Rukun, Wajib dan Larangan Umrah: Panduan Lengkap untuk Jamaah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
- schedule 4 menit baca
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Siribee.com » Umrah termasuk ibadah sunnah yang memiliki nilai rohani tinggi dan mampu memperkuat keimanan setiap Muslim. Agar ibadah umrah sah dan diterima, setiap jamaah perlu memahami rukun, wajib serta larangan umrah. Artikel ini menjelaskan ketiganya secara lengkap dan mudah dipahami.
Umrah adalah ibadah yang dilaksanakan di Mekah, tempat suci yang menjadi tujuan setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kegiatan ibadah ini meliputi ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Meski bersifat sunnah, umrah sangat dianjurkan karena mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendatangkan pahala besar.
Rukun umrah adalah hal-hal yang harus dilakukan agar ibadah umrah sah. Tanpa melaksanakan rukun, ibadah umrah tidak dianggap sah. Berikut rukun umrah:
Ihram merupakan keadaan suci yang dimulai dengan niat umrah. Pria menggunakan dua kain sebagai pakaian ihram, sementara wanita mengenakan busana tertutup yang hanya memperlihatkan wajah dan telapak tangan. Niat umrah diucapkan saat mengenakan ihram.
Niat umrah harus dilakukan di miqat pada saat awal mengenakan ihram, sebagai tanda kesungguhan jamaah dalam melaksanakan ibadah.
Lafadz Niat Umrah:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى. لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Artinya: Aku berniat melaksanakan umrah dengan berihram hanya karena Allah Ta‘ala. Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah.”
Tawaf merupakan ibadah mengelilingi Ka’bah tujuh kali, dimulai dari Hajar Aswad, dengan sikap tertib, penuh kekhusyukan, dan kesadaran spiritual yang tinggi.
Sa’i dilakukan dengan berjalan atau berlari ringan antara bukit Safa dan Marwah. Sa’i dimulai dari bukit Safa menuju bukit Marwah. Prosesnya dilakukan bolak-balik sebanyak tujuh kali untuk mengingatkan pada perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Ismail AS.
Tahallul dilakukan dengan mencukur sebagian rambut (pria) atau memotong sebagian rambut (wanita) setelah sa’i selesai, menandai berakhirnya ihram.
Rukun umrah harus dilakukan sesuai urutan, mulai dari ihram, tawaf hingga tahallul.
Selain rukun, ada juga wajib umrah yang perlu diperhatikan jamaah. Jumlahnya ada dua, yaitu:
Miqat adalah titik awal dimulainya ibadah umrah. Ketika tiba di miqat, jamaah mulai mengucapkan niat sebagai tanda dimulainya ibadah umrah. Bagi jamaah laki-laki, sejak saat itu pakaian ihram wajib dikenakan.
Ada lima miqat yang bisa menjadi pilihan, yakni Dzul Hulaifah, Juhfah, Qarnul Manazil, Yalamlam, dan Dzatu Irqin. Jamaah dapat mengambil miqat sesuai dengan jalur perjalanan menuju Mekkah.
Begitu niat umrah diucapkan, maka seluruh larangan ihram otomatis berlaku. Jika ada yang dilanggar, jamaah wajib menunaikan kafarat (denda) sebagai gantinya.
👉 Perlu dipahami perbedaan antara rukun dan wajib umrah:
- Jika rukun ditinggalkan, maka umrah tidak sah.
- Jika wajib ada yang terlewat atau dilanggar, umrah tetap sah, tetapi harus diganti dengan dam atau kafarat.
Selama ihram, suami istri dilarang melakukan hubungan intim sampai tahallul (mengakhiri ihram).
Jamaah tidak boleh memotong rambut atau kuku selama ihram.
Penggunaan parfum atau minyak wangi dilarang untuk menjaga kesucian ihram.
- Pria: Tidak boleh memakai pakaian yang menjahit (misalnya baju biasa atau celana panjang), hanya dua helai kain putih.
- Wanita: Dilarang menutup wajah atau tangan dengan niat menutupi secara khusus, pakaian harus sopan.
Tidak boleh berburu, membunuh, atau menyakiti hewan yang halal.
Dihimbau untuk menjaga sikap, menghindari pertengkaran, perkataan kasar, atau perilaku buruk.
Menyentuh atau memotong tanaman di sekitar Masjidil Haram atau Masjid Nabawi dilarang.
- Pelajari doa-doa saat tawaf dan sa’i.
- Ikuti urutan rukun dan wajib dengan tertib.
- Jaga adab dan kesabaran selama ibadah.
- Bersihkan hati dari niat duniawi dan fokus pada ibadah.
Dengan memahami rukun dan wajib umrah, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan benar dan mendapatkan pahala maksimal. Semoga umrah menjadi pengalaman spiritual yang menyentuh hati dan meningkatkan keimanan.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar