Beda Pandangan Bukan Alasan Bermusuhan
- account_circle Akmal Abzal
- calendar_month 20 jam yang lalu
- schedule 2 menit baca
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tgk. H. Akmal Abzal, SHI., MH.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menjaga Lisan dan Jemari di Era Media Sosial
Akmal mengingatkan bahwa menjaga persaudaraan semakin penting di tengah penggunaan media sosial. Perbedaan pendapat kerap berkembang menjadi pertengkaran ketika disertai hinaan, ejekan, dan komentar yang menyakiti orang lain.
Padahal, Allah SWT melarang suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 11. Rasulullah SAW juga mengajarkan agar orang beriman berkata baik atau diam, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim.
Menurut Akmal, pesan tersebut berlaku pula ketika seseorang menulis komentar atau membagikan informasi di media sosial.
“Sebelum berbicara atau menulis, tanyakan kepada diri sendiri, apakah ini benar, apakah perlu, apakah bermanfaat dan apakah cara menyampaikannya baik,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat membiasakan tabayyun, yaitu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, prinsip ini ditegaskan dalam Surah Al-Hujurat ayat 6.
Pesan WhatsApp, potongan video, maupun unggahan media sosial tidak seharusnya langsung dipercaya tanpa memeriksa sumber dan konteksnya. Informasi yang keliru dapat memicu kesalahpahaman, merusak nama baik, dan memperbesar perselisihan.
Bagi masyarakat Aceh, perbedaan latar belakang pendidikan, dayah, organisasi, profesi, tradisi dan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memutus silaturahmi. Akmal menegaskan, menjaga ukhuwah atau persaudaraan bukan berarti semua orang harus sepakat, melainkan tetap saling menghormati meskipun berbeda pandangan.
Ia mengajak masyarakat untuk mengutamakan kebaikan bersama, menjaga perkataan, dan tetap membantu sesama tanpa mempersoalkan perbedaan.
“Berbeda dalam pandangan, tetap bersatu dalam kebaikan. Berbeda dalam pilihan, tetap menjaga persaudaraan. Berbeda dalam cara, tetap peduli kepada sesama,” ujarnya.
Wakil Ketua PW NU Aceh itu menegaskan bahwa akhlak Islam perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata. Perbedaan tidak harus berakhir dengan permusuhan, masyarakat tetap bisa memiliki pandangan yang beragam tanpa kehilangan rasa hormat, kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.
- Penulis: Akmal Abzal

Saat ini belum ada komentar