Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengapa 15 September Diperingati sebagai Hari Demokrasi Internasional?

Mengapa 15 September Diperingati sebagai Hari Demokrasi Internasional?

  • account_circle Yusri Razali
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Setiap 15 September, dunia memperingati Hari Demokrasi Internasional atau International Day of Democracy. Bagi sebagian orang, tanggal ini mungkin terdengar seperti peringatan internasional lainnya. Namun, di baliknya ada pesan yang cukup penting, demokrasi tidak cukup hanya dibicarakan ketika pemilu berlangsung.

Hari Demokrasi Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi Nomor A/RES/62/7 pada 8 November 2007. Resolusi tersebut menetapkan 15 September sebagai hari untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya demokrasi serta mendorong negara-negara anggota PBB memperingatinya setiap tahun.

Penetapan itu memiliki latar belakang perjalanan panjang demokrasi di tingkat internasional, salah satu momentum yang ikut melatarbelakanginya adalah International Conference on New or Restored Democracies yang pertama kali digelar di Manila, Filipina, pada 1988. Forum tersebut menjadi ruang bagi negara-negara untuk bertukar pengalaman mengenai demokratisasi dan bagaimana pemerintahan demokratis dapat diperkuat.

Peran Inter-Parliamentary Union (IPU) juga tidak bisa dilepaskan dari perkembangan gagasan tersebut. Pada 16 September 1997, IPU mengadopsi Universal Declaration on Democracy. Deklarasi ini menegaskan sejumlah prinsip penting demokrasi, antara lain kebebasan, kesetaraan, partisipasi masyarakat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, pluralisme, transparansi, akuntabilitas dan supremasi hukum.

Ada satu hal yang perlu diluruskan. Hari Demokrasi Internasional diperingati pada 15 September, sedangkan Universal Declaration on Democracy IPU diadopsi pada 16 September 1997. Jadi, keduanya berkaitan dalam sejarah penguatan demokrasi, tetapi bukan berarti 15 September dipilih karena deklarasi IPU tersebut ditetapkan pada tanggal yang sama.

Lalu, apa sebenarnya yang diperingati?

Jawabannya tidak berhenti pada pemilu, demokrasi memang memberikan ruang kepada rakyat untuk memilih pemimpin dan wakilnya, tetapi demokrasi yang sehat seharusnya tetap bekerja setelah suara dihitung.

Konstitusi Indonesia memberikan dasar yang jelas. Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Sementara Pasal 22E mengatur bahwa pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa rakyat bukan hanya diperlukan ketika suara dibutuhkan. Dalam negara demokrasi, masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, mendapatkan informasi, mengawasi penyelenggaraan pemerintahan serta menilai kebijakan publik.

Di sinilah Hari Demokrasi Internasional menjadi relevan bagi Indonesia.

Ukuran demokrasi tidak semestinya hanya dilihat dari tingginya partisipasi pemilih. Demokrasi juga dapat dilihat dari hal-hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, apakah warga mudah menyampaikan aspirasi, apakah pelayanan publik diberikan secara adil, apakah kritik dapat disampaikan, apakah lembaga negara terbuka terhadap pengawasan dan apakah hukum berlaku tanpa pandang bulu.

Dengan kata lain, demokrasi seharusnya terasa dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya terlihat di surat suara.

Peringatan 15 September juga mengingatkan bahwa demokrasi bukan sistem yang sekali jadi, ia membutuhkan pemeliharaan. Kualitas pemilu harus terus ditingkatkan, penyelenggara pemilu harus menjaga integritas, partai politik perlu memperbaiki pendidikan politik, media harus menjalankan fungsi kontrol secara bertanggung jawab, sementara masyarakat juga perlu belajar membedakan informasi yang benar dan manipulatif.

Tantangannya semakin besar di era media sosial. Perdebatan politik kini berlangsung setiap hari, bukan hanya menjelang pemilu, informasi yang keliru dapat menyebar jauh lebih cepat daripada klarifikasinya. Karena itu, kualitas demokrasi juga sangat bergantung pada kualitas warga dalam menggunakan informasi dan menyampaikan pendapat.

Pada akhirnya, Hari Demokrasi Internasional bukan sekadar tentang sebuah tanggal, ia adalah kesempatan untuk bercermin.

Demokrasi yang baik bukan hanya demokrasi yang berhasil menyelenggarakan pemilu. Demokrasi yang baik adalah demokrasi yang membuat rakyat merasa memiliki suara, memiliki ruang untuk mengawasi kekuasaan dan memperoleh hak yang sama sebagai warga negara.

Karena itu, setiap 15 September, pertanyaan yang paling penting mungkin bukan hanya “apakah kita sudah berdemokrasi?”, tetapi “apakah demokrasi sudah benar-benar hadir dalam kehidupan kita?

  • Penulis: Yusri Razali
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Yusrijal Abdar
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu mulai bergerak memasuki tahap awal. DPR RI menyatakan akan membuka pembicaraan secara terbatas bersama para pimpinan fraksi, sembari melanjutkan komunikasi politik dan penyerapan aspirasi dari partai politik nonparlemen. Langkah tersebut menjadi penting karena perubahan aturan Pemilu akan menjadi salah satu fondasi penyelenggaraan Pemilu 2029. Pada saat yang sama, DPR mulai mengantisipasi […]

  • Buka Puasa Bersama Munawar Khalil, Kuah Laot Jadi Simbol Kebersamaan

    Buka Puasa Bersama Munawar Khalil, Kuah Laot Jadi Simbol Kebersamaan

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Langit Banda Aceh berwarna jingga lembut ketika tamu-tamu mulai berdatangan, Minggu, 22 Februari 2026. Angin sore berembus pelan membawa aroma asin yang samar, aroma yang mengingatkan pada laot, laut yang menjadi nadi kehidupan masyarakat Aceh. Seolah sejak awal, suasana telah memberi isyarat bahwa malam itu bukan sekadar buka puasa biasa, melainkan perjumpaan rasa dan makna. […]

  • Protes di DPR Memanas! Rakyat Lawan Privilege Politisi, Apa Sebenarnya yang Terjadi?

    Protes di DPR Memanas! Rakyat Lawan Privilege Politisi, Apa Sebenarnya yang Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Belakangan ini, suasana politik nasional kembali memanas. Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi sorotan publik setelah gelombang protes dari masyarakat mencuat. Rakyat menuntut transparansi, akuntabilitas, serta menolak adanya privilege politisi yang dianggap semakin jauh dari realitas kehidupan sehari-hari warga. Protes yang terjadi bukan tanpa alasan. Sejumlah kebijakan yang dinilai lebih menguntungkan kelompok elite politik memicu […]

  • Jarang Disorot, Ini Deretan Manfaat Belimbing Wuluh untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

    Jarang Disorot, Ini Deretan Manfaat Belimbing Wuluh untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Belimbing wuluh selama ini lebih dikenal sebagai pelengkap dapur dibanding sebagai sumber nutrisi. Rasanya yang asam tajam membuat buah ini identik dengan campuran sayur, sambal, hingga olahan ikan. Namun di balik perannya sebagai penyedap alami, belimbing wuluh menyimpan potensi kesehatan yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Buah dengan nama ilmiah Averrhoa bilimbi ini tumbuh subur […]

  • Pemakzulan Gubernur hingga Bupati, Begini Mekanismenya

    Pemakzulan Gubernur hingga Bupati, Begini Mekanismenya

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemakzulan kepala daerah baik gubernur, bupati, maupun wali kota merupakan proses pemberhentian dari jabatan sebelum masa tugas berakhir. Di Indonesia, aturan ini diatur secara rinci dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya. Prosesnya tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena harus memenuhi syarat hukum yang jelas dan melalui tahapan tertentu.   Alasan […]

  • 5 Hal yang Perlu Diketahui Pemilih Pemula Sebelum Mengikuti Pemilu

    5 Hal yang Perlu Diketahui Pemilih Pemula Sebelum Mengikuti Pemilu

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu menjadi momentum penting bagi warga negara untuk menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan pemerintahan melalui suara yang diberikan di tempat pemungutan suara (TPS). Bagi pemilih pemula, pengalaman menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya tentu memiliki arti tersendiri. Namun, menjadi pemilih tidak cukup hanya mengetahui kapan dan di mana harus mencoblos. Pemilih juga perlu memahami bagaimana […]

expand_less