Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Budaya » Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë

Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë

  • account_circle Diadanna
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • schedule 3 menit baca
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dukung Siribee

Jika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.

Para endatu kita sudah menitipkan idealisme dan dignity ke-Aceh-an kepada segenap generasi lanjutan tetapi generasi Aceh sekarang malah lebih memilih prilaku Indonesia yang tidak jelas dengan membiarkan keunebah endatu yang sudah pasti keistiqamahannya. Dari kisah-kisah tersebut ketika kita kawinkkan dengan kehidupan bangsa Aceh hari ini yang meurôn-rôn lagèi boh rôm-rôm lam peunë, bangsa Aceh kini sudah sangat jauh ketinggalan peradaban original peninggalan endatu.

Sesuatu bangsa yang dengan suka rela meninggalkan atribut Islam dan tamaddun original dari para endatu bermakna bangsa tersebut sedang menunggu kehancuran tamaddun dan peradaban yang dapat menghilangkan identitas bangsa dan negaranya.

Menjaga dan memelihara idealisme sesuatu bangsa itu pekerjaan sanngat rumit dan payah tapi mengejar dan mencari kenikmatan berdasarkan tuntutan nafsu itu barang murahan yang terkesan indah dan nikmat tetapi itu sesungguhnya sedang membeli kehancuran dan kemelaratan. Suatu bangsa yang terus menerus hidup Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë maka bangsa tersebut terus berjalan di atas rel yang rapuh dan berkarat yang kapan saja dengan mudah ia akan terjerumus kelembah kehancuran yang mematikan.

Oleh karenanya bangsa Aceh sudah cukup dengan berbagai pengalaman masa lalu dan masa kini untuk mengejar kenikmatan yang tidak nikmat dengan meninggalkan idealisme yang sangat idealis peninggalam para endatu.

Istilah Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë merupakan pengingat dan cambuk yang paling pedih bagi bangsa Aceh hari ini apabila masih tersisa sikap idealisme dan rasa istiqamah di kepala dan di dada anak bangsa penerus keagungan sultan Iskandar Muda ini.

Sebaliknya istilah tersebut tidak mengandung nilai apa-apa bagi mereka yang sibuk mengejar dunia yang tidak pernah lari melainkan kita mengejar sesuatu yang mati yang bermakna sipengejar dengan yang dikejar itu pada hakikatnya sudah sama-sama mati. Ketika pencari kenikmatan dunia itu sudah mati pikiran dan perasaannya mereka selalu mengejar sesuatu yang mati yang tidak pernah lari sehingga kita terus berputar dari satu kelain kelompok yang membayangi kenikmatan padahal itulah dia yang bernama Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë.

Khulashah

Kalimat Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë terdiri dari enam perkataan: Lagèi = seperti, Boh = buah, Rôm-Rôm = nama buah tersebut, Lam = dalam dan Peunë = piring Aceh dalam bentuk agak besar yang dibuat dari tanah liat yang dibakar berwarna kuning tua kemerah-merahan. Secara harfiah ia mengandung makna; seperti Boh Rôm-Rôm Lam Peunë semacam kue yang sering digunakan orang Aceh sebagai bahan berbuka puasa di bulan Ramadhan, di pulau Jawa disebut onde-onde yang rasanya sedikit berbeda dengan Boh Rôm-Rôm.

Secara istilah kalimat tersebut bermakna; suatu jenis makanan yang berbentuk bulat berada dalam piring besar yang ketika piring tersebut miring kekanan maka semua makanan tersebut bergulir kekanan, demikian juga kalau piringnya miring kekiri ia otomatis bergulir kekiri.

Definisi tersebut menggambar sikap dan prilaku manusia yang sangat mudah berubah manakala berhadapan dengan sesuatu yang menguntungkan atau yang menakutkan mereka, seperti; Ketika Indonesia dipimpin oleh Soekarno pada masa Oerde Lama (Orla) yang menyokong Partai Komunis Indonesia (PKI) maka beramai-ramai rakyat Indonesia masuk PKI, manakala Soekarno doyan Perempuan maka poligami marak di Indonesia.

Tags
  • Penulis: Diadanna
  • Editor: Murdani

Komentar (1)

  • Putra

    Ketika manusia sudah hubbud dunya maka pertimbangan Utk akherat nya mulai berkurang dan bisa hilang seolah olah TDK ada gunanya sama sekali.. itulah manusia yg TDK mampu menguasai ( mengendalikan) hawa napsu nya.. semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan rahmat nya kepada kita.. Aamiin ya rabbal alamin 🤲🤲

    Balas11 Oktober 2026 19:36

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tgk. Muhammad Ali Irsyad: Ulama Falak yang Menginspirasi

    Tgk. Muhammad Ali Irsyad: Ulama Falak yang Menginspirasi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Berikut adalah profil singkat Abuya Teungku H. Muhammad Ali Irsyad, yang dikenal sebagai ahli ilmu falak dan pendiri Dayah (Pesantren) Darussa’adah di Pidie, Aceh. Sekilas Tentang Muhammad Ali Irsyad: Nama panggilan: Abu Teupin Raya Tempat & Tahun Lahir: Desa Kayee Jatoe, Kemukiman […]

  • Kisah Tiga Ulama Sufi yang Dianggap Gila Karena Cintanya Terlalu Dalam kepada Tuhan

    Kisah Tiga Ulama Sufi yang Dianggap Gila Karena Cintanya Terlalu Dalam kepada Tuhan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Tiga Jalan Menuju Tuhan Hasan al-Basri menempuh jalan rasa takut dan penyesalan. Abu Hasan asy-Syadzili menempuh jalan keseimbangan dan cinta dunia yang suci. Al-Hallaj menempuh jalan penyatuan total, fana dalam Tuhan. Namun di balik perbedaan itu, tersimpan makna yang […]

  • Aceh, Negeri yang Terlalu Sibuk dengan Citra

    Aceh, Negeri yang Terlalu Sibuk dengan Citra

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi › Oleh: Yusri Razali — Komisioner KIP Banda Aceh Beberapa hari terakhir, Aceh kembali gelap, listrik padam berjam-jam, aktivitas masyarakat lumpuh, warung kopi kehilangan pelanggan, jaringan internet terganggu, rumah-rumah sakit harus bersiap dengan cadangan daya, sebagian warga bahkan mengeluhkan […]

  • Sejarah KIP Aceh: Menjaga Suara di Tanah yang Pernah Berkonflik

    Sejarah KIP Aceh: Menjaga Suara di Tanah yang Pernah Berkonflik

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Pilkada 2006 dan Sebuah Babak Baru Setelah perdamaian tercapai, Aceh memasuki salah satu momentum demokrasi yang penting, yakni Pilkada 2006. Untuk pertama kalinya, masyarakat Aceh menentukan langsung siapa yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur. Pemilihan ini bukan sekadar […]

  • Pemilu 2029: Antara Kemajuan AI dan Ancaman Disinformasi

    Pemilu 2029: Antara Kemajuan AI dan Ancaman Disinformasi

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Dulu, kalau ingin memengaruhi pilihan pemilih dalam pemilu, orang harus memasang baliho, membuat iklan, turun ke lapangan atau berkampanye dari panggung ke panggung. Sekarang, cukup dengan sebuah ponsel dan teknologi kecerdasan buatan (AI), sebuah pesan politik bisa […]

  • Data Pemilu 2029 Bisa Jadi Sasaran Peretas, Bawaslu Mulai Perkuat Pertahanan Digital

    Data Pemilu 2029 Bisa Jadi Sasaran Peretas, Bawaslu Mulai Perkuat Pertahanan Digital

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Jakarta – Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam penyelenggaraan pemilu. Namun, semakin banyak aktivitas yang bergantung pada sistem digital, semakin besar pula kebutuhan untuk melindungi data dan infrastruktur informasi dari ancaman siber. Memasuki persiapan Pemilu 2029, Badan […]

expand_less