Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Berita » Beda Pandangan Bukan Alasan Bermusuhan

Beda Pandangan Bukan Alasan Bermusuhan

  • account_circle Akmal Abzal
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • schedule 2 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menjaga Lisan dan Jemari di Era Media Sosial

Akmal mengingatkan bahwa menjaga persaudaraan semakin penting di tengah penggunaan media sosial. Perbedaan pendapat kerap berkembang menjadi pertengkaran ketika disertai hinaan, ejekan, dan komentar yang menyakiti orang lain.

Padahal, Allah SWT melarang suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 11. Rasulullah SAW juga mengajarkan agar orang beriman berkata baik atau diam, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim.

Menurut Akmal, pesan tersebut berlaku pula ketika seseorang menulis komentar atau membagikan informasi di media sosial.

“Sebelum berbicara atau menulis, tanyakan kepada diri sendiri, apakah ini benar, apakah perlu, apakah bermanfaat dan apakah cara menyampaikannya baik,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat membiasakan tabayyun, yaitu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, prinsip ini ditegaskan dalam Surah Al-Hujurat ayat 6.

Pesan WhatsApp, potongan video, maupun unggahan media sosial tidak seharusnya langsung dipercaya tanpa memeriksa sumber dan konteksnya. Informasi yang keliru dapat memicu kesalahpahaman, merusak nama baik, dan memperbesar perselisihan.

Bagi masyarakat Aceh, perbedaan latar belakang pendidikan, dayah, organisasi, profesi, tradisi dan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memutus silaturahmi. Akmal menegaskan, menjaga ukhuwah atau persaudaraan bukan berarti semua orang harus sepakat, melainkan tetap saling menghormati meskipun berbeda pandangan.

Ia mengajak masyarakat untuk mengutamakan kebaikan bersama, menjaga perkataan, dan tetap membantu sesama tanpa mempersoalkan perbedaan.

“Berbeda dalam pandangan, tetap bersatu dalam kebaikan. Berbeda dalam pilihan, tetap menjaga persaudaraan. Berbeda dalam cara, tetap peduli kepada sesama,” ujarnya.

Wakil Ketua PW NU Aceh itu menegaskan bahwa akhlak Islam perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata. Perbedaan tidak harus berakhir dengan permusuhan, masyarakat tetap bisa memiliki pandangan yang beragam tanpa kehilangan rasa hormat, kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.

  • Penulis: Akmal Abzal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisata Banda Aceh: 11 Tempat Ikonik yang Wajib Dikunjungi

    Wisata Banda Aceh: 11 Tempat Ikonik yang Wajib Dikunjungi

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Siribee.com » Banda Aceh dikenal sebagai “Kota Serambi Mekkah” yang menyimpan perpaduan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Kalau berkunjung ke ibu kota Aceh, inilah beberapa destinasi yang tidak boleh dilewatkan: 1. Masjid Raya Baiturrahman 🕌 Masjid megah dengan kubah hitam ini menjadi ikon Banda Aceh sekaligus simbol keteguhan masyarakat setelah diterpa tsunami 2004. Bukan cuma untuk […]

  • PDPB Triwulan II, KIP Banda Aceh Tetapkan 181.172 Pemilih, Pembaruan Data Terus Berlanjut

    PDPB Triwulan II, KIP Banda Aceh Tetapkan 181.172 Pemilih, Pembaruan Data Terus Berlanjut

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Siribee.com » Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh menetapkan hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 dengan jumlah pemilih sebanyak 181.172 orang, terdiri atas 86.883 pemilih laki-laki dan 94.289 pemilih perempuan. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat pleno rekapitulasi PDPB yang berlangsung pada Rabu (1/7). Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KIP […]

  • Pemilu 1977: Ketika Politik Indonesia Disederhanakan

    Pemilu 1977: Ketika Politik Indonesia Disederhanakan

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Perbedaan tersebut penting karena dalam pemilu, penyelenggara bukan sekadar pelaksana administrasi, ia merupakan institusi yang menentukan bagaimana aturan diterjemahkan menjadi proses. Mulai dari pendaftaran pemilih, penetapan peserta, pemungutan suara, penghitungan, hingga penetapan hasil, seluruh tahapan membutuhkan lembaga yang dipercaya dan memiliki ruang kerja yang profesional. Hasil Pemilu 1977 memperlihatkan dominasi Golkar. Dari 63.998.344 suara sah, […]

  • Bendera Bulan Bintang Aceh: Sejarah, Makna dan Perjalanannya hingga Sekarang

    Bendera Bulan Bintang Aceh: Sejarah, Makna dan Perjalanannya hingga Sekarang

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Siribee.com » Bendera Bulan Bintang Aceh merupakan salah satu simbol yang paling banyak diperbincangkan dalam perjalanan sejarah politik dan identitas Aceh. Bendera dengan warna dasar merah, garis hitam dan putih, serta gambar bulan dan bintang lima di bagian tengah ini tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga berkaitan erat dengan sejarah panjang Aceh, konflik bersenjata, proses perdamaian, […]

  • Pemulihan Ekonomi Aceh Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

    Pemulihan Ekonomi Aceh Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Di titik ini, kualitas sebuah program pemerintah sebenarnya bisa dilihat. Bukan hanya dari berapa besar anggaran yang tersedia atau berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan yang terjadi setelah program selesai. Apakah pendapatan penerima manfaat meningkat? Apakah ada lapangan kerja baru? Apakah produktivitas usaha bertambah? Apakah usaha masyarakat mampu bertahan tanpa terus bergantung pada […]

  • Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi: Hak dan Batasannya

    Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi: Hak dan Batasannya

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Batas kebebasan berpendapat di ruang digital Perkembangan media sosial membuat persoalan kebebasan berpendapat semakin kompleks. Dulu sebuah pernyataan mungkin hanya didengar oleh puluhan orang dalam sebuah pertemuan. Sekarang satu unggahan dapat menyebar kepada jutaan pengguna dalam hitungan jam. Karena itu, kebebasan berekspresi di internet tetap berada dalam kerangka hukum. UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang […]

expand_less