Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemilu » Pemilu 2029: Antara Kemajuan AI dan Ancaman Disinformasi

Pemilu 2029: Antara Kemajuan AI dan Ancaman Disinformasi

  • account_circle Yusri Razali
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Dulu, kalau ingin memengaruhi pilihan pemilih dalam pemilu, orang harus memasang baliho, membuat iklan, turun ke lapangan atau berkampanye dari panggung ke panggung. Sekarang, cukup dengan sebuah ponsel dan teknologi kecerdasan buatan (AI), sebuah pesan politik bisa dibuat dalam hitungan menit dan menyebar ke ribuan orang.

Di sinilah tantangan Pemilu 2029 mulai terlihat.

AI bukan musuh demokrasi, teknologi ini justru bisa membantu banyak hal, termasuk mengolah data, membuat informasi lebih mudah dipahami, hingga membantu penyelenggara membaca pola kerawanan pemilu. Bawaslu sendiri melihat AI dapat dimanfaatkan untuk mengolah data dan mendeteksi potensi kerawanan secara lebih cepat.

Masalah muncul ketika teknologi yang sama digunakan untuk membuat kebohongan terlihat seperti kenyataan.

Wajah bisa dibuat seolah-olah mengatakan sesuatu, suara dapat ditiru, foto dapat direkayasa. Video yang tidak pernah terjadi bisa tampak sangat meyakinkan, inilah yang dikenal sebagai deepfake.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja pada Februari 2026 sudah mengingatkan bahwa AI dan deepfake menjadi tantangan besar menuju Pemilu 2029. Pada Juli 2026, Bawaslu kembali menegaskan bahwa kerangka hukum pemilu saat ini belum secara eksplisit mengatur penggunaan AI dalam kampanye.

Menurut saya, di sinilah Indonesia harus mulai berpikir lebih jauh.

Kita tidak perlu menunggu munculnya skandal deepfake besar untuk kemudian sibuk mencari aturan.

Revisi UU Pemilu ke depan perlu mulai mengantisipasi penggunaan AI, tidak berarti semua konten yang dibuat dengan AI harus dilarang, yang perlu dibedakan adalah teknologi dan penyalahgunaannya.

Misalnya, konten kampanye yang menggunakan AI secara signifikan dapat diwajibkan mencantumkan penanda. Manipulasi wajah atau suara kandidat untuk menipu pemilih harus memiliki konsekuensi yang jelas, peserta pemilu dan tim kampanye juga perlu memiliki tanggung jawab terhadap penggunaan teknologi oleh jaringan pendukungnya.

Yang tidak kalah penting adalah kecepatan penanganan. Disinformasi bisa menyebar dalam hitungan menit, sedangkan klarifikasi sering datang ketika informasi palsu sudah telanjur dipercaya. Karena itu, ke depan perlu ada mekanisme khusus untuk menerima laporan, memeriksa dugaan deepfake dan memberikan klarifikasi secara cepat kepada publik.

Pemerintah sendiri sedang membangun tata kelola AI nasional. Pada Mei 2026, pembahasan lintas kementerian untuk RPerpres tentang Etika AI dan Peta Jalan AI Nasional 2026-2029 telah selesai. Pada Juli 2026, pemerintah menyebut Perpres tersebut akan menjadi langkah awal sebelum penyusunan UU AI yang lebih komprehensif.

Momentum ini seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri, aturan AI nasional dan aturan pemilu perlu saling terhubung.

Sebab tantangan Pemilu 2029 mungkin bukan lagi sekadar bagaimana memastikan suara di dalam kotak tidak berubah, tantangannya bisa muncul jauh sebelumnya, ketika pemilih membuka ponsel dan menentukan apa yang mereka percaya.

Pada akhirnya, demokrasi membutuhkan pemilih yang bebas menentukan pilihan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

AI boleh berkembang secepat mungkin, tetapi aturan dan kemampuan masyarakat untuk memeriksa kebenaran juga harus ikut bergerak.

Jangan sampai teknologi menjadi begitu pintar membuat kebohongan, sementara demokrasi masih terlalu lambat mengenalinya.

  • Penulis: Yusri Razali
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaat Labu Kuning untuk Kesehatan: Sumber Nutrisi Alami yang Kaya Khasiat

    Manfaat Labu Kuning untuk Kesehatan: Sumber Nutrisi Alami yang Kaya Khasiat

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Siribee.com » Labu kuning merupakan salah satu bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di Indonesia dan telah lama dimanfaatkan dalam berbagai hidangan tradisional, mulai dari kolak, sup, hingga kue khas daerah. Selain rasanya yang manis alami dan teksturnya yang lembut, labu kuning juga dikenal sebagai sumber nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam pola makan masyarakat, labu […]

  • Abu Daud Beureueh: Cahaya dari Aceh yang Layak Jadi Pahlawan Nasional

    Abu Daud Beureueh: Cahaya dari Aceh yang Layak Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Siribee.com » Teungku Muhammad Daud Beureueh, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Daud Beureueh, merupakan sosok yang tidak hanya berperan penting di Aceh, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ia adalah ulama, pejuang, sekaligus pemimpin yang mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. Sayangnya, hingga saat ini, pengakuan resmi negara sebagai Pahlawan […]

  • Jejak Partai Pemenang Pemilu 1955–2024 dan Perolehan Suaranya

    Jejak Partai Pemenang Pemilu 1955–2024 dan Perolehan Suaranya

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Siribee.com » Peta kekuatan politik Indonesia tidak pernah benar-benar tetap. Dari Pemilu 1955 hingga Pemilu 2024, partai yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota DPR RI silih berganti mengikuti perubahan zaman, sistem politik dan dinamika masyarakat. Jika perjalanan tersebut ditarik hampir tujuh dekade, ada beberapa nama yang menonjol. Partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi peraih suara […]

  • Gelombang Protes Jakarta: Benarkah Kepercayaan Publik Mulai Runtuh?

    Gelombang Protes Jakarta: Benarkah Kepercayaan Publik Mulai Runtuh?

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta kembali menjadi pusat perhatian publik setelah aksi demo besar-besaran digelar di sejumlah titik strategis ibu kota. Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah gelombang protes tersebut menandakan krisis kepercayaan terhadap pemerintah? Pemicu […]

  • Siapa Penentu Pemilu 2029 di Aceh? Data Pemilih Memberi Petunjuk

    Siapa Penentu Pemilu 2029 di Aceh? Data Pemilih Memberi Petunjuk

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Siribee.com » Banda Aceh – Siapa yang akan menjadi penentu Pemilu 2029 di Aceh? Pertanyaan itu memang belum bisa dijawab dari sekarang. Pilihan politik masyarakat masih dapat berubah, sementara data pemilih juga terus mengalami pemutakhiran. Namun, data Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I 2026 memberikan satu petunjuk penting: komposisi pemilih Aceh semakin kuat ditopang […]

  • Aceh, Negeri yang Terlalu Sibuk dengan Citra

    Aceh, Negeri yang Terlalu Sibuk dengan Citra

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Beberapa hari terakhir, Aceh kembali gelap. Listrik padam berjam-jam. Aktivitas masyarakat lumpuh. Warung kopi kehilangan pelanggan. Jaringan internet terganggu. Rumah-rumah sakit harus bersiap dengan cadangan daya. Sebagian warga bahkan mengeluhkan perangkat elektronik mereka rusak akibat listrik hidup-mati berulang. Namun di tengah keresahan masyarakat itu, ada satu hal yang terasa ironis: ruang publik kita justru masih […]

expand_less