Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » CSIS Usulkan 9 Komisioner KPU RI, Kelembagaan Pemilu Perlu Diperkuat

CSIS Usulkan 9 Komisioner KPU RI, Kelembagaan Pemilu Perlu Diperkuat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • schedule 2 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kajian CSIS juga memperlihatkan bahwa penambahan anggota bukan satu-satunya pilihan untuk mengurangi beban penyelenggara.

Salah satu persoalan yang dibahas adalah tahapan pemilu yang berpotensi berimpitan dengan agenda Pilkada. Untuk itu, CSIS mengusulkan penataan kembali waktu pelaksanaan agar beban penyelenggara tidak menumpuk dalam periode yang berdekatan.

CSIS mengusulkan tahapan Pemilu 2029 dimulai paling lambat pada Februari 2027, pemungutan suara berlangsung pada Februari 2029, kemudian Pilkada dilaksanakan pada April 2030 setelah pelantikan presiden pada Oktober 2029.

Kajian tersebut juga mengusulkan agar tahapan pemilu diperpanjang dari paling lambat 20 bulan menjadi 24 bulan, dengan waktu persiapan yang lebih panjang, penyelenggara dinilai memiliki ruang lebih besar untuk mempersiapkan setiap tahapan.

Pendekatan ini penting karena beban KPU tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, kalender pemilu, jumlah tahapan yang berjalan bersamaan, kualitas sumber daya manusia dan dukungan teknologi juga ikut menentukan kapasitas penyelenggara.

Menunggu Perdebatan di Revisi UU Pemilu

Usulan CSIS untuk menambah anggota KPU RI dari tujuh menjadi sembilan orang pada akhirnya membuka ruang perdebatan yang lebih luas mengenai desain kelembagaan penyelenggara pemilu.

Di satu sisi, tambahan anggota dapat memberikan ruang lebih besar untuk pembagian beban kerja dan tanggung jawab, pada sisi lain, perubahan tersebut harus diikuti dengan desain kelembagaan yang jelas, termasuk konsekuensi anggaran dan mekanisme pengambilan keputusan.

CSIS sendiri menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan pemilu juga berkaitan dengan rekrutmen penyelenggara yang mandiri dan profesional serta pengembangan teknologi kepemiluan yang tangguh.

Dengan demikian, perdebatan mengenai jumlah anggota KPU, apakah tetap tujuh atau diperkuat menjadi sembilan, tidak semata menyangkut jumlah personel, isu ini berkaitan dengan kebutuhan memperkuat kelembagaan KPU agar mampu menjalankan tugas penyelenggaraan pemilu secara efektif, kompleks dan berkelanjutan.

Angka sembilan yang diusulkan CSIS belum menjadi ketentuan baru, ini merupakan salah satu pilihan kebijakan yang ditawarkan dalam kajian untuk dipertimbangkan dalam revisi UU Pemilu.

Pada akhirnya, pembentuk undang-undang perlu melihat bukan hanya jumlah anggota yang ideal, tetapi juga beban kerja, pola tahapan, kebutuhan koordinasi dan kapasitas kelembagaan yang diperlukan agar penyelenggaraan Pemilu kedepan dapat berjalan secara efektif.

Dengan perspektif itu, usulan penambahan anggota KPU RI dari tujuh menjadi sembilan tidak sekadar berkaitan dengan penambahan dua kursi dalam struktur kelembagaan. Usulan tersebut menyentuh kebutuhan untuk memperkuat kapasitas, pembagian kerja dan ketahanan kelembagaan penyelenggara pemilu agar mampu merespons proses demokrasi yang semakin kompleks.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Demonstrasi: Suara Rakyat atau Agenda Politik?

    Aksi Demonstrasi: Suara Rakyat atau Agenda Politik?

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Siribee.com – Demonstrasi kerap menjadi wajah nyata dari kebebasan berekspresi dalam sistem demokrasi. Ribuan massa memenuhi jalanan, mengangkat poster, meneriakkan aspirasi dan menyampaikan orasi dengan penuh semangat. Namun, di balik dinamika tersebut, pertanyaan besar selalu muncul, apakah aksi demonstrasi benar-benar mewakili suara rakyat, atau sekadar kendaraan bagi agenda politik tertentu? Dalam teori politik, demonstrasi adalah kanal […]

  • KPU Perketat Pemutakhiran Data Parpol melalui Sipol

    KPU Perketat Pemutakhiran Data Parpol melalui Sipol

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memperketat tata kelola pemutakhiran data partai politik melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Jajaran KPU daerah diminta memastikan setiap hasil verifikasi dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun substantif. Penegasan itu tertuang dalam surat Ketua KPU RI Nomor 878/PL.01.1-SD/06/2026 tertanggal 2 September 2026 tentang tindak lanjut pelaksanaan pemutakhiran […]

  • Tiket Capres 2029 Mulai Dihitung, Aturan Main Belum Pasti

    Tiket Capres 2029 Mulai Dihitung, Aturan Main Belum Pasti

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Pemilu 2029 Memang Berbeda Perubahan yang sedang dibahas tidak berdiri sendiri. Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 telah mengubah desain pemilu mulai 2029. Pemilu nasional yang memilih DPR, DPD, serta presiden dan wakil presiden akan dipisahkan dari pemilu lokal untuk memilih DPRD dan kepala daerah. Artinya, pola lima kotak seperti Pemilu 2024 tidak lagi digunakan […]

  • Pemilu, Pilkada dan Demokrasi: Apa Bedanya?

    Pemilu, Pilkada dan Demokrasi: Apa Bedanya?

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Suara Rakyat Bukan Sekadar Angka Ada nilai penting yang sering terlewat ketika membicarakan Pemilu dan Pilkada, yaitu makna suara rakyat setelah pemungutan suara selesai. Setiap suara memang dihitung sebagai bagian dari hasil pemilihan. Namun, makna politiknya jauh lebih besar karena suara tersebut merupakan bentuk pemberian mandat. Ketika rakyat memilih seorang calon, terdapat harapan agar calon […]

  • Meuseuraya, Kearifan Lokal Aceh yang Mengajarkan Nilai Demokrasi

    Meuseuraya, Kearifan Lokal Aceh yang Mengajarkan Nilai Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Rachmat Hidayat
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Pemilu Tidak Cukup Hanya dengan Mencoblos Bagi masyarakat luas, pemilu sering kali dipahami secara sederhana, datang ke TPS, menggunakan hak pilih, kemudian pulang. Padahal, pemilu merupakan bagian dari proses demokrasi yang jauh lebih luas. Sebelum memilih, warga perlu mendapatkan informasi yang benar. Mereka perlu memahami calon dan program yang ditawarkan. Mereka perlu mampu membedakan informasi […]

  • Negara Monarki Absolut, Arab Saudi Juga Menyelenggarakan Pemilu

    Negara Monarki Absolut, Arab Saudi Juga Menyelenggarakan Pemilu

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Siribee.com » Ketika mendengar istilah pemilu, yang terbayang biasanya adalah pemilihan presiden, parlemen atau kepala daerah. Namun, tidak semua negara menggunakan pemilu untuk menentukan pemerintahan nasional. Arab Saudi menjadi salah satu contoh menarik. Negara yang dikenal sebagai monarki absolut tersebut ternyata pernah menyelenggarakan pemilihan umum. Warga Arab Saudi dapat memberikan suara dalam pemilihan anggota dewan kota atau […]

expand_less