Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari 1999 ke 2024, Suara Tak Sah Terus Berulang di Aceh: Alarm untuk Pemilu 2029

Dari 1999 ke 2024, Suara Tak Sah Terus Berulang di Aceh: Alarm untuk Pemilu 2029

  • account_circle Yusri Razali
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika Pilihan Makin Banyak, Risiko Kesalahan Ikut Bertambah

Ada kecenderungan untuk melihat surat suara tidak sah sebagai akibat dari kesalahan pemilih. Pandangan itu tidak sepenuhnya keliru, tetapi terlalu sederhana jika digunakan untuk menjelaskan keseluruhan persoalan.

Pemilu 1999 berlangsung dengan pola yang relatif lebih sederhana, pemilih terutama berhadapan dengan pilihan partai politik. Situasinya berubah ketika sistem proporsional terbuka mulai diterapkan pada Pemilu 2004, pemilih tidak lagi hanya menentukan partai, tetapi juga berhadapan dengan nama-nama calon.

Kompleksitas tersebut kemudian menjadi bagian yang semakin nyata dalam pemilu-pemilu berikutnya.

Pada Pemilu 2009, misalnya, proporsi suara tidak sah untuk DPR secara nasional mencapai sekitar 14,4 persen, jauh di atas angka sekitar 3,4 persen pada Pemilu 1999.

Aceh juga memperlihatkan persoalan yang tidak jauh berbeda, pada Pemilu 2014, suara tidak sah tercatat 11,43 persen untuk DPR RI dan 14,34 persen untuk DPD, untuk DPRA, angkanya mencapai 8,26 persen.

Kemudian pemilu 2019 membawa tantangan lain, untuk pertama kalinya pemilu legislatif dan pemilihan presiden berlangsung serentak dalam satu hari, dengan lima jenis surat suara yang harus dihadapi pemilih.

Bagi penyelenggara, itu merupakan perubahan besar dalam manajemen pemilu, bagi masyarakat, konsekuensinya sederhana tetapi penting, semakin banyak hal yang harus dipahami dalam waktu yang sama.

Pemilih perlu mengetahui peserta pemilu, mengenali surat suara, memahami cara memberikan tanda dan mengetahui kondisi yang membuat pilihannya dinyatakan sah atau sebaliknya.

Karena itu, suara tidak sah tidak tepat jika semata-mata ditempatkan sebagai persoalan teknis di bilik suara, ia juga berkaitan dengan bagaimana sistem dirancang dan bagaimana informasi mengenai sistem tersebut diterima masyarakat.

Semakin rumit pilihan yang tersedia, semakin besar pula kebutuhan terhadap informasi yang mudah dipahami.

231.716 Suara yang Perlu Dibaca Lebih Jauh

Pemilu 2024 memberikan gambaran paling mutakhir, berdasarkan data KIP Aceh, suara tidak sah untuk DPR RI mencapai 231.716. Sebanyak 113.950 berada di Dapil Aceh I dan 117.766 di Dapil Aceh II.

Pada saat yang sama, Dapil Aceh I mencatat 1.762.959 suara, sementara Dapil Aceh II mencapai 1.516.486 suara.

Angka tersebut tentu tidak bisa serta-merta diterjemahkan sebagai kegagalan penyelenggara. Sebaliknya, seluruhnya juga tidak tepat jika dibebankan kepada pemilih.

Ada sejumlah kemungkinan yang perlu dilihat secara bersamaan, mulai dari tingkat pemahaman masyarakat terhadap surat suara, kualitas pendidikan pemilih, kemampuan petugas di TPS, kondisi tempat pemungutan suara, hingga proses penghitungan dan rekapitulasi.

Dengan kata lain, terdapat rangkaian panjang sebelum sebuah pilihan akhirnya tercatat sebagai suara sah.

Itulah sebabnya angka 231.716 penting untuk dilihat lebih dari sekadar hasil rekapitulasi.

Di balik angka tersebut terdapat ratusan ribu pilihan yang tidak masuk ke dalam perolehan suara sah, warga datang ke TPS, menggunakan hak politiknya, memberikan tanda pada surat suara, tetapi hasil akhirnya tidak ikut dihitung sebagai suara sah.

Di sini persoalan kualitas partisipasi muncul, selama ini keberhasilan partisipasi politik sering diukur dari tingkat kehadiran pemilih di TPS.

Ukuran itu penting, tetapi belum lengkap, ada pertanyaan berikutnya yang tidak kalah mendasar, setelah warga datang dan memberikan suara, apakah pilihannya berhasil tercatat secara sah?

Jika jawabannya belum selalu, maka pekerjaan rumahnya tidak berhenti pada bagaimana mengajak masyarakat datang ke TPS.

Yang juga perlu dipikirkan adalah bagaimana membantu mereka agar tidak kehilangan suara karena persoalan yang sebenarnya dapat dicegah.

  • Penulis: Yusri Razali
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Noken Papua dalam Dinamika Demokrasi Elektoral

    Noken Papua dalam Dinamika Demokrasi Elektoral

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Siribee.com » Demokrasi di Indonesia tidak selalu berjalan dengan cara yang sama di setiap daerah. Di Papua misalnya, proses pemilihan umum memiliki kekhasan yang tidak ditemukan di banyak wilayah lain, salah satu yang paling dikenal adalah sistem noken. Di sejumlah wilayah Papua, pemilihan umum mengenal praktik yang disebut noken, bagi banyak orang, noken mungkin lebih […]

  • Aceh, Negeri yang Terlalu Sibuk dengan Citra

    Aceh, Negeri yang Terlalu Sibuk dengan Citra

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Siribee.com » Beberapa hari terakhir, Aceh kembali gelap. Listrik padam berjam-jam. Aktivitas masyarakat lumpuh. Warung kopi kehilangan pelanggan. Jaringan internet terganggu. Rumah-rumah sakit harus bersiap dengan cadangan daya. Sebagian warga bahkan mengeluhkan perangkat elektronik mereka rusak akibat listrik hidup-mati berulang. Namun di tengah keresahan masyarakat itu, ada satu hal yang terasa ironis: ruang publik kita justru masih […]

  • 10 Manfaat Pisang Rebus untuk Kesehatan, Nomor 5 Bikin Tidur Lebih Nyenyak!

    10 Manfaat Pisang Rebus untuk Kesehatan, Nomor 5 Bikin Tidur Lebih Nyenyak!

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 41
    • 1Komentar

    4. Pilihan Camilan Sehat untuk Diet Banyak orang menghindari pisang karena dianggap tinggi karbohidrat. Padahal, pisang rebus justru bisa membantu menurunkan berat badan jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Pisang rebus memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding pisang goreng atau olahan lain yang mengandung minyak dan gula tambahan. Selain itu, kandungan seratnya membuat perut […]

  • Nur Hidayat Sardini, Sosok di Balik Awal Perjalanan Bawaslu RI

    Nur Hidayat Sardini, Sosok di Balik Awal Perjalanan Bawaslu RI

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Dari pengawasan menuju kepercayaan publik Di sinilah nilai penting sejarah Bawaslu bagi demokrasi dapat ditemukan. Pemilu yang demokratis bukan hanya ditentukan oleh tersedianya tempat pemungutan suara atau banyaknya peserta yang ikut bertarung. Demokrasi juga membutuhkan kepercayaan bahwa kompetisi berlangsung dalam koridor aturan yang sama. Ketika masyarakat melihat adanya mekanisme pengawasan, laporan dapat disampaikan, dugaan pelanggaran […]

  • Pemilih Pemula? Yuk, Jadi Generasi Melek Politik Sejak Dini!

    Pemilih Pemula? Yuk, Jadi Generasi Melek Politik Sejak Dini!

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Zar
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Siribee.com » Demokrasi bukan sekadar slogan yang dibaca saat pemilu tiba. Ia lahir dari kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif, bijak, dan bertanggung jawab dalam menentukan arah bangsa. Untuk itu, penting bagi generasi muda, khususnya pemilih pemula, untuk mulai memahami dunia politik sejak dini. Seringkali sosialisasi pemilu hanya gencar dilakukan menjelang hari H. Padahal, membangun kesadaran politik […]

  • Data Pemilu 2029 Bisa Jadi Sasaran Peretas, Bawaslu Mulai Perkuat Pertahanan Digital

    Data Pemilu 2029 Bisa Jadi Sasaran Peretas, Bawaslu Mulai Perkuat Pertahanan Digital

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam penyelenggaraan pemilu. Namun, semakin banyak aktivitas yang bergantung pada sistem digital, semakin besar pula kebutuhan untuk melindungi data dan infrastruktur informasi dari ancaman siber. Memasuki persiapan Pemilu 2029, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mulai memperkuat aspek keamanan digital melalui sinergi dengan Badan Siber dan Sandi […]

expand_less