Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Budaya » Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë

Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë

  • account_circle Diadanna
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • schedule 4 menit baca
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dukung Siribee

Jika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.

Ketika Indonesia dipimpin Soeharto dalam zaman Orede Baru (Orba) yang mendukung dan memprioritaskan Golongan Karya (Golkar) maka mayoritas rakyat Indonesia bergabung dalam Golkar, manakala Soeharto dikontrol ketat oleh isterinya ibu Tien tidak boleh poligami maka Soeharto membuat undang-undang anti poligami.

Ketika Indonesia dipimpin oleh Jokowidodo (Jokowi) yang mengizinkan rakyat Tiongkok beramai-ramai masuk ke Indonesia, maka kebanyakan Masyarakat Indonesia mengizinkan manusia bermata sipit itu menguasai wilayah-wilayah di Indonesia.

Ketika Prabowo Subianto menjadi presiden Indonesia secara curang dalam pemilihan presiden tahun 2024 maka beramai-ramai rakyat Indonesia merapat kepadanya. Begitulah Gambaran filosofi yang terkandung di balik istilah Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë.

Di Aceh, kondisi serupa pernah wujud dari dahulu sampai sekarang, umpamanya; Ketika Aceh berada dalam masa penjajahan, alim ulama dan para umara seperti Tgk. Chik Di Tiro, Teuku Umar Johan Pahlawan, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Teungku Muhammad Dawud Beureu-éh berjuang melawan penjajah Belanda maka tatkal aitu bangsa Aceh berbondong-bondong berjihad fi sabilillah mengikut para ulama dan umara.

Ketika Aceh dikuasai oleh organisasi Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) maka hampir semua bangsa Aceh bergabung dalam PUSA baik langsung maupun tidak. Ketika Aceh dikuasai oleh para pejuang Darul Islam/Tentera Islam Indonesia (DI/TII) lebih separuh penduduk Aceh bergabung dengan DI/TII. Manakala Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Berjaya menguasai wilayah Aceh dalam kurun waktu 1998-2024 maka dapat dipastikan hampir 100% bangsa Aceh berpartisipasi dan bergabung dengan GAM.

Hari ini Aceh sedang dikuasai oleh kaum dayah tradisional yang telah mendirikan dayah-dayah hampir di seluruh wilayah Aceh yang membawa tatacara ibadah ala mereka, dapat dipastikan mayoritas masyarakat Aceh hari ini beramai-ramai mengikuti tatacara ibadah mereka seperti shalat tarawih 20 raka’at, mengulang rukun khutbah Jum’at, berdo’a besar-besar selepas shalat berjama’ah, mewajibkan baca qunut waktu shalat shubuh, talqin mayat, bayar kifarat shalat bagi orang mati, mengambil upah mengaji di kuburan orang baru mati, melaksanakan shalat dzuhur pasca shalat Jum’at yang disebut mereka; i’adah luho dan semisalnya yang semuanya cenderung berujung kepada perolehan sedekah baik secara Ikhlas maupun secara paksa. Kondisi dan sistuasi semisal itulah yang dalam filosofi ke-Aceh-an disebut: Lagèi Boh Rôm-Rôm Lam Peunë, meurôn-rôn, kesana meucrôn-crôn kesini.

Sikap seperti ini sangat tidak baik dimiliki oleh ummat Islam karena itu merupakan sikap plinplan yang tidak memihak kepada keistiqamahan, apalagi kalau sempat mencampur adukkan antara hak (kebenaran) dengan bathil (kesalahan), Allah sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” (Al-Baqarah/2; 42)

Dalam hadis, Rasulullah SAW.juga sudah menggambarkan tentang kedudukan halal dan haram sebagai pegangan ummat manusia:

إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ، والْحَرَامَ بَيِّنٌ، وبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ، وعِرْضِهِ  ومَنْ وقَعَ  فِي الشُّبُهَاتِ وقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى، يُوشِكُ أَنْ يَقَعَ فِيهِ، أَلَا وإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلَا وإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ، أَلَا وإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وهِيَ الْقَلْبُ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal yang meragukan yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhi hal-hal yang meragukan, ia telah melindungi agamanya dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus ke dalam hal-hal yang meragukan, maka ia telah terjerumus ke dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar kawasan terlarang, ia hampir saja terjerumus ke dalamnya. Sesungguhnya setiap raja memiliki kawasan terlarang, dan sesungguhnya kawasan terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya, Bukankah di dalam tubuh ada sepotong daging; jika ia baik, seluruh tubuh menjadi baik, dan jika ia rusak, seluruh tubuh menjadi rusak? Bukankah itu adalah hati?

Ayat dan hadis tersebut memberi gambaran kepada kita betapa Allah dan RasulNya sungguh-sungguh telah memisahkan antara yang baik (halal) dengan yang buruk (haram) sebagai perisai dalam kehidupan kita agar kita selamat dalam kehidupan dunia dan juga selamat di akhirat kelak.

Sifat plinplan yang dalam bahasa Aceh disebut Meurôn-rôn/Meucrôn-crôn yang membaur dengan kehidupan dunia pada sisi kesalahan (haram) sangat dilarang dalam Islam, sebaliknya kita dituntun untuk selalu berada pada posisi yang transparan dan benar (halal) walaupun hidup terasa susah di dunia ini tetapi akan mudah di akhirat nanti.

Berbeda dengan orang-orang yang hidup di dunia membaur dengan kebatilan (haram) dan merasa senang/bahagia dengan keharaman tersebut, di hari nanti akan berhadapan dengan kesusahan yang amat sangat susah sebagai penghuni neraka. Jauhilah gaya hidup Meurôn-rôn/Meucrôn-crôn Lagèi boh Rôm-rôm lam Peunë atawa lagèi Boh Trueng lam Jeu-èi.

Tags
  • Penulis: Diadanna
  • Editor: Murdani

Komentar (1)

  • Putra

    Ketika manusia sudah hubbud dunya maka pertimbangan Utk akherat nya mulai berkurang dan bisa hilang seolah olah TDK ada gunanya sama sekali.. itulah manusia yg TDK mampu menguasai ( mengendalikan) hawa napsu nya.. semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan rahmat nya kepada kita.. Aamiin ya rabbal alamin 🤲🤲

    Balas11 Oktober 2026 19:36

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal PDPB, Cara Menjaga Data Pemilih Tetap Akurat dan Mutakhir

    Mengenal PDPB, Cara Menjaga Data Pemilih Tetap Akurat dan Mutakhir

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Data pemilih bukanlah data yang berhenti berubah setelah pemilu selesai, di tengah masyarakat, perubahan terus terjadi, ada warga yang meninggal dunia, pindah domisili, pindah ke luar negeri, menjadi anggota TNI atau Polri, tetapi pada saat yang sama […]

  • Dari Meja Perundingan ke Bilik Suara: Jejak Panjang Partai Lokal Aceh

    Dari Meja Perundingan ke Bilik Suara: Jejak Panjang Partai Lokal Aceh

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 52
    • 1Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Bukan Sekadar Partai: Apa Maknanya bagi Demokrasi Aceh? Jika dilihat dari perspektif sejarah, partai lokal Aceh memiliki fungsi yang lebih besar daripada sekadar kendaraan untuk memenangkan pemilu. Kehadirannya merupakan bagian dari mekanisme untuk mengubah konflik politik menjadi persaingan politik […]

  • Sejarah KIP Aceh: Menjaga Suara di Tanah yang Pernah Berkonflik

    Sejarah KIP Aceh: Menjaga Suara di Tanah yang Pernah Berkonflik

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›KIP dan pekerjaan yang tidak pernah selesai Perjalanan KIP sejak akar hukumnya dibangun melalui UU 18/2001 hingga diperkuat melalui UUPA 2006 menunjukkan bahwa lembaga ini bukan produk yang lahir dalam satu malam, ia merupakan bagian dari perjalanan panjang demokrasi […]

  • Secangkir Kopi di Sepertiga Malam

    Secangkir Kopi di Sepertiga Malam

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi › Oleh: Lebah Senja Malam selalu datang dengan caranya sendiri. Ia tidak pernah tergesa-gesa. Perlahan ia menghapus warna jingga di ufuk barat, menyalakan bintang-bintang, lalu membungkus bumi dengan kesunyian yang hanya dipahami oleh mereka yang mencintainya. Di saat rumah-rumah […]

  • Gelombang Protes Jakarta: Benarkah Kepercayaan Publik Mulai Runtuh?

    Gelombang Protes Jakarta: Benarkah Kepercayaan Publik Mulai Runtuh?

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Jakarta kembali menjadi pusat perhatian publik setelah aksi demo besar-besaran digelar di sejumlah titik strategis ibu kota. Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada […]

  • Pemilih Muda Kuasai Banda Aceh, Gen Z dan Milenial Capai 63,6 Persen

    Pemilih Muda Kuasai Banda Aceh, Gen Z dan Milenial Capai 63,6 Persen

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Banda Aceh – Generasi muda menjadi kelompok terbesar dalam daftar pemilih Kota Banda Aceh, Data Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III 2026 mencatat, sebanyak 116.379 pemilih atau 63,6 persen dari total 182.880 pemilih berada pada rentang […]

expand_less