Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending
Beranda » Berita » Pemuda dan Masjid: Kunci Membangun Peradaban dan Budaya Demokrasi

Pemuda dan Masjid: Kunci Membangun Peradaban dan Budaya Demokrasi

  • account_circle Muhammad Yusuf
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • schedule 2 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dukung Siribee

Jika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.

Tanggung Jawab Bersama Membina Pemuda

Pembinaan generasi muda tidak dapat dibebankan kepada pengurus masjid saja. Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan karakter, sekolah berperan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, sedangkan ulama serta tokoh masyarakat membantu memberikan arahan moral dan sosial.

Pemerintah dan berbagai lembaga juga memiliki tanggung jawab untuk memperluas akses pendidikan, pelatihan kerja, layanan kesehatan, dan kesempatan berusaha. Dukungan yang saling terhubung akan memberi pemuda ruang lebih besar untuk tumbuh dan mengembangkan potensi.

Sebaliknya, pembinaan yang berjalan sendiri-sendiri berisiko tidak menjawab kebutuhan mereka secara utuh. Karena itu, komunikasi antara keluarga, lembaga pendidikan, pengurus masjid, komunitas, dan pemerintah perlu terus diperkuat

Masjid dan Budaya Demokrasi

Peran masjid dalam membentuk karakter pemuda juga berkaitan dengan tumbuhnya budaya demokrasi. Demokrasi tidak hanya berlangsung ketika masyarakat memberikan suara pada saat pemilu. Nilai-nilainya juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesediaan mendengarkan pendapat berbeda, mengambil keputusan melalui musyawarah, bersikap jujur, dan bertanggung jawab atas pilihan yang dibuat.

Nilai-nilai tersebut dapat dipelajari melalui kegiatan bersama di lingkungan masjid. Ketika pemuda dilibatkan dalam pengambilan keputusan, mereka belajar menyampaikan gagasan dengan baik, menghargai pandangan orang lain, dan menyelesaikan perbedaan tanpa permusuhan.

Kemampuan memilah informasi juga penting dalam kehidupan demokrasi. Pemuda perlu memahami persoalan publik berdasarkan fakta, bukan sekadar mengikuti kabar yang ramai beredar atau ajakan yang memecah belah masyarakat.

Pembinaan seperti ini tidak berarti masjid diarahkan menjadi ruang kampanye politik. Masjid justru dapat menjadi tempat menumbuhkan etika, persaudaraan, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan tanpa mengarahkan jamaah pada pilihan politik tertentu.

Pemuda sebagai Arsitek Peradaban

Sejarah awal Islam memperlihatkan bagaimana anak muda dapat mengambil peran penting dalam membangun masyarakat. Mus’ab bin Umair, misalnya, diutus Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib setelah Baiat Aqabah pertama untuk mengajarkan Islam. Perannya membantu memperkenalkan ajaran Islam dan menyiapkan lingkungan sosial yang kelak menjadi bagian penting dalam perkembangan masyarakat Muslim di Madinah.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa pembinaan dan kepercayaan kepada generasi muda dapat membuka jalan bagi perubahan yang lebih luas. Pemuda tidak hanya menjadi penerima pendidikan, tetapi juga dapat menjadi penggerak pengetahuan, pelayanan sosial, dan kehidupan bermasyarakat.

Masjid memiliki peluang untuk menumbuhkan peran tersebut melalui kegiatan yang dekat dengan kebutuhan anak muda. Ketika iman, ilmu, keterampilan, kemandirian, dan kepedulian sosial berkembang bersama, generasi muda memiliki bekal yang lebih kuat untuk menghadapi persoalan zaman.

Membangun peradaban dari masjid pada akhirnya bukan hanya tentang memakmurkan bangunan, melainkan juga membina manusia yang mampu membawa nilai kebaikan ke dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan publik.

  • Penulis: Muhammad Yusuf
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demokrasi Lokal Tetap di Tangan Rakyat: MK Pertahankan Pilkada Langsung

    Demokrasi Lokal Tetap di Tangan Rakyat: MK Pertahankan Pilkada Langsung

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Jakarta – Di tengah berbagai wacana mengenai arah demokrasi Indonesia, Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menegaskan satu prinsip penting, rakyat tetap menjadi pihak yang menentukan pemimpin daerahnya secara langsung. Melalui putusan yang dibacakan pada Selasa (30/6), MK menyatakan permohonan yang […]

  • KPU Kaji E-Voting Pemilu 2029, Bagaimana Kesiapan Infrastrukturnya?

    KPU Kaji E-Voting Pemilu 2029, Bagaimana Kesiapan Infrastrukturnya?

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Jakkarta, Siribee.com – Gagasan menerapkan electronic voting atau e-voting mulai mendapat tempat dalam pembicaraan mengenai masa depan Pemilu Indonesia. Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahkan telah mengkaji roadmap penerapan e-voting, terutama untuk pemilih Indonesia yang berada di luar negeri. Langkah ini […]

  • Senja yang Terluka di Bukit Lamreh

    Senja yang Terluka di Bukit Lamreh

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Namun satu peristiwa dapat meninggalkan luka yang jauh lebih besar daripada yang terlihat, perhatian publik semakin besar ketika berbagai pihak mulai angkat bicara. Tokoh masyarakat, pegiat pariwisata, hingga kalangan politik meminta persoalan tersebut diusut secara tuntas. Mereka menilai tindakan […]

  • Bendera Bulan Bintang Aceh: Sejarah, Makna dan Perjalanannya hingga Sekarang

    Bendera Bulan Bintang Aceh: Sejarah, Makna dan Perjalanannya hingga Sekarang

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Siribee.com » Bendera Bulan Bintang Aceh merupakan salah satu simbol yang paling banyak diperbincangkan dalam perjalanan sejarah politik dan identitas Aceh. Bendera dengan warna dasar merah, garis hitam dan putih, serta gambar bulan dan bintang lima di bagian tengah ini tidak […]

  • Sejarah KIP Aceh: Menjaga Suara di Tanah yang Pernah Berkonflik

    Sejarah KIP Aceh: Menjaga Suara di Tanah yang Pernah Berkonflik

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Pilkada 2006 dan Sebuah Babak Baru Setelah perdamaian tercapai, Aceh memasuki salah satu momentum demokrasi yang penting, yakni Pilkada 2006. Untuk pertama kalinya, masyarakat Aceh menentukan langsung siapa yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur. Pemilihan ini bukan sekadar […]

  • Batik Nasional: Warisan Abadi yang Menyatukan Indonesia

    Batik Nasional: Warisan Abadi yang Menyatukan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Dukung SiribeeJika artikel ini bermanfaat, traktir kami secangkir kopi untuk mendukung konten dan jurnalisme Siribee.Traktir Kopi ›Tantangan dan Harapan Di balik keindahannya, batik menghadapi banyak tantangan: Industri tekstil modern yang memproduksi kain bermotif batik secara massal tanpa proses tradisional. Kurangnya regenerasi pengrajin yang membuat keterampilan membatik terancam hilang. Kurangnya apresiasi dari masyarakat yang lebih memilih […]

expand_less