Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Pernikahan di Aceh, Perpaduan Sakral Antara Cinta dan Tradisi

Pernikahan di Aceh, Perpaduan Sakral Antara Cinta dan Tradisi

  • account_circle Muhammad Yusuf
  • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
  • schedule 2 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Pernikahan di Tanah Rencong bukan hanya janji suci antara mempelai, tetapi juga perayaan luhur yang menggabungkan nilai keislaman, adat, dan pesona budaya lokal.

1. Prosesi Pra-Pernikahan
Sebelum hari akad, biasanya keluarga kedua mempelai menggelar beberapa rangkaian acara, seperti:
Peukong Haba ➔  Pertemuan pendahuluan yang mempertemukan keluarga kedua belah pihak untuk saling berkenalan dan membicarakan rencana lamaran secara kekeluargaan.
Jak Meulake ➔ Tradisi kunjungan terhormat dari keluarga calon pengantin pria untuk memohon restu dan melamar calon pasangannya. Pertemuan ini biasanya diwarnai dengan musyawarah mengenai mahar (jeulamee), tanggal pernikahan, dan persiapan lainnya. Di sinilah ikatan silaturahmi antar-keluarga mulai terjalin erat.
Peusijuek ➔ Prosesi tepung tawar yang melambangkan doa restu dan keberkahan bagi pengantin baru. Dalam prosesi ini, keluarga dan tokoh adat menaburkan beras, daun-daunan, serta air pada mempelai sebagai simbol kemurnian, keselamatan, dan harapan hidup rukun.
 
2. Busana Pengantin Aceh
Busana pengantin Aceh dikenal megah dan sarat makna:
  • Pengantin Wanita mengenakan baju kurung atau baju Aceh dengan hiasan sulaman emas, dilengkapi mahkota (sigok) yang menjulang indah.
  • Pengantin Pria mengenakan baju meukasah berwarna cerah, kain sarung songket, serta ikat kepala (tengkulok atau meukeutob) sebagai simbol kehormatan.
3. Mahar dan Simbol Kehormatan
Mahar dalam pernikahan Aceh bukan hanya sekadar pemberian materi, tetapi juga lambang penghargaan dan kesungguhan hati calon mempelai pria.
Bentuknya bisa berupa emas, uang, atau benda bernilai budaya, tergantung kesepakatan kedua belah pihak.
4. Hari Akad dan Resepsi
Prosesi akat nikah merupakan puncak kesakralan, biasanya dilaksanakan di rumah mempelai wanita atau masjid, dipimpin oleh wali nikah dan penghulu.
Setelah itu, diadakan walimatul ‘ursy atau resepsi (Intat Linto atau Preh Dara Baro) yang diiringi musik tradisional seperti seudati atau rapa’i.
Makanan khas seperti kuah beulangong, ayam tangkap, dan keumamah menjadi suguhan utama bagi tamu.
5. Makna Filosofis
Setiap unsur dalam pernikahan Aceh memiliki simbol:
  • Warna emas melambangkan kemakmuran dan kejayaan.
  • Peusijuek sebagai doa keselamatan dan harmonisnya rumah tangga.
  • Busana adat menunjukkan kebanggaan akan jati diri Aceh.
6. Perpaduan Modern dan Tradisi
Meskipun tren modern kian marak, banyak pengantin Aceh masih setia menyematkan unsur adat dalam hari bahagia mereka.
Beberapa memadukan konsep modern dengan sentuhan khas Aceh, sehingga tetap relevan sekaligus berakar pada budaya sendiri.
Tags
  • Penulis: Muhammad Yusuf
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisata Banda Aceh: 11 Tempat Ikonik yang Wajib Dikunjungi

    Wisata Banda Aceh: 11 Tempat Ikonik yang Wajib Dikunjungi

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Banda Aceh dikenal sebagai “Kota Serambi Mekkah” yang menyimpan perpaduan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Kalau berkunjung ke ibu kota Aceh, inilah beberapa destinasi yang tidak boleh dilewatkan: 1. Masjid Raya Baiturrahman 🕌 Masjid megah dengan kubah hitam ini menjadi ikon Banda Aceh sekaligus simbol keteguhan masyarakat setelah diterpa tsunami 2004. Bukan cuma untuk […]

  • Syekh Dawod, Putra Aceh, Dedikasikan Diri untuk Jamaah di Tanah Suci

    Syekh Dawod, Putra Aceh, Dedikasikan Diri untuk Jamaah di Tanah Suci

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Mekkah, Arab Saudi – Mekkah tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Islam, tetapi juga ladang pengabdian bagi mereka yang ingin melayani jamaah. Salah satu sosok putra Aceh yang menonjol dalam hal ini adalah Tgk. H. Darwin Lukman, Lc yang lebih dikenal sebagai Syekh Dawod. Setelah menyelesaikan pendidikan di Al Azhar Kairo pada 2019, Syekh Dawod memilih […]

  • Allahu Akbar! Johan Temukan Islam di Tanah Serambi Mekkah

    Allahu Akbar! Johan Temukan Islam di Tanah Serambi Mekkah

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Aceh Besar – Momen haru terjadi di Masjid Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Senin (1/9/2025) malam. Seorang pria bernama Johan (37), asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, resmi mengikrarkan diri memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Prosesi sakral tersebut berlangsung setelah pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah dan dipandu langsung oleh […]

  • Tahapan Pemilu 2029 Diperkirakan Dimulai Juni 2027, KPU Hadapi Sejumlah Tantangan

    Tahapan Pemilu 2029 Diperkirakan Dimulai Juni 2027, KPU Hadapi Sejumlah Tantangan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memperkirakan tahapan Pemilu 2029 mulai berjalan sekitar Juni 2027. Dengan perkiraan tersebut, penyelenggara memiliki waktu sekitar 20 hingga 22 bulan untuk mempersiapkan seluruh rangkaian tahapan menuju pesta demokrasi nasional lima tahunan itu. Perkiraan tersebut disampaikan Komisioner KPU RI August Mellaz dalam Forum Populi 2026 bertajuk “Di Balik Mangkraknya […]

  • Abu Daud Beureueh: Cahaya dari Aceh yang Layak Jadi Pahlawan Nasional

    Abu Daud Beureueh: Cahaya dari Aceh yang Layak Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Teungku Muhammad Daud Beureueh, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Daud Beureueh, merupakan sosok yang tidak hanya berperan penting di Aceh, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ia adalah ulama, pejuang, sekaligus pemimpin yang mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. Sayangnya, hingga saat ini, pengakuan resmi negara sebagai Pahlawan […]

  • Nuruddin Ar-Raniry: Mufti Agung Aceh dan Penentang Keras Ajaran Wujudiyyah

    Nuruddin Ar-Raniry: Mufti Agung Aceh dan Penentang Keras Ajaran Wujudiyyah

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Nurdin ar-Raniry adalah salah satu ulama besar asal Nusantara yang sangat berpengaruh, khususnya dalam perkembangan Islam di Kesultanan Aceh pada abad ke-17. Nurdin ar-Raniry merupakan sosok ulama terkemuka yang tidak hanya dikenal sebagai sufi dan cendekiawan, tetapi juga sebagai penulis yang sangat produktif dalam bidang keislaman. Nurdin juga pernah mengemban amanah sebagai Mufti Agung di […]

expand_less