Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Opini » Ketika Kekuasaan Diuji oleh Keluarga

Ketika Kekuasaan Diuji oleh Keluarga

  • account_circle NHS
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dukung Siribee

Jika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.

Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu merupakan proses panjang yang menentukan arah dan kualitas penyelenggaraan demokrasi di Indonesia. Di baliknya, ada proses panjang yang melibatkan kajian hukum, perdebatan kebijakan, pertimbangan politik, serta masukan dari masyarakat.

Setiap ketentuan yang dirumuskan dapat memengaruhi cara pemilu diselenggarakan, persaingan antarpartai politik, hingga perlindungan hak pilih warga negara.

Dari sebuah kota kecil bersejarah memberi kita pelajaran berharga tentang kekuasaan, dari kota itu seorang ayah mengawali perjalanan politiknya sebelum menjadi orang nomor satu di sebuah republik. Jejak itu kemudian diikuti anak sulungnya, menjadi orang nomor dua setelah dua periode jabatannya berakhir, anaknya bertangga jabatan kepala daerah, lalu melesat ke panggung nasional, posisi calon nomor dua.

Tak ada yang keliru ketika sang anak mengikuti jejak orang tuanya, demokrasi memberi kesempatan yang sama kepada setiap warga negara, begitu teori memahami, juga konstitusi di negara itu menggariskan.

Persoalan muncul ketika hubungan keluarga bertemu dengan kewenangan negara, apalagi jika kekuasaan diduga turut membuka jalan bagi kepentingan keluarga.

Putusan pengadilan tertinggi di negeri itu membuka jalan bagi pencalonannya, proses yang melatarinya menimbulkan kontroversi, putusan punggawa orang paling bermoral di negara itu menjatuhkan sanksi etik kepada pamannya, kala itu jabat pengadilan tertinggi tersebut.

Rangkaian peristiwa ini menyisakan pertanyaan tentang integritas kelembagaan. Sebab, demokrasi tidak cukup hanya menghasilkan pemimpin melalui prosedur yang sah, prosesnya juga harus patut dan dapat dipercaya, hukum memang memberikan kepastian. Namun, keadilanlah yang memberinya kehormatan. Ketika keduanya berjarak, kepercayaan masyarakat menjadi taruhannya.

Kekuasaan identik dengan godaan, semakin besar kewenangan seseorang, semakin besar pula peluang untuk menggunakannya melampaui kepentingan publik. Seorang petinggi republik itu memiliki perasaan sebagai ayah, ia boleh berharap anaknya berhasil.

Namun, yang dia abaikan jabatan petinggi bukanlah milik keluarga, kekuasaan itu berasal dari rakyat dan harus dijalankan untuk kepentingan rakyat.

Oleh sebab itu, dukungan terhadap keluarga tidak boleh mengaburkan batas antara urusan pribadi dan kewajiban kenegaraan. Perdebatan mengenai bantuan sosial, netralitas aparatur, dan keberpihakan kekuasaan selama kompetisi memperlihatkan pentingnya batas tersebut. Setiap dugaan penyalahgunaan kewenangan harus diperiksa berdasarkan bukti, kritik pun tidak boleh berubah menjadi penghakiman.

Pemimpin bijak semestinya memahami bahwa tidak semua hal yang dapat dilakukan patut dilakukan, ada batas hukum, kepantasan, dan etik. Justru kesediaan menjaga ketiganya menunjukkan kematangan seorang negarawan.

Dari kota kecil yang bersejarah kita belajar perjalanan politik sebuah keluarga, kekuasaan boleh datang dan pergi, silih-berganti, jabatan pun memiliki limitasi waktu. Namun, akibat dari cara kekuasaan dijalankan dapat bertahan jauh lebih lama, ini pengalaman jadi bahan pembelajaran.

Kita boleh berbeda dalam menilai sepakterjang bapak dan anak tersebut, namun ada satu kepentingan yang semestinya mempertemukan kita, republik harus lebih besar daripada kepentingan siapa pun. Sebab, warisan terbaik seorang pemimpin bukanlah kekuasaan yang berhasil diraih keluarganya, akan tetapi demokrasi yang tetap tegak dan adil setelah dirinya meninggalkan kekuasaan.

  • Penulis: NHS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alimuddin Armia: Tumbuh dari Kesederhanaan, Mengabdi untuk Ummat

    Alimuddin Armia: Tumbuh dari Kesederhanaan, Mengabdi untuk Ummat

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Di sebuah kampung sederhana Cot Tunong, Kabupaten Pidie, Aceh, Alimuddin Armia tumbuh dalam lingkungan yang lekat dengan nilai agama dan tradisi pendidikan dayah. Dari kampung itulah perjalanan panjangnya dimulai, perjalanan seorang anak muda yang ditempa oleh kesederhanaan, pendidikan, kerja […]

  • Kalau Banyak Orang Tidak Memilih, Siapa yang Menentukan?

    Kalau Banyak Orang Tidak Memilih, Siapa yang Menentukan?

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Bayangkan sebuah kelas berisi 100 orang. Guru meminta mereka menentukan ketua kelas. Namun, hanya 40 orang yang ikut memilih. Dari 40 orang itu, seseorang memperoleh 21 suara dan akhirnya menjadi ketua. Secara aturan, prosesnya sah. Tetapi ada […]

  • Persiapan Sebelum Berangkat Umrah

    Persiapan Sebelum Berangkat Umrah

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Berikut adalah tips penting untuk persiapan umrah agar perjalanan ibadah lebih lancar dan khusyuk: Persiapan Dokumen Paspor: Pastikan masa berlaku minimal 6 bulan dari tanggal keberangkatan. Visa umrah: Biasanya diurus oleh biro travel resmi. Vaksinasi: Terutama vaksin meningitis dan vaksin […]

  • Gelombang Protes Jakarta: Benarkah Kepercayaan Publik Mulai Runtuh?

    Gelombang Protes Jakarta: Benarkah Kepercayaan Publik Mulai Runtuh?

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Jakarta kembali menjadi pusat perhatian publik setelah aksi demo besar-besaran digelar di sejumlah titik strategis ibu kota. Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada […]

  • 5 Hal yang Perlu Diketahui Pemilih Pemula Sebelum Mengikuti Pemilu

    5 Hal yang Perlu Diketahui Pemilih Pemula Sebelum Mengikuti Pemilu

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Pemilu menjadi momentum penting bagi warga negara untuk menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan pemerintahan melalui suara yang diberikan di tempat pemungutan suara (TPS). Bagi pemilih pemula, pengalaman menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya tentu memiliki arti tersendiri. Namun, menjadi […]

  • Cek DPT Online 2026 dengan NIK, Begini Langkahnya

    Cek DPT Online 2026 dengan NIK, Begini Langkahnya

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Masyarakat yang ingin memastikan status data pemilih dapat melakukan pengecekan secara online tanpa harus datang langsung ke kantor penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengecekan dilakukan dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor telepon yang aktif […]

expand_less