Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Berita » Ratna Dewi Dorong Kampus Perkuat Pendidikan Etik Pemilu

Ratna Dewi Dorong Kampus Perkuat Pendidikan Etik Pemilu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALU, Siribee.com – Pendidikan etika pemilu dinilai perlu diperkuat di lingkungan perguruan tinggi agar mahasiswa tidak hanya memahami prinsip demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu mengenali dan mencegah pelanggaran etik dalam praktik penyelenggaraan pemilu.

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Ratna Dewi Pettalolo, mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam upaya tersebut. Salah satunya melalui pembelajaran yang mengkaji langsung fakta dan putusan perkara pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.

Gagasan itu disampaikan Ratna Dewi saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pendidikan Etik Pemilu bersama pimpinan dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Palu (UNISMUH Palu), di Aula Fakultas Hukum kampus tersebut, Sulawesi Tengah, Rabu (28/10/2026).

Menurut Ratna Dewi, pembelajaran etika pemilu akan lebih bermakna apabila mahasiswa tidak berhenti pada pemahaman konsep. Mereka juga perlu mempelajari bagaimana prinsip etika diterapkan, termasuk melalui pemeriksaan fakta dalam perkara yang pernah ditangani DKPP.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memahami bentuk-bentuk pelanggaran etik, proses penanganannya, hingga pertimbangan yang mendasari putusan. Pengetahuan ini diharapkan membantu mereka mengenali persoalan integritas sekaligus merumuskan langkah pencegahan.

Ratna Dewi menjelaskan, DKPP telah menyiapkan materi Pendidikan Etik Pemilu yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi. Kampus juga diberi ruang untuk menyampaikan masukan mengenai metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan akademik.

Pendidikan etik pemilu, menurut dia, tidak harus terbatas pada kegiatan sosialisasi. Materinya berpeluang dikembangkan menjadi mata kuliah tersendiri atau diintegrasikan ke dalam mata kuliah yang telah tersedia, khususnya di Fakultas Hukum.

Selain pengembangan materi, DKPP juga membuka peluang program magang bagi mahasiswa UNISMUH Palu apabila kerja sama dengan Fakultas Hukum dapat direalisasikan.

Ratna Dewi memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis karena memiliki sumber daya dan jangkauan untuk menanamkan nilai-nilai etika kepada generasi muda. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pemilih yang memahami hak politiknya, tetapi juga diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga kualitas demokrasi.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membantu mencegah praktik yang merusak integritas pemilu, termasuk penggunaan cara-cara melanggar hukum untuk memperoleh suara, intervensi, dan ancaman terhadap pihak lain.

Diskusi di UNISMUH Palu turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Sudirman, Dekan Fakultas Hukum Maisa, serta jajaran pimpinan fakultas dan program studi. Hadir pula Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah Nasrun, Anggota Bawaslu Sulawesi Tengah Rasyidi Bakri, Ketua KPU Sulawesi Tengah Darmiati, dan Kepala Sekretariat KPU Sulawesi Tengah Muhammad Taufiq.

Melalui penguatan pendidikan etik di kampus, DKPP berharap pemahaman tentang integritas pemilu dapat tumbuh sejak dini. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pendidikan demokrasi agar generasi muda memahami bahwa kualitas pemilu tidak hanya ditentukan oleh hasil penghitungan suara, tetapi juga oleh proses yang jujur, adil, dan bebas dari pelanggaran.

Tags
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bendera Bulan Bintang Aceh: Sejarah, Makna dan Perjalanannya hingga Sekarang

    Bendera Bulan Bintang Aceh: Sejarah, Makna dan Perjalanannya hingga Sekarang

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Siribee.com » Bendera Bulan Bintang Aceh merupakan salah satu simbol yang paling banyak diperbincangkan dalam perjalanan sejarah politik dan identitas Aceh. Bendera dengan warna dasar merah, garis hitam dan putih, serta gambar bulan dan bintang lima di bagian tengah ini tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga berkaitan erat dengan sejarah panjang Aceh, konflik bersenjata, proses perdamaian, […]

  • KPU Coktas Data Pemilih, Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan Warga

    KPU Coktas Data Pemilih, Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan Warga

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Yusrijal Abdar
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Siribee.com » Data pemilih bisa berubah kapan saja, ada yang pindah alamat, ada yang baru berusia 17 tahun, ada pula anggota keluarga yang meninggal dunia. Perubahan seperti ini perlu diikuti dengan pembaruan data pemilih agar daftar yang dimiliki penyelenggara pemilu tetap sesuai dengan kondisi masyarakat. Untuk memastikan hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan Pemutakhiran […]

  • Bagaimana DPT Disusun?

    Bagaimana DPT Disusun?

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Siribee.com » DPT Pemilu 2029 tidak disusun secara tiba-tiba menjelang hari pemungutan suara. Di balik daftar pemilih yang nantinya digunakan di tempat pemungutan suara, ada proses panjang untuk memperbarui, memeriksa dan memelihara data pemilih. Bagi masyarakat, istilah Daftar Pemilih Tetap atau DPT mungkin terdengar sederhana. Namun, menyusun daftar yang memuat jutaan warga negara yang memiliki […]

  • Mendorong Pemilih ke TPS, Apa Strategi Partai Politik?

    Mendorong Pemilih ke TPS, Apa Strategi Partai Politik?

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memperoleh suara terbanyak, ada persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni seberapa banyak warga menggunakan hak pilihnya. Demokrasi membutuhkan kehadiran warga, bukan sekadar kompetisi antar peserta pemilu. Pada Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat partisipasi pemilih sebesar 81,78 persen untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. […]

  • Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi: Hak dan Batasannya

    Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi: Hak dan Batasannya

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Oleh: Yusri Razali — Komisioner KIP Banda Aceh Kebebasan berpendapat merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Tanpa kebebasan menyampaikan kritik, mempertanyakan kebijakan, menyampaikan keberatan, atau menawarkan gagasan yang berbeda, demokrasi mudah berubah menjadi sekadar prosedur pergantian kekuasaan tanpa partisipasi publik yang bermakna. Di Indonesia, kebebasan berpendapat bukan sekadar nilai politik, melainkan hak konstitusional yang dijamin […]

  • Tahapan Pemilu 2029 Diperkirakan Dimulai Juni 2027, KPU Hadapi Sejumlah Tantangan

    Tahapan Pemilu 2029 Diperkirakan Dimulai Juni 2027, KPU Hadapi Sejumlah Tantangan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    JAKARTA, Siribee.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memperkirakan tahapan Pemilu 2029 mulai berjalan sekitar Juni 2027. Dengan perkiraan tersebut, penyelenggara memiliki waktu sekitar 20 hingga 22 bulan untuk mempersiapkan seluruh rangkaian tahapan menuju pesta demokrasi nasional lima tahunan itu. Perkiraan tersebut disampaikan Komisioner KPU RI August Mellaz dalam Forum Populi 2026 bertajuk “Di Balik Mangkraknya […]

expand_less