Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Berita » Integritas Suara Pemilih Jadi Tantangan Pemilu 2029, Teknologi Harus Bisa Diaudit

Integritas Suara Pemilih Jadi Tantangan Pemilu 2029, Teknologi Harus Bisa Diaudit

  • account_circle Nuzul Fahmi
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEMARANG, Siribee.com – Keakuratan penghitungan suara dan keterbukaan rekapitulasi menjadi tantangan penting dalam menjaga integritas Pemilu 2029. Di tengah pemanfaatan teknologi digital, setiap suara pemilih harus dapat ditelusuri, sementara setiap perubahan angka dalam hasil penghitungan harus memiliki dasar yang jelas dan bisa diperiksa.

Persoalan tersebut dibahas dalam bedah buku “Menjaga Integritas Pemungutan dan Penghitungan Suara” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Rabu (28/10/2026).

Dalam materi yang disampaikan oleh Dr. Nur Hidayat Sardini, S.Sos., S.H., M.Si., pengajar Pemilu Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro sekaligus mantan Ketua Bawaslu RI periode 2008–2011, integritas pemilu perlu dijaga sejak pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) hingga rekapitulasi di setiap tingkatan.

Nur Hidayat Sardini menegaskan, selesainya tahapan pemilu secara administratif belum tentu menjamin hasilnya mencerminkan suara rakyat secara akurat. Setiap angka dalam rekapitulasi harus dapat ditelusuri kembali ke dokumen hasil penghitungan di TPS.

“Suara rakyat bukan sekadar angka dalam formulir rekapitulasi, melainkan mandat kedaulatan yang tidak boleh berkurang, bertambah atau berpindah pemilik akibat kelalaian, manipulasi ataupun penyalahgunaan kewenangan,” demikian penegasan Nur Hidayat Sardini atau yang akrap disapa NHS.

Ia juga mengingatkan pentingnya membedakan kesalahan yang tidak disengaja dengan kecurangan yang dilakukan secara sengaja. Kekeliruan penghitungan harus diperbaiki melalui mekanisme yang berlaku, sedangkan dugaan manipulasi perlu ditangani berdasarkan bukti dan ketentuan hukum.

Teknologi Harus Bisa Diaudit

Persoalan integritas tidak berhenti setelah penghitungan suara di TPS selesai. Dalam rekapitulasi berjenjang, kesalahan penyalinan, kekeliruan penjumlahan, hingga perubahan angka tanpa dasar yang jelas berpotensi memengaruhi hasil pemilu.

Dokumen hasil penghitungan di TPS harus dapat dibandingkan dengan angka dalam rekapitulasi. Jika ditemukan perbedaan, proses koreksi perlu disertai alasan, dokumen pendukung, dan catatan perubahan yang dapat diperiksa.

Penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pada Pemilu 2024 turut menjadi konteks pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi dalam pemilu. Sistem digital dapat memudahkan masyarakat mengakses informasi, tetapi kehadiran teknologi tidak otomatis menjamin seluruh data yang ditampilkan akurat.

NHS menyoroti perlunya sistem informasi yang dapat diaudit, memiliki pengamanan akses, serta menyediakan mekanisme koreksi secara transparan. Dengan begitu, masyarakat dapat memeriksa kesesuaian data digital dengan dokumen sumber.

Persiapan Pemilu 2029

Menjelang Pemilu 2029, evaluasi terhadap pemilu sebelumnya perlu diarahkan pada perbaikan yang konkret. Pemetaan kerawanan, peningkatan kemampuan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) serta simulasi penghitungan suara menjadi bagian penting dari persiapan.

Penyelenggara juga perlu melibatkan pengawas pemilu, peserta pemilu, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil dalam evaluasi. Rekomendasi yang dihasilkan harus disertai rencana tindak lanjut dan ukuran keberhasilan agar pelaksanaannya dapat dipantau.

Tantangan lainnya berkaitan dengan penyesuaian desain keserentakan pemilu menyusul Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 mengenai pemisahan pemilu nasional dan pemilu daerah. Perubahan tersebut membutuhkan kesiapan regulasi, perencanaan, dan sumber daya manusia.

Kepercayaan masyarakat terhadap pemilu tidak cukup dibangun melalui pengumuman hasil. Penyelenggara juga harus mampu menunjukkan bahwa setiap suara dihitung secara benar dan setiap hasil dapat dipertanggungjawabkan. Nur Hidayat Sardini menekankan, proses yang terbuka, akurat dan dapat diaudit menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2029.

  • Penulis: Nuzul Fahmi
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 20 Ribu Lowongan Magang Siap Kerja 2025 Dibuka 7 Oktober, Cek Syarat dan Cara Daftar di Sini!

    20 Ribu Lowongan Magang Siap Kerja 2025 Dibuka 7 Oktober, Cek Syarat dan Cara Daftar di Sini!

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Siribee.com – Jakarta – Kabar gembira, Pemerintah akan membuka pendaftaran Program Magang Nasional Siap Kerja 2025 pada 7 hingga 13 Oktober mendatang. Program ini diperuntukkan bagi lulusan Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), dan Sarjana (S1) yang ingin memperoleh pengalaman kerja di berbagai perusahaan besar, baik BUMN maupun sektor swasta. Inisiatif ini menjadi bagian dari delapan […]

  • Mengapa Kaderisasi Partai Politik Penting bagi Masa Depan Demokrasi?

    Mengapa Kaderisasi Partai Politik Penting bagi Masa Depan Demokrasi?

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Siribee.com – Setiap menjelang pemilihan umum, perhatian masyarakat biasanya tertuju pada nama-nama calon yang akan memperebutkan jabatan politik. Rekam jejak, popularitas, dukungan partai, hingga peluang kemenangan menjadi bahan perbincangan. Namun, ada satu pertanyaan yang jarang mendapat tempat dalam perdebatan tersebut: melalui proses seperti apa seseorang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin? Pertanyaan ini penting karena kualitas demokrasi […]

  • Pansel KPU dan Bawaslu Segera Diumumkan, Integritas Penyelenggara Pemilu Jadi Sorotan

    Pansel KPU dan Bawaslu Segera Diumumkan, Integritas Penyelenggara Pemilu Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    JAKARTA, Siribee.com – Pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk periode 2027–2032 memasuki tahap penting. Pemerintah disebut telah merampungkan persiapan pembentukan tim seleksi yang akan berperan dalam menentukan calon penyelenggara Pemilu 2029. Perkembangan tersebut disampaikan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera […]

  • Riwayat Pendidikan Gibran Berdasarkan Data KPU

    Riwayat Pendidikan Gibran Berdasarkan Data KPU

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 673
    • 0Komentar

    JAKARTA, Siribee.com – Riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu informasi yang tercantum dalam dokumen pencalonannya sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024 yang dipublikasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui infopemilu.kpu.go.id. Berdasarkan penelusuran Siribee.com pada Portal Publikasi KPU, 23 September 2026, riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka tercatat mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan […]

  • Teungku Chik Pante Geulima: Ulama, Panglima Perang dan Penjaga Martabat Aceh

    Teungku Chik Pante Geulima: Ulama, Panglima Perang dan Penjaga Martabat Aceh

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Siribee.com – Aceh tidak pernah kekurangan tokoh besar dalam sejarahnya. Tanah yang dikenal sebagai Serambi Mekkah itu melahirkan banyak ulama, pejuang, dan pemimpin rakyat yang mengabdikan hidupnya demi agama dan tanah air. Namun di antara nama-nama besar tersebut, Teungku Chik Pante Geulima menempati tempat yang istimewa. Ia bukan hanya dikenang sebagai ulama, tetapi juga panglima perang […]

  • Memahami Sistem Pemilu Indonesia: Ketika Suara Rakyat Dikonversi Menjadi Kekuasaan

    Memahami Sistem Pemilu Indonesia: Ketika Suara Rakyat Dikonversi Menjadi Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu sering dipahami secara sederhana, rakyat datang ke tempat pemungutan suara, mencoblos, lalu memilih pemimpin dan wakilnya. Padahal, di balik satu surat suara terdapat desain demokrasi yang jauh lebih kompleks. Sistem pemilu menentukan bagaimana suara rakyat diterjemahkan menjadi kursi, siapa yang memperoleh kekuasaan, bagaimana keterwakilan dibentuk, dan pada akhirnya bagaimana kebijakan negara ditentukan. Karena […]

expand_less