Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Demokrasi » Banyak Negara Maju dan Demokrasi Besar Tetap Memilih Kertas

Banyak Negara Maju dan Demokrasi Besar Tetap Memilih Kertas

  • account_circle Yusri Razali
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Anggapan bahwa negara maju telah sepenuhnya beralih ke pemilu elektronik tidak sepenuhnya tepat. Faktanya, banyak negara dengan sistem demokrasi mapan masih mempertahankan surat suara kertas sebagai instrumen utama pemungutan suara.

Di Jerman, penggunaan evoting dihentikan setelah Mahkamah Konstitusi Federal pada 2009 menyatakan bahwa proses pemilu harus dapat dipahami dan diawasi secara langsung oleh warga negara tanpa memerlukan pengetahuan teknis khusus.

Belanda juga kembali menggunakan surat suara kertas setelah muncul kekhawatiran terkait keamanan dan transparansi pemungutan suara elektronik yang sebelumnya digunakan.

Di Prancis, pemilu nasional sebagian besar masih menggunakan surat suara kertas yang dihitung secara manual. Pemerintah Prancis bahkan pernah membatasi penggunaan pemungutan suara melalui internet dalam beberapa pemilihan karena pertimbangan keamanan siber.

Sementara itu, Irlandia membatalkan rencana penggunaan pemungutan suara elektronik setelah mendapat kritik dari publik dan para ahli terkait transparansi serta biaya yang tinggi.

Negara-negara Nordik seperti Norwegia dan Finlandia juga masih mengandalkan surat suara kertas dalam pemilu nasional mereka. Norwegia bahkan menghentikan proyek uji coba pemungutan suara melalui internet setelah evaluasi menunjukkan bahwa manfaat yang diperoleh belum sebanding dengan potensi risikonya.

Di luar Eropa, Kanada, Australia, dan Selandia Baru tetap menggunakan surat suara kertas sebagai metode utama pemungutan suara. Ketiga negara tersebut dikenal memiliki tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap proses pemilu mereka.

India: Demokrasi Terbesar dengan Sistem Hibrida

Salah satu contoh yang menarik adalah India, negara dengan jumlah pemilih terbesar di dunia yang mencapai lebih dari 900 juta orang.

India memang menggunakan Electronic Voting Machine (EVM) secara luas sejak awal 2000-an. Namun sistem tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan bukti fisik suara. Untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik, India menerapkan Voter Verifiable Paper Audit Trail (VVPAT), yaitu sistem yang mencetak bukti pilihan pemilih dalam bentuk kertas yang dapat diverifikasi.

Dengan demikian, meskipun proses pemungutan suara dilakukan menggunakan mesin elektronik, tetap tersedia jejak audit fisik yang dapat digunakan apabila diperlukan penghitungan ulang atau pemeriksaan hasil pemilu.

Model India menunjukkan bahwa bahkan negara yang relatif maju dalam penggunaan teknologi pemilu tetap menganggap keberadaan bukti fisik sebagai elemen penting dalam menjaga integritas proses demokrasi.

Tren Global: Teknologi Membantu, Kertas Tetap Menjadi Pengaman

Pengalaman berbagai negara menunjukkan adanya pola yang menarik. Alih-alih mengganti surat suara kertas sepenuhnya, banyak negara justru mengembangkan sistem hibrida yang memadukan teknologi dengan bukti fisik yang dapat diaudit.

Pendekatan ini didasarkan pada prinsip bahwa teknologi dapat meningkatkan efisiensi, tetapi legitimasi pemilu tetap bergantung pada kemampuan masyarakat untuk memverifikasi hasil secara transparan.

Karena itu, ketika membahas masa depan pemilu, pertanyaan yang relevan bukanlah apakah kertas akan digantikan oleh teknologi, melainkan bagaimana teknologi dapat digunakan tanpa mengurangi transparansi, keamanan, dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

  • Penulis: Yusri Razali
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterwakilan Perempuan 30 Persen di KPU: Antara Afirmasi dan Meritokrasi

    Keterwakilan Perempuan 30 Persen di KPU: Antara Afirmasi dan Meritokrasi

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Pemerintah menilai upaya meningkatkan keterwakilan perempuan dalam lembaga penyelenggara pemilu perlu berjalan beriringan dengan prinsip meritokrasi. Target keterwakilan perempuan sebesar 30 persen tidak semestinya mengesampingkan kompetensi, integritas, independensi dan profesionalitas calon penyelenggara pemilu. Pandangan tersebut disampaikan pemerintah dalam sidang pengujian materiil Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 10 […]

  • Suara Rakyat dalam Perspektif Islam

    Suara Rakyat dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Oleh: Tgk. Muhammad Yusuf, S.Ag, M.Pd Dosen Fisip Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Siribee.com » Demokrasi sering kali berhenti pada satu angka, berapa suara yang diperoleh. Setelah suara dihitung, pemenang diumumkan dan jabatan dibagi, seolah-olah urusan rakyat telah selesai, padahal tidak. Dalam perspektif Islam, suara rakyat bukan sekadar angka dalam kotak suara. Di […]

  • 5 Kunci Rahasia yang Dipakai Orang Sukses Dunia

    5 Kunci Rahasia yang Dipakai Orang Sukses Dunia

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Kesuksesan selalu menjadi tujuan yang diinginkan setiap individu, baik di ranah pekerjaan, bisnis, maupun aspek personal. Namun, sukses bukanlah sesuatu yang datang secara instan. Dibutuhkan usaha, konsistensi dan pola pikir yang tepat untuk mencapainya. Ada lima kata kunci penting yang dapat menjadi bekal dalam perjalanan menuju kesuksesan. 1. Visi Visi adalah arah yang jelas tentang […]

  • Cek DPT Online 2026 dengan NIK, Begini Langkahnya

    Cek DPT Online 2026 dengan NIK, Begini Langkahnya

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Siribee.com » Masyarakat yang ingin memastikan status data pemilih dapat melakukan pengecekan secara online tanpa harus datang langsung ke kantor penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengecekan dilakukan dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor telepon yang aktif melalui layanan yang disediakan untuk pemutakhiran data pemilih. Bagi yang ingin memastikan apakah namanya sudah tercatat […]

  • Jaga Integritas Pemilu, Zainal Abidin Dorong Kembali ke Sistem Proporsional Tertutup

    Jaga Integritas Pemilu, Zainal Abidin Dorong Kembali ke Sistem Proporsional Tertutup

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Banda Aceh – Wacana kembali ke sistem pemilu proporsional dengan daftar calon tertutup mencuat dalam bedah buku seri kedua Menjaga Integritas Pemungutan dan Penghitungan Suara yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh, Kamis (10/9/2026). Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK), Dr. Zainal Abidin, S.H., M.Si., M.H., […]

  • Parliamentary Threshold 5 Persen untuk Pemilu 2029, Apa Artinya?

    Parliamentary Threshold 5 Persen untuk Pemilu 2029, Apa Artinya?

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Wacana menaikkan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen menjadi 5 persen kembali menjadi perhatian dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu menjelang Pemilu 2029. Sejumlah partai politik telah menyatakan dukungan terhadap angka 5 persen. Namun, angka tersebut belum menjadi ketentuan hukum yang berlaku. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa usulan parliamentary […]

expand_less