Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemilu » Mengupas Sistem Pemilu Korea Utara, Begini Cara Mereka Pilih Wakil Rakyat

Mengupas Sistem Pemilu Korea Utara, Begini Cara Mereka Pilih Wakil Rakyat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Sistem Pemilu di Korea Utara tetap digelar secara berkala untuk memilih anggota Majelis Rakyat Tertinggi atau Supreme People’s Assembly (SPA). Namun, mekanisme pemilihannya berbeda dengan sistem pemilu kompetitif yang dikenal di banyak negara demokrasi.

Secara resmi, pemilu menjadi bagian dari sistem politik Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK). Akan tetapi, kandidat yang maju bukanlah hasil persaingan terbuka antarpartai. Kandidat telah diseleksi melalui struktur politik yang didominasi Partai Buruh Korea atau Korean Workers’ Party (KWP).

Korea Utara memang memiliki partai politik lain. Namun, partai-partai tersebut tergabung dalam Front Demokratis untuk Reunifikasi Tanah Air dan tidak berfungsi sebagai oposisi yang bersaing untuk mengambil alih pemerintahan. Freedom House mencatat, kandidat untuk SPA telah ditentukan sebelumnya dan masing-masing maju tanpa lawan.

Satu Daerah Pemilihan, Satu Kandidat

Inilah salah satu perbedaan paling mencolok dalam sistem pemilu Korea Utara. Dalam pemilu legislatif, pemilih tidak dihadapkan pada sejumlah kandidat yang saling berebut satu kursi.

Setiap daerah pemilihan memiliki kandidat yang telah ditetapkan sebelumnya. Secara formal, pemilih tetap memberikan suara untuk menyetujui atau menolak kandidat tersebut. Namun, tidak tersedia pilihan kandidat alternatif yang dapat dipilih untuk menggantikan calon yang diajukan.

Karena itu, pemilu di Korea Utara lebih tepat dipahami sebagai proses konfirmasi terhadap kandidat yang telah ditentukan daripada kompetisi untuk memperebutkan kekuasaan politik.

SPA sendiri merupakan parlemen unikameral dengan 687 kursi. Anggotanya memiliki masa jabatan lima tahun. Dalam pemilu 2019, seluruh kursi diisi kandidat yang telah ditentukan sebelumnya. Tingkat partisipasi yang diumumkan pemerintah mencapai 99,99 persen.

Mengapa Angka Partisipasinya Hampir 100 Persen?

Tingginya partisipasi menjadi salah satu karakteristik pemilu Korea Utara. Dalam sistem tersebut, memilih bukan sekadar aktivitas politik sukarela seperti yang umum terjadi dalam pemilu demokratis.

Freedom House mencatat bahwa pemungutan suara diwajibkan bagi warga berusia setidaknya 17 tahun. Organisasi itu juga menyebut struktur pemilu Korea Utara tidak memberikan ruang bagi oposisi untuk menantang kepemimpinan yang berkuasa.

Dengan kondisi tersebut, angka partisipasi yang mendekati 100 persen perlu dibaca dalam konteks sistem politik Korea Utara. Angka tersebut tidak dapat secara otomatis dimaknai sebagai bukti adanya persaingan politik atau kebebasan memilih yang setara dengan negara demokrasi.

Bukan Sekadar Memilih Wakil Rakyat

Ada hal penting yang sering luput ketika membahas pemilu Korea Utara. Pemilu di negara tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengisian kursi legislatif, tetapi juga menjadi bagian dari mekanisme politik negara.

SPA secara formal memiliki fungsi legislatif dan berperan dalam pengesahan kebijakan serta pemilihan sejumlah pejabat negara. Namun, Freedom House menilai kebijakan utama tetap ditentukan oleh Kim Jong-un dan lingkaran kepemimpinan di sekitarnya.

Karena itu, keberadaan pemilu tidak otomatis berarti terjadi pergantian kekuasaan melalui suara rakyat. Pemilu dapat tetap berlangsung secara rutin, sementara struktur kekuasaan politik tidak memberikan kesempatan nyata kepada kelompok oposisi untuk memenangkan pemerintahan.

Apa yang Membuat Sistem Ini Berbeda?

Perbedaan mendasarnya terletak pada kompetisi politik. Dalam demokrasi elektoral, pemilu idealnya menyediakan pilihan nyata bagi masyarakat, memungkinkan kandidat atau partai bersaing, serta membuka peluang terjadinya pergantian kekuasaan.

Kondisi tersebut tidak ditemukan dalam sistem Korea Utara. Freedom House dalam laporan 2026 menempatkan Korea Utara sebagai negara “Not Free” dengan skor kebebasan 3 dari 100. Lembaga itu juga memberikan nilai nol untuk sejumlah indikator utama, termasuk pemilu legislatif yang bebas dan adil serta peluang oposisi memperoleh kekuasaan melalui pemilu.

Dengan demikian, memahami pemilu Korea Utara tidak cukup hanya melihat adanya surat suara, tempat pemungutan suara, kandidat, dan angka partisipasi. Hal yang lebih penting adalah melihat seberapa besar pilihan politik yang benar-benar tersedia bagi pemilih.

Di sinilah letak nilai penting pemilu Korea Utara, secara prosedural, pemilu tetap berlangsung, tetapi secara substantif mekanismenya berbeda jauh dari pemilu yang menjadikan kompetisi dan pergantian kekuasaan sebagai inti demokrasi.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemulihan Ekonomi Aceh Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

    Pemulihan Ekonomi Aceh Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Oleh: Nasrul Sufi Direktur Aceh Social Development (ASD) / Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Siribee.com » Pertumbuhan ekonomi biasanya disambut dengan kabar baik, angka yang naik dianggap sebagai tanda bahwa perekonomian bergerak ke arah yang lebih baik. Tetapi bagi masyarakat, terutama mereka yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, pertanyaan yang muncul sebenarnya sederhana, apa yang […]

  • Bagaimana Islam Memandang Seorang Pemimpin?

    Bagaimana Islam Memandang Seorang Pemimpin?

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemimpin negara adalah faktor penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika ingin rakyatnya makmur dan sejahtera, maka sebuah negara harus mempunyai pemimpin yang jujur, cerdas, amanah serta menyampaikan kebenaran. Namun, apabila yang terjadi justru sebaliknya, yakni seorang pemimpin bersikap tidak jujur, kurang cakap, menyalahgunakan kekuasaan, dan bertindak zalim terhadap rakyat, maka akibat yang timbul adalah […]

  • Mendorong Pemilih ke TPS, Apa Strategi Partai Politik?

    Mendorong Pemilih ke TPS, Apa Strategi Partai Politik?

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memperoleh suara terbanyak, ada persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni seberapa banyak warga menggunakan hak pilihnya. Demokrasi membutuhkan kehadiran warga, bukan sekadar kompetisi antar peserta pemilu. Pada Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat partisipasi pemilih sebesar 81,78 persen untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. […]

  • Dari Meja Perundingan ke Bilik Suara: Jejak Panjang Partai Lokal Aceh

    Dari Meja Perundingan ke Bilik Suara: Jejak Panjang Partai Lokal Aceh

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Siribee.com » Sejarah partai lokal Aceh tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang konflik, perdamaian dan perubahan politik di provinsi paling barat Indonesia tersebut. Partai lokal bukan sekadar variasi dalam sistem kepartaian Indonesia, tetapi merupakan salah satu hasil penting dari proses perdamaian Aceh. Kehadirannya memberikan ruang baru bagi masyarakat Aceh untuk menyalurkan aspirasi melalui mekanisme politik […]

  • Allahu Akbar! Johan Temukan Islam di Tanah Serambi Mekkah

    Allahu Akbar! Johan Temukan Islam di Tanah Serambi Mekkah

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Siribee.com » Aceh Besar – Momen haru terjadi di Masjid Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Senin (1/9/2025) malam. Seorang pria bernama Johan (37), asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, resmi mengikrarkan diri memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Prosesi sakral tersebut berlangsung setelah pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah dan dipandu langsung oleh […]

  • Tahapan Pemilu 2029 Diperkirakan Dimulai Juni 2027, KPU Hadapi Sejumlah Tantangan

    Tahapan Pemilu 2029 Diperkirakan Dimulai Juni 2027, KPU Hadapi Sejumlah Tantangan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memperkirakan tahapan Pemilu 2029 mulai berjalan sekitar Juni 2027. Dengan perkiraan tersebut, penyelenggara memiliki waktu sekitar 20 hingga 22 bulan untuk mempersiapkan seluruh rangkaian tahapan menuju pesta demokrasi nasional lima tahunan itu. Perkiraan tersebut disampaikan Komisioner KPU RI August Mellaz dalam Forum Populi 2026 bertajuk “Di Balik Mangkraknya […]

expand_less