Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Abu Hasan Krueng Kalee: Ulama Karismatik, Pendidik dan Pejuang dari Aceh

Abu Hasan Krueng Kalee: Ulama Karismatik, Pendidik dan Pejuang dari Aceh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Dalam perjalanan panjang sejarah ulama di Aceh, nama Abu Hasan Krueng Kalee selalu hadir sebagai salah satu tokoh utama.

Ulama kharismatik yang memiliki nama asli Tgk. Syaikh Haji Muhammad Hasan bin Tgk. Muhammad Hanafiyyah ini bukan hanya dikenal karena ilmunya yang luas, tetapi juga karena kiprah besarnya dalam membangun pendidikan Islam dan membimbing masyarakat.

Beliau lahir pada 18 April 1886 di Pidie dan sejak kecil sudah akrab dengan suasana religius. Beliau belajar membaca Al-Qur’an langsung dari ibunya, sementara ilmu fikih dan akhlak beliau dapatkan dari ayahnya.

Dari Pidie, Malaysia, hingga Mekkah

Rasa haus akan ilmu pengetahuan membuat Abu Hasan tidak hanya belajar di kampung halamannya. Beliau sempat nyantri di Kedah, Malaysia, sebelum akhirnya berangkat ke Mekkah pada tahun 1909.

Selama sekitar tujuh tahun di tanah suci, beliau memperdalam berbagai ilmu, mulai dari tafsir, fikih, tasawuf, falak, sampai ilmu ukur segitiga yang biasanya dipakai untuk menentukan arah kiblat.

Pengalaman belajar di Haramain ini membuat wawasannya semakin luas, dan ilmunya pun diakui banyak ulama besar.

Lahirnya Dayah Krueng Kalee

Setelah menuntut ilmu di luar negeri, Abu Hasan kembali ke tanah kelahirannya dan pada 1917 mendirikan dayah di Gampong Siem, Aceh Besar.

Dayah ini dikenal dengan nama Dayah Krueng Kalee. Awalnya sederhana, santrinya juga belum banyak. Tapi berkat ketelatenan beliau, dalam beberapa tahun dayah ini berkembang pesat dan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terpenting di Aceh.

Bukan cuma soal ilmu agama, santri di Dayah Krueng Kalee juga ditempa agar berakhlak baik, disiplin, dan siap mengabdi untuk masyarakat.

Tidak Hanya Ulama, Tapi Juga Pejuang 

Abu Hasan bukan hanya fokus pada pendidikan. Saat Aceh dan Indonesia berjuang melawan penjajahan, beliau ikut terlibat. Beliau mendukung laskar mujahidin, lalu setelah kemerdekaan aktif dalam PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah).

Bahkan, pada Pemilu 1955 beliau terpilih menjadi anggota Konstituante mewakili Aceh. Jadi, jelas bahwa kiprahnya melampaui batas pesantren beliau juga punya peran di kancah politik nasional.

Wafat dan Warisan

Hari bersejarah itu, 19 Januari 1973, menjadi momen kepergian Abu Hasan Krueng Kalee untuk selamanya. Kepergian ulama kharismatik Aceh ini diiringi oleh lautan manusia yang datang memberi penghormatan terakhir.

Meski jasad beliau telah tiada, warisan ilmunya terus hidup lewat santri-santri dan lembaga pendidikan yang pernah beliau bangun.

Dayah yang sempat terhenti aktivitasnya sekitar 40 tahun itu akhirnya dibuka kembali pada 1999 dan diberi nama Dayah Darul Ihsan Krueng Kalee.

Sekarang, dayah ini memadukan sistem pendidikan tradisional ala pesantren salafi dengan kurikulum modern, sehingga bisa menjawab kebutuhan zaman.

Abu Hasan Krueng Kalee adalah contoh nyata seorang ulama yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga membangun peradaban.

Beliau mendidik, membimbing, sekaligus berjuang. Sosoknya tetap abadi dalam ingatan masyarakat, dihormati sebagai salah satu ulama besar Aceh.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teungku Chik Pante Geulima: Ulama, Panglima Perang dan Penjaga Martabat Aceh

    Teungku Chik Pante Geulima: Ulama, Panglima Perang dan Penjaga Martabat Aceh

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Aceh tidak pernah kekurangan tokoh besar dalam sejarahnya. Tanah yang dikenal sebagai Serambi Mekkah itu melahirkan banyak ulama, pejuang, dan pemimpin rakyat yang mengabdikan hidupnya demi agama dan tanah air. Namun di antara nama-nama besar tersebut, Teungku Chik Pante Geulima menempati tempat yang istimewa. Ia bukan hanya dikenang sebagai ulama, tetapi juga panglima perang yang […]

  • Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi: Hak dan Batasannya

    Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi: Hak dan Batasannya

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Kebebasan berpendapat merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Tanpa kebebasan menyampaikan kritik, mempertanyakan kebijakan, menyampaikan keberatan, atau menawarkan gagasan yang berbeda, demokrasi mudah berubah menjadi sekadar prosedur pergantian kekuasaan tanpa partisipasi publik yang bermakna. Di Indonesia, kebebasan berpendapat bukan sekadar nilai politik, melainkan hak konstitusional yang dijamin Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal […]

  • Protes di DPR Memanas! Rakyat Lawan Privilege Politisi, Apa Sebenarnya yang Terjadi?

    Protes di DPR Memanas! Rakyat Lawan Privilege Politisi, Apa Sebenarnya yang Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Belakangan ini, suasana politik nasional kembali memanas. Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi sorotan publik setelah gelombang protes dari masyarakat mencuat. Rakyat menuntut transparansi, akuntabilitas, serta menolak adanya privilege politisi yang dianggap semakin jauh dari realitas kehidupan sehari-hari warga. Protes yang terjadi bukan tanpa alasan. Sejumlah kebijakan yang dinilai lebih menguntungkan kelompok elite politik memicu […]

  • Kebijakan Populis: Solusi atau Sekadar Janji Politik?

    Kebijakan Populis: Solusi atau Sekadar Janji Politik?

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Di era politik modern, kebijakan populis sering dijadikan alat untuk meraih dukungan masyarakat. Istilah ini merujuk pada langkah-langkah pemerintah yang dirancang agar disukai mayoritas, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. Namun, apakah kebijakan populis benar-benar memberikan solusi atau hanya janji politik sementara? Memahami Kebijakan Populis Secara sederhana, kebijakan populis bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cepat […]

  • Riwayat Pendidikan Gibran Berdasarkan Data KPU

    Riwayat Pendidikan Gibran Berdasarkan Data KPU

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu informasi yang tercantum dalam dokumen pencalonannya sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024 yang dipublikasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui infopemilu.kpu.go.id. Berdasarkan penelusuran Siribee.com pada Portal Publikasi KPU, 23 September 2026, riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka tercatat mulai dari jenjang sekolah dasar hingga […]

  • Pemilu 1971 dan Perubahan Besar Politik Indonesia: Bukan Sekadar Kemenangan Golkar

    Pemilu 1971 dan Perubahan Besar Politik Indonesia: Bukan Sekadar Kemenangan Golkar

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu 1971 merupakan pemilu kedua dalam sejarah Indonesia setelah Pemilu 1955. Digelar pada 5 Juli 1971, pemilu ini menjadi peristiwa penting karena berlangsung dalam suasana politik yang sama sekali berbeda dari pemilu pertama. Jika Pemilu 1955 berlangsung pada era demokrasi parlementer dengan persaingan banyak partai, Pemilu 1971 dilaksanakan setelah Indonesia melewati periode Demokrasi […]

expand_less