Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tips Pemilih » Boh Janeng: Makanan Tradisional dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Boh Janeng: Makanan Tradisional dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Boh Janeng begitu orang Aceh kerap menyebut buah unik ini. Termasuk dalam keluarga umbi-umbian, tanaman ini memiliki nama latin Dioscorea hispida Dennst.

Di kalangan masyarakat umum, ia lebih populer dengan sebutan ubi iwi atau ubi beracun. Wujudnya mirip ubi jalar, berkulit krem agak kecokelatan, dengan daging padat berwarna putih bersih.

Boh Janeng atau yang sering dikenal di Indonesia dengan nama gadung adalah sejenis umbi liar yang mengandung racun alami (dioskorin) jika dikonsumsi mentah.

Meskipun bersifat beracun, umbi ini tetap bisa menjadi santapan sehat jika diolah dengan benar lewat tahap perendaman, pencucian, dan pemasakan berulang, yang membuatnya aman sekaligus bermanfaat bagi tubuh.

Berikut beberapa manfaat Dioscorea hispida (boh janeng) yang telah diketahui dari penelitian dan penggunaan tradisional:

1. Membantu Mengatasi Nyeri dan Peradangan
Mengandung senyawa saponin dan diosgenin yang bersifat antiinflamasi.

Dalam pengobatan tradisional, ekstraknya digunakan untuk meredakan nyeri sendi, pegal, dan pembengkakan.

2. Berkhasiat sebagai Antioksidan
Senyawa fenoliknya dapat membantu melawan radikal bebas, sehingga berpotensi mencegah kerusakan sel dan memperlambat penuaan dini.
3. Menurunkan Tekanan Darah
Boh janeng diduga berperan sebagai vasodilator yang membantu menurunkan tekanan darah, tetapi klaim ini masih membutuhkan kajian ilmiah lebih mendalam.
 
4. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Setelah melalui proses pengolahan, boh janeng kaya akan serat yang mendukung kerja usus, mengurangi risiko sembelit, dan memelihara kesehatan bakteri baik di usus.
5. Membantu Mengontrol Gula Darah
Sejumlah penelitian awal mengindikasikan bahwa diosgenin berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin serta membantu mengatur kadar gula darah.
 
6. Bersifat Antimikroba
Ekstrak umbinya dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu, sehingga bermanfaat untuk mencegah infeksi ringan.
 
7. Potensi sebagai Bahan Obat Herbal
Dalam industri farmasi, boh janeng dimanfaatkan sebagai sumber diosgenin yang kemudian diproses menjadi obat steroid, termasuk kortison dan hormon sintetis.
 
Cara Pengolahan Boh Janeng secara Tradisional agar Aman Dikonsumsi

Boh Janeng, atau yang juga dikenal sebagai ubi iwi dan ubi beracun, merupakan umbi-umbian khas yang banyak ditemukan di Aceh.

Meski memiliki nilai gizi yang cukup baik, umbi ini mengandung senyawa beracun seperti dioskorin dan saponin. Maka dari itu, pengolahan khusus menjadi syarat penting agar bahan ini tidak berbahaya saat dimakan.

Berikut langkah-langkah tradisional yang biasa dilakukan masyarakat:

1. Kupas dan Potong
Mulailah dengan mengupas kulit umbi hingga benar-benar bersih. Potong-potong menjadi irisan tipis atau ukuran sedang. Potongan kecil membantu racun lebih cepat larut saat proses perendaman.
 
2. Cuci Bersih
Bilas potongan umbi di bawah air mengalir untuk mengurangi sisa getah yang menempel.
 
3. Rendam dalam Air Mengalir
Masukkan umbi ke dalam air sungai, sumur, atau wadah besar berisi air yang sering diganti. Proses perendaman berlangsung 2–3 hari, bahkan hingga seminggu, tergantung ukuran potongan. Langkah ini bertujuan menghilangkan racun alami yang terkandung di dalamnya.
4. Rebus atau Kukus
Setelah selesai direndam, rebus umbi dalam air mendidih selama 30-60 menit. Pastikan air rebusan dibuang, karena mengandung sisa racun.
 
5. Olah Sesuai Selera
Umbi yang sudah bebas racun dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti digoreng, dibuat keripik, atau dijadikan campuran sayur dan kolak.
Tips Tambahan
  • Gunakan sarung tangan saat mengupas jika kulit Anda sensitif terhadap getah.
  • Pastikan janeng benar-benar bebas racun sebelum dimakan. Ciri utamanya adalah tidak berbau menyengat dan tidak getir saat dicicipi sedikit.
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Partai Pemenang Pemilu 1955–2024 dan Perolehan Suaranya

    Jejak Partai Pemenang Pemilu 1955–2024 dan Perolehan Suaranya

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Peta kekuatan politik Indonesia tidak pernah benar-benar tetap. Dari Pemilu 1955 hingga Pemilu 2024, partai yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota DPR RI silih berganti mengikuti perubahan zaman, sistem politik dan dinamika masyarakat. Jika perjalanan tersebut ditarik hampir tujuh dekade, ada beberapa nama yang menonjol. Partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi peraih suara […]

  • Manfaat Labu Kuning untuk Kesehatan: Sumber Nutrisi Alami yang Kaya Khasiat

    Manfaat Labu Kuning untuk Kesehatan: Sumber Nutrisi Alami yang Kaya Khasiat

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Labu kuning merupakan salah satu bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di Indonesia dan telah lama dimanfaatkan dalam berbagai hidangan tradisional, mulai dari kolak, sup, hingga kue khas daerah. Selain rasanya yang manis alami dan teksturnya yang lembut, labu kuning juga dikenal sebagai sumber nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam pola makan masyarakat, labu […]

  • Langit Tak Pernah Berdusta

    Langit Tak Pernah Berdusta

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Cerpen oleh: Lebah Senja  Siribee.com » Malam merambat perlahan di Jakarta. Lampu-lampu gedung pencakar langit memantulkan cahaya ke langit yang mulai gelap. Di sebuah kafe kecil di sudut kota, tak jauh dari jalan yang setiap hari dipenuhi kemacetan dan janji-janji politik, seorang pria tua duduk sendirian memandangi secangkir kopi yang hampir dingin. Namanya Rahman. Usianya enam puluh […]

  • Plat BL Aceh Tidak Boleh Masuk Medan? Simak Fakta & Aturan Hukum Resminya

    Plat BL Aceh Tidak Boleh Masuk Medan? Simak Fakta & Aturan Hukum Resminya

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Medan – Rombongan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sempat menghentikan sebuah truk dengan plat BL yang melintas di wilayah Provinsi tersebut. Truk tersebut diketahui menggunakan nomor polisi asal Aceh dan kemudian diminta menyesuaikan dengan kode BK, plat kendaraan resmi untuk wilayah Sumut. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video singkat yang menjadi viral di media sosial. […]

  • Kursi Gibran Digoyang Gugatan, Prabowo Diminta Ajukan 2 Nama ke MPR

    Kursi Gibran Digoyang Gugatan, Prabowo Diminta Ajukan 2 Nama ke MPR

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Kursi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi objek sengketa hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). Sejumlah pihak mengajukan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 dengan mempersoalkan pemenuhan syarat pendidikan Gibran saat mengikuti Pilpres 2024. Perkara tersebut terdaftar dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Sidang pemeriksaan pendahuluan telah digelar MK pada […]

  • Apakah Demokrasi Kita Benar-Benar Masih Sehat?

    Apakah Demokrasi Kita Benar-Benar Masih Sehat?

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Indonesia sering disebut sebagai negara demokratis terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah pemilih yang sangat besar. Demokrasi telah menjadi identitas politik kita sejak reformasi 1998. Namun, dua dekade lebih berlalu, muncul pertanyaan serius: apakah demokrasi kita benar-benar masih sehat? Fenomena seperti politik uang, melemahnya oposisi, hingga maraknya polarisasi politik membuat banyak pihak meragukan […]

expand_less