang Muhammad Ali Irsyad: Nama panggilan: Abu Teupin Raya Tempat & Tahun Lahir: Desa Kayee Jatoe, Kemukiman Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, sekitar tahun 1915–1921 M Keturunan: Ayahnya, Muhammad Irsyad, adalah […]

  • Teungku Chik Pante Geulima: Ulama, Panglima Perang dan Penjaga Martabat Aceh

    Teungku Chik Pante Geulima: Ulama, Panglima Perang dan Penjaga Martabat Aceh

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Aceh tidak pernah kekurangan tokoh besar dalam sejarahnya. Tanah yang dikenal sebagai Serambi Mekkah itu melahirkan banyak ulama, pejuang, dan pemimpin rakyat yang mengabdikan hidupnya demi agama dan tanah air. Namun di antara nama-nama besar tersebut, Teungku Chik Pante Geulima menempati tempat yang istimewa. Ia bukan hanya dikenang sebagai ulama, tetapi juga panglima perang yang […]

  • Ramadhan di Depan Mata: Saatnya Memperbaiki Diri dan Menata Kehidupan

    Ramadhan di Depan Mata: Saatnya Memperbaiki Diri dan Menata Kehidupan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Oleh: Tgk. Muhammad Yusuf, S.Ag, M.Pd. Dosen Fisip Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Siribee.com » Ramadhan di depan mata. Bulan suci yang selalu dinanti umat Islam ini kembali hadir membawa harapan, ketenangan, sekaligus tantangan bagi setiap individu. Bukan hanya sebagai momen ibadah tahunan, Ramadhan sejatinya adalah ruang refleksi yang sangat penting dalam kehidupan modern yang […]

  • Dari Uang Jajan Jadi Pahala Abadi: Wakaf Anak-Anak yang Bermakna

    Dari Uang Jajan Jadi Pahala Abadi: Wakaf Anak-Anak yang Bermakna

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Oleh: Juariah Anzib, S.Ag Penulis buku bertajuk “Wakaf di Aceh: Tradisi, Inovasi dan Keberkahan”. Siribee.com » Seribu rupiah kerap dipandang kecil dan kurang mendapat perhatian serius juga terkadang dianggap tak bernilai di mata manusia. Tapi tahukah kamu, di sisi agama, nilai seribu rupiah bisa sangat besar? Meski nominalnya kecil, jika dikumpulkan, seribu rupiah bisa jadi jutaan rupiah […]

expand_less