Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Budaya » Budaya Politik di Indonesia: Pengertian, Bentuk dan Pengaruhnya terhadap Pemilu

Budaya Politik di Indonesia: Pengertian, Bentuk dan Pengaruhnya terhadap Pemilu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dukung Siribee

Jika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.

Budaya politik memengaruhi cara masyarakat memilih pemimpin, menilai kekuasaan, dan menyikapi perbedaan pilihan. Kebiasaan yang tumbuh dalam keluarga, lingkungan sosial, hingga ruang digital ikut menentukan bagaimana seseorang menggunakan hak politiknya.

Pemilu bukan sekadar urusan memilih nama di surat suara, di balik keputusan seorang pemilih, terdapat banyak pertimbangan, mulai dari program kandidat, rekam jejak, dan kondisi ekonomi hingga kedekatan personal, keyakinan, serta pengaruh orang-orang di sekitarnya.

Sebagian pemilih mencari informasi sebelum menentukan pilihan, sebagian lainnya lebih percaya kepada tokoh yang dihormati atau mengikuti pandangan kelompok tempat mereka bernaung. Perbedaan cara berpikir tersebut memperlihatkan bahwa perilaku politik tidak terbentuk secara tiba-tiba menjelang hari pemungutan suara.

Dalam ilmu politik, pola tersebut dikenal sebagai budaya politik. Konsep ini membantu menjelaskan bagaimana masyarakat memandang pemerintah, memahami hak politik, dan menentukan sikap terhadap proses demokrasi.

Apa Itu Budaya Politik?

Budaya politik adalah nilai, keyakinan, sikap, dan orientasi masyarakat terhadap sistem politik serta pihak-pihak yang menjalankan kekuasaan.

Cakupannya cukup luas, budaya politik terlihat dari cara warga menilai pemimpin, memahami aturan, menyampaikan kritik, mengikuti pemilu, hingga menentukan apakah keputusan pemerintah layak didukung atau perlu dipersoalkan.

Lingkungan keluarga menjadi salah satu tempat seseorang mengenal politik untuk pertama kalinya. Percakapan di rumah, pengalaman berhadapan dengan birokrasi, pendidikan, dan informasi dari media ikut membentuk pandangan tersebut.

Seseorang yang terbiasa berdiskusi dan menyampaikan pendapat mungkin lebih percaya diri ketika mengkritik kebijakan pemerintah. Sebaliknya, orang yang tumbuh dalam lingkungan yang menganggap kritik sebagai bentuk ketidakpatuhan bisa lebih berhati-hati dalam mengungkapkan pandangannya.

Budaya politik juga dapat berubah mengikuti perkembangan zaman. Reformasi 1998, misalnya, membuka ruang yang lebih luas bagi kebebasan berpendapat, persaingan partai politik, dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan.

Kini, media sosial kembali mengubah cara warga berhubungan dengan politik. Informasi lebih mudah diperoleh, tetapi masyarakat juga menghadapi tantangan berupa hoaks, polarisasi, dan penyebaran konten manipulatif

Tiga Bentuk Budaya Politik

Ilmuwan politik Gabriel A. Almond dan Sidney Verba memperkenalkan tiga tipe budaya politik, yakni parokial, subjek, dan partisipan. Pembagian ini menggambarkan perbedaan orientasi masyarakat terhadap sistem politik.

1. Budaya politik parokial

Budaya politik parokial ditandai oleh rendahnya perhatian terhadap sistem politik yang lebih luas. Masyarakat dengan orientasi ini cenderung berfokus pada kehidupan sehari-hari dan lingkungan terdekat.

Contohnya, seseorang tidak tertarik mengikuti perkembangan pemilu karena merasa urusan politik tidak berkaitan langsung dengan kehidupannya, ia mungkin juga belum memahami fungsi lembaga perwakilan atau cara menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

Sikap tersebut tidak selalu muncul akibat ketidakpedulian. Keterbatasan akses informasi, pendidikan, dan pengalaman berinteraksi dengan lembaga publik juga dapat memengaruhi perhatian seseorang terhadap politik.

2. Budaya politik subjek

Dalam budaya politik subjek, masyarakat telah mengenal sistem pemerintahan dan menyadari keberadaan kewenangan negara, tetapi keterlibatan mereka cenderung terbatas.

Warga mengetahui siapa pemimpin daerahnya dan merasakan dampak kebijakan pemerintah, tetapi belum tentu aktif menyampaikan aspirasi atau mengawasi pelaksanaannya.

Misalnya, seseorang mengikuti keputusan pemerintah tanpa mencari tahu bagaimana kebijakan itu dibuat atau apakah tersedia ruang untuk menyampaikan keberatan.

3. Budaya politik partisipan

Budaya politik partisipan ditandai oleh kesadaran bahwa masyarakat memiliki hak untuk terlibat dalam kehidupan politik.

Keterlibatan tersebut dapat berupa memberikan suara dalam pemilu, mengikuti diskusi publik, menyampaikan aspirasi, bergabung dengan organisasi masyarakat, hingga mengawasi kebijakan pemerintah.

Dalam pemilu, warga dengan orientasi partisipan berusaha mencari informasi tentang kandidat, membandingkan program, dan menilai rekam jejak sebelum menentukan pilihan. Setelah pemimpin terpilih, mereka tetap memiliki kepentingan untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

Ketiga tipe tersebut bukan label permanen bagi seseorang atau suatu daerah. Seseorang dapat aktif dalam satu persoalan, tetapi kurang tertarik pada persoalan politik lainnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pernikahan di Aceh, Perpaduan Sakral Antara Cinta dan Tradisi

    Pernikahan di Aceh, Perpaduan Sakral Antara Cinta dan Tradisi

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Pernikahan di Tanah Rencong bukan hanya janji suci antara mempelai, tetapi juga perayaan luhur yang menggabungkan nilai keislaman, adat, dan pesona budaya lokal. 1. Prosesi Pra-Pernikahan Sebelum hari akad, biasanya keluarga kedua mempelai menggelar beberapa rangkaian acara, seperti: Peukong […]

  • Daftar Alamat KPU se-Indonesia Lengkap, dari KPU RI hingga Provinsi

    Daftar Alamat KPU se-Indonesia Lengkap, dari KPU RI hingga Provinsi

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan lembaga penyelenggara pemilu yang bertugas memastikan seluruh tahapan pemilihan umum berlangsung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Keberadaan kantor KPU di tingkat nasional dan provinsi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan serta pelayanan kepemiluan […]

  • Pemilu 1955: Ketika Rakyat Indonesia Pertama Kali Mencoblos

    Pemilu 1955: Ketika Rakyat Indonesia Pertama Kali Mencoblos

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi › Siribee.com » Pemilu 1955 menjadi tonggak awal demokrasi elektoral Indonesia, ketika untuk pertama kalinya rakyat memilih wakilnya melalui pemilu nasional. Pemungutan suara berlangsung dua tahap, yakni untuk memilih anggota DPR pada 29 September 1955 dan anggota Konstituante pada 15 Desember […]

  • Dari 1999 ke 2024, Suara Tak Sah Terus Berulang di Aceh: Alarm untuk Pemilu 2029

    Dari 1999 ke 2024, Suara Tak Sah Terus Berulang di Aceh: Alarm untuk Pemilu 2029

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com »  Dalam setiap pemilu, ada angka yang kerap tenggelam di antara deretan hasil rekapitulasi yaitu “suara tidak sah”. Di Aceh, angka tersebut justru menyimpan jejak penting perjalanan demokrasi selama lebih dari dua dekade, ia memperlihatkan bahwa persoalan di […]

  • Buka Puasa Bersama Munawar Khalil, Kuah Laot Jadi Simbol Kebersamaan

    Buka Puasa Bersama Munawar Khalil, Kuah Laot Jadi Simbol Kebersamaan

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Langit Banda Aceh berwarna jingga lembut ketika tamu-tamu mulai berdatangan, Minggu, 22 Februari 2026. Angin sore berembus pelan membawa aroma asin yang samar, aroma yang mengingatkan pada laot, laut yang menjadi nadi kehidupan masyarakat Aceh. Seolah sejak awal, suasana […]

  • Bagaimana PKPU Dibuat? Dari Rancangan hingga Menjadi Aturan Pemilu

    Bagaimana PKPU Dibuat? Dari Rancangan hingga Menjadi Aturan Pemilu

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Ketika sebuah Peraturan Komisi Pemilihan Umum atau PKPU terbit, masyarakat biasanya langsung melihat pasal-pasal yang mengatur apa yang boleh, wajib atau dilarang dalam penyelenggaraan pemilu. Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum sebuah PKPU sampai ke tangan penyelenggara […]

expand_less