Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending
Beranda » Berita » Abdul El-Sayed Cetak Sejarah, Muslim Pertama yang Terpilih ke Senat AS

Abdul El-Sayed Cetak Sejarah, Muslim Pertama yang Terpilih ke Senat AS

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salam Apresiasi

Jika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme positif.

MICHIGAN, Siribee.com – Sejarah baru tercipta dalam politik Amerika Serikat. Abdul El-Sayed berhasil memenangkan pemilihan anggota Senat dari Michigan dan menjadi Muslim pertama yang terpilih menduduki kursi di lembaga legislatif tersebut.

Politikus Partai Demokrat itu mengalahkan kandidat Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan yang berlangsung pada 3 November 2026. Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi El-Sayed, sekaligus membuka babak baru keterwakilan Muslim dalam politik nasional Amerika Serikat.

El-Sayed bukan sosok yang baru muncul dalam dunia politik. Pria berusia 42 tahun itu telah lama berkecimpung di bidang kesehatan masyarakat dan pemerintahan. Sebelum mencalonkan diri sebagai senator, ia pernah memimpin Departemen Kesehatan Kota Detroit pada 2015 hingga 2017.

Lahir di Rochester Hills, Michigan, El-Sayed berasal dari keluarga imigran Mesir. Ia menempuh pendidikan di University of Michigan sebelum melanjutkan studi ke University of Oxford, Inggris. Di kampus tersebut, ia meraih gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat pada 2011 melalui program beasiswa Rhodes.

Pendidikan kedokterannya kemudian diselesaikan di Columbia University pada 2014. Bekal akademik itu menjadi dasar perjalanan kariernya di sektor kesehatan, sebelum akhirnya memasuki arena politik.

Setelah meninggalkan jabatan di Detroit, El-Sayed melanjutkan pengabdiannya di Wayne County. Pada 2023 hingga 2025, ia memimpin bidang kesehatan, layanan kemanusiaan, dan veteran di wilayah yang mencakup Detroit tersebut.

Dari pencalonan gubernur menuju kursi Senat

Perjalanan El-Sayed menuju panggung politik nasional tidak berlangsung dalam waktu singkat. Pada 2018, ia pernah mencoba merebut tiket Partai Demokrat untuk pemilihan gubernur Michigan. Namun, upaya tersebut belum berhasil setelah ia kalah dari Gretchen Whitmer.

Ia kembali mencoba peruntungan politik pada 2026 dengan mengikuti persaingan untuk kursi Senat. Sebelum menghadapi kandidat Partai Republik, El-Sayed terlebih dahulu harus melewati pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.

Dalam persaingan itu, ia berhadapan dengan anggota DPR AS Haley Stevens. El-Sayed berhasil memenangkan pertarungan internal partai dan melanjutkan langkahnya ke pemilihan umum.

Sejumlah tokoh progresif Partai Demokrat turut memberikan dukungan, termasuk Senator Bernie Sanders, anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez, dan Rashida Tlaib.

Selama kampanye, El-Sayed mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia mendorong perluasan akses layanan kesehatan melalui program Medicare for All, penurunan biaya perumahan, serta pembatasan pengaruh kelompok kaya dalam pendanaan politik.

Baginya, persoalan biaya hidup dan akses terhadap layanan dasar menjadi bagian penting dari agenda perubahan yang perlu diperjuangkan melalui lembaga pemerintahan.

Sikap terhadap Gaza menjadi perhatian

Selain isu ekonomi dan kesehatan, pandangan El-Sayed mengenai konflik Timur Tengah juga menjadi sorotan selama kampanye.

Ia secara terbuka mengkritik dukungan militer Amerika Serikat kepada Israel, terutama dalam kaitannya dengan operasi militer di Gaza. El-Sayed menyebut tindakan Israel sebagai genosida dan meminta Washington menghentikan bantuan militer tanpa syarat kepada negara tersebut.

Pandangan itu menempatkannya dalam perdebatan politik yang cukup tajam. Dukungan Amerika terhadap Israel merupakan salah satu isu yang membelah pandangan masyarakat dan elite politik di negara tersebut.

Latar belakang keluarga dan identitas agamanya juga ikut mewarnai perjalanan kampanye. El-Sayed menghadapi kritik dari sejumlah tokoh Partai Republik yang mengangkat isu agama dan asal-usul keluarganya.

Namun, ia memilih mengembalikan perhatian pada persoalan yang menjadi agenda kampanyenya, terutama tekanan ekonomi, biaya hidup, dan layanan publik.

Kemenangan di Michigan kini mengantarkan El-Sayed ke Senat Amerika Serikat. Ia dijadwalkan mulai menjalankan tugas sebagai senator pada 3 Januari 2027.

Terpilihnya El-Sayed menjadi catatan tersendiri dalam sejarah politik Amerika. Perjalanan seorang anak imigran Mesir yang mengawali karier di bidang kesehatan masyarakat hingga berhasil meraih kursi Senat memperlihatkan semakin beragamnya latar belakang tokoh yang hadir dalam lembaga politik negara tersebut.

  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Perketat Pemutakhiran Data Parpol melalui Sipol

    KPU Perketat Pemutakhiran Data Parpol melalui Sipol

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Salam ApresiasiJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme positif.Traktir Kopi ›JAKARTA, Siribee.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memperketat tata kelola pemutakhiran data partai politik melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Jajaran KPU daerah diminta memastikan setiap hasil verifikasi dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun substantif. Penegasan itu tertuang […]

  • Secangkir Kopi di Sepertiga Malam

    Secangkir Kopi di Sepertiga Malam

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Salam ApresiasiJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme positif.Traktir Kopi › Oleh: Lebah Senja Malam selalu datang dengan caranya sendiri. Ia tidak pernah tergesa-gesa. Perlahan ia menghapus warna jingga di ufuk barat, menyalakan bintang-bintang, lalu membungkus bumi dengan kesunyian yang hanya dipahami oleh mereka yang mencintainya. Di saat rumah-rumah […]

  • Pansel KPU dan Bawaslu Segera Diumumkan, Integritas Penyelenggara Pemilu Jadi Sorotan

    Pansel KPU dan Bawaslu Segera Diumumkan, Integritas Penyelenggara Pemilu Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Salam ApresiasiJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme positif.Traktir Kopi ›JAKARTA, Siribee.com – Pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk periode 2027–2032 memasuki tahap penting. Pemerintah disebut telah merampungkan persiapan pembentukan tim seleksi yang akan berperan dalam menentukan calon […]

  • Kisah Tiga Ulama Sufi yang Dianggap Gila Karena Cintanya Terlalu Dalam kepada Tuhan

    Kisah Tiga Ulama Sufi yang Dianggap Gila Karena Cintanya Terlalu Dalam kepada Tuhan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Salam ApresiasiJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme positif.Traktir Kopi ›Siribee.com – Di setiap zaman, selalu ada jiwa yang melampaui batas nalar manusia biasa. Mereka berbicara tentang Tuhan dengan bahasa cinta, bukan logika. Bagi sebagian orang, mereka dianggap sesat, aneh, bahkan gila, padahal mungkin merekalah yang paling sadar akan kehadiran-Nya. […]

  • Pemilu, Pilkada dan Demokrasi: Apa Bedanya? 5.03 Play Button

    Pemilu, Pilkada dan Demokrasi: Apa Bedanya?

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Salam ApresiasiJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme positif.Traktir Kopi ›Siribee.com – Pemilu dan Pilkada sama-sama memberi kesempatan kepada rakyat untuk menentukan pemimpin melalui suara. Meski demikian, keduanya memiliki tujuan, cakupan, dan dasar hukum yang berbeda dalam sistem politik Indonesia. Istilah Pemilu dan Pilkada hampir selalu muncul dalam pembicaraan […]

  • Keterwakilan Perempuan 30 Persen di KPU: Antara Afirmasi dan Meritokrasi

    Keterwakilan Perempuan 30 Persen di KPU: Antara Afirmasi dan Meritokrasi

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Salam ApresiasiJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme positif.Traktir Kopi ›Siribee.com » Jakarta – Pemerintah menilai upaya meningkatkan keterwakilan perempuan dalam lembaga penyelenggara pemilu perlu berjalan beriringan dengan prinsip meritokrasi. Target keterwakilan perempuan sebesar 30 persen tidak semestinya mengesampingkan kompetensi, integritas, independensi dan profesionalitas calon penyelenggara pemilu. Pandangan tersebut disampaikan pemerintah […]

expand_less