Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemilu » Jejak Partai Pemenang Pemilu 1955–2024 dan Perolehan Suaranya

Jejak Partai Pemenang Pemilu 1955–2024 dan Perolehan Suaranya

  • account_circle Yusri Razali
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • schedule 5 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Peta kekuatan politik Indonesia tidak pernah benar-benar tetap. Dari Pemilu 1955 hingga Pemilu 2024, partai yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota DPR RI silih berganti mengikuti perubahan zaman, sistem politik dan dinamika masyarakat.

Jika perjalanan tersebut ditarik hampir tujuh dekade, ada beberapa nama yang menonjol. Partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi peraih suara terbanyak pada Pemilu 1955. Setelah itu, Golkar mendominasi enam pemilu berturut-turut pada 1971 hingga 1997.

Era Reformasi kemudian membawa perubahan besar. PDI Perjuangan menjadi partai dengan suara terbanyak pada 1999. Golkar kembali mengambil posisi tersebut pada 2004, disusul Partai Demokrat pada 2009. Setelah itu, PDI Perjuangan kembali menjadi peraih suara terbanyak pada tiga pemilu berturut-turut, yakni 2014, 2019, dan 2024.

Data tersebut menunjukkan bahwa sejarah pemilu Indonesia bukan sekadar pergantian partai pemenang, di dalamnya terdapat perubahan besar dalam sistem kepartaian dan cara masyarakat menyalurkan pilihan politiknya.

Pemilu 1955 dan awal kompetisi multipartai

Pemilu 1955 merupakan pemilu nasional pertama Indonesia. Pemungutan suara dilaksanakan dua kali, yakni pada 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR dan 15 Desember 1955 untuk memilih anggota Konstituante.

Dalam pemilihan anggota DPR, PNI memperoleh suara terbanyak dengan 8.434.653 suara atau 22,32 persen. Masyumi berada di urutan berikutnya dengan 7.903.886 suara atau 20,92 persen, disusul Nahdlatul Ulama (NU) dengan 18,41 persen dan PKI dengan 16,36 persen. Data historis KPU juga mencatat PNI memperoleh 57 kursi DPR.

Hasil itu memperlihatkan bahwa sejak pemilu pertama, masyarakat Indonesia sudah memiliki pilihan politik yang beragam. Tidak ada satu partai yang memperoleh mayoritas suara nasional.

Enam pemilu dan dominasi Golkar

Setelah Pemilu 1955, Indonesia baru kembali menyelenggarakan pemilu pada 1971. Pada pemilu tersebut, Golkar tampil sebagai peraih suara terbanyak dengan 34.348.673 suara atau 62,82 persen.

Dominasi itu kemudian berlanjut. Pada Pemilu 1977, Golkar memperoleh 39.750.096 suara atau 62,11 persen. Lima tahun kemudian, perolehan suaranya meningkat menjadi 48.334.724 atau 64,34 persen.

Pada Pemilu 1987, Golkar bahkan memperoleh 62.783.680 suara atau 73,16 persen. Perolehan tersebut kemudian mencapai 66.599.331 suara atau 68,10 persen pada 1992.

Pemilu 1997 menjadi puncak perolehan suara Golkar dalam periode tersebut. Golkar memperoleh 84.187.907 suara atau 74,51 persen.

Dengan demikian, Golkar menjadi partai atau kekuatan politik dengan perolehan suara terbanyak dalam enam pemilu berturut-turut, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Data historis KPU menunjukkan perubahan suara dan kursi Golkar serta dua peserta lainnya dalam periode tersebut.

Reformasi mengubah peta politik

Pemilu 1999 menjadi titik penting dalam sejarah politik Indonesia. Pemilu ini berlangsung setelah perubahan politik besar pada 1998 dan diikuti oleh 48 partai politik.

Hasilnya berbeda jauh dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. PDI Perjuangan menjadi peraih suara terbanyak dengan 35.689.073 suara atau 33,74 persen.

Posisi kedua ditempati Golkar. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa perubahan politik nasional juga diikuti perubahan dalam pilihan pemilih.

Lima tahun kemudian, posisi teratas kembali berpindah. Pada Pemilu 2004, Golkar memperoleh 24.480.757 suara atau 21,58 persen dan kembali menjadi partai dengan suara terbanyak.

Kemudian pada Pemilu 2009 muncul nama baru di posisi teratas. Partai Demokrat memperoleh 21.703.137 suara atau 20,85 persen, mengungguli Golkar dan PDI Perjuangan.

PDI Perjuangan kembali memimpin perolehan suara

Pada Pemilu 2014, PDI Perjuangan kembali menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak. Partai tersebut memperoleh 23.681.471 suara dan mendapatkan 109 kursi DPR RI.

Posisi tersebut dipertahankan pada Pemilu 2019. PDI Perjuangan memperoleh 27.053.961 suara dan mendapatkan 128 kursi DPR RI. KPU juga mencatat bahwa Pemilu 2019 diikuti 14 partai politik dan sembilan di antaranya memperoleh kursi di DPR RI.

Pada Pemilu 2024, PDI Perjuangan kembali menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak. Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional, partai tersebut memperoleh 25.387.279 suara atau 16,72 persen.

Hasil tersebut sekaligus membuat PDI Perjuangan menjadi partai dengan suara terbanyak dalam tiga pemilu berturut-turut, yakni 2014, 2019, dan 2024.

Persentase suara tidak selalu mencerminkan besarnya jumlah suara

Ada hal menarik jika data tersebut dibaca secara keseluruhan.

Golkar pada 1997 memperoleh 84 juta lebih suara dengan persentase 74,51 persen. Sementara PDI Perjuangan pada 2024 menjadi partai dengan suara terbanyak dengan 25,38 juta suara atau 16,72 persen.

Perbedaan yang sangat besar itu tidak serta-merta menunjukkan perubahan sederhana dalam tingkat dukungan masyarakat. Sistem kepartaian, jumlah peserta pemilu, aturan pemilu, serta konfigurasi politik pada setiap periode berbeda.

Karena itu, angka persentase lebih tepat dibaca sebagai gambaran proporsi suara yang diperoleh sebuah partai dalam pemilu pada zamannya, bukan sebagai ukuran yang dapat dibandingkan secara sederhana lintas seluruh periode.

Perubahan juga terlihat dari sistem pemilu. Kajian KPU Kabupaten Bantul bersama FISIPOL UMY mencatat bahwa sistem proporsional tertutup digunakan pada Pemilu 1955 hingga 1999, sedangkan sistem proporsional terbuka digunakan sejak Pemilu 2004 hingga 2024.

Dari PNI ke Golkar, Demokrat dan PDI Perjuangan

Jika perjalanan tersebut diringkas, sejarah perolehan suara terbanyak dalam pemilu legislatif Indonesia dapat dilihat dalam beberapa fase.

PNI menjadi partai dengan suara terbanyak pada pemilu pertama 1955. Setelah itu, Golkar mendominasi enam pemilu sepanjang 1971–1997. Pemilu 1999 membawa PDI Perjuangan ke posisi teratas, sebelum Golkar kembali mengambil posisi tersebut pada 2004.

Pada 2009, Partai Demokrat menjadi peraih suara terbanyak. Sejak 2014, posisi tersebut kembali ditempati PDI Perjuangan hingga Pemilu 2024.

Rangkaian tersebut menunjukkan satu hal penting: peta kekuatan partai politik Indonesia terus berubah. Tidak ada satu partai yang secara permanen menjadi peraih suara terbanyak sepanjang sejarah pemilu.

Bagi pembaca, data ini juga memberikan konteks untuk memahami Pemilu 2029. Pemilu mendatang tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari perjalanan panjang kompetisi politik Indonesia sejak 1955.

Data Partai dengan Suara Terbanyak di Pemilu Indonesia 1955–2024

Berikut tabel rangkuman perolehan suara partai dengan suara terbanyak dalam pemilihan anggota DPR RI pada setiap pemilu.

Tahun Partai dengan Suara Terbanyak Jumlah Suara Persentase
1955 PNI 8.434.653 22,32%
1971 Golkar 34.348.673 62,82%
1977 Golkar 39.750.096 62,11%
1982 Golkar 48.334.724 64,34%
1987 Golkar 62.783.680 73,16%
1992 Golkar 66.599.331 68,10%
1997 Golkar 84.187.907 74,51%
1999 PDI Perjuangan 35.689.073 33,74%
2004 Golkar 24.480.757 21,58%
2009 Partai Demokrat 21.703.137 20,85%
2014 PDI Perjuangan 23.681.471 18,95%
2019 PDI Perjuangan 27.053.961 19,33%
2024 PDI Perjuangan 25.387.279 16,72%

Catatan: Data dalam tabel merujuk pada hasil pemilihan anggota DPR RI, bukan perolehan suara Pemilihan Presiden. Untuk Pemilu 1955, yang digunakan adalah hasil pemilihan anggota DPR, bukan hasil pemilihan Konstituante. Data historis KPU mencatat PNI sebagai peraih suara terbanyak pada pemilihan DPR 1955.

Sumber: Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk publikasi sejarah Pemilu dan dokumen hasil/rekapitulasi Pemilu; data 2014-2024 juga diperiksa melalui publikasi KPU yang memuat hasil perolehan suara nasional.

  • Penulis: Yusri Razali
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UPMI Medan Jalin Kerja Sama dengan UTU dan Universitas Iskandar Muda, Perkuat Pendidikan hingga Riset

    UPMI Medan Jalin Kerja Sama dengan UTU dan Universitas Iskandar Muda, Perkuat Pendidikan hingga Riset

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Banda Aceh – Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset dan inovasi melalui kerja sama strategis dengan dua perguruan tinggi di Aceh, yakni Universitas Teuku Umar (UTU) dan Universitas Iskandar Muda (UNIDA). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di tingkat universitas serta Memorandum of Agreement (MoA) di […]

  • DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Yusrijal Abdar
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu mulai bergerak memasuki tahap awal. DPR RI menyatakan akan membuka pembicaraan secara terbatas bersama para pimpinan fraksi, sembari melanjutkan komunikasi politik dan penyerapan aspirasi dari partai politik nonparlemen. Langkah tersebut menjadi penting karena perubahan aturan Pemilu akan menjadi salah satu fondasi penyelenggaraan Pemilu 2029. Pada saat yang sama, DPR mulai mengantisipasi […]

  • 5 Tempat Beli Oleh-oleh Dekat Masjid Nabawi yang Paling Direkomendasikan Jamaah

    5 Tempat Beli Oleh-oleh Dekat Masjid Nabawi yang Paling Direkomendasikan Jamaah

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Bagi jemaah haji dan umrah, berbelanja oleh-oleh di Madinah menjadi momen yang tidak boleh dilewatkan. Selain sebagai kenang-kenangan, buah tangan dari Tanah Suci juga menjadi tanda kasih bagi keluarga dan sahabat di rumah. Kabar baiknya, ada banyak tempat belanja dekat Masjid Nabawi yang menawarkan harga ramah di kantong, suasana nyaman, serta pilihan barang yang lengkap. […]

  • Apakah Demokrasi Kita Benar-Benar Masih Sehat?

    Apakah Demokrasi Kita Benar-Benar Masih Sehat?

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Indonesia sering disebut sebagai negara demokratis terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah pemilih yang sangat besar. Demokrasi telah menjadi identitas politik kita sejak reformasi 1998. Namun, dua dekade lebih berlalu, muncul pertanyaan serius: apakah demokrasi kita benar-benar masih sehat? Fenomena seperti politik uang, melemahnya oposisi, hingga maraknya polarisasi politik membuat banyak pihak meragukan […]

  • KPU Kaji E-Voting untuk Pemilu 2029, DPR Minta Keamanan Data Jadi Prioritas

    KPU Kaji E-Voting untuk Pemilu 2029, DPR Minta Keamanan Data Jadi Prioritas

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mendalami kemungkinan pemanfaatan sistem pemungutan suara elektronik (electronic voting atau e-voting) pada Pemilu 2029. Penerapan teknologi tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan efektivitas layanan pemilu, khususnya bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Wacana tersebut mendapat respons dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang meminta agar […]

  • Pemilu, Pilkada dan Demokrasi: Apa Bedanya?

    Pemilu, Pilkada dan Demokrasi: Apa Bedanya?

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu dan Pilkada sama-sama memberi kesempatan kepada rakyat untuk menentukan pemimpin melalui suara. Meski demikian, keduanya memiliki tujuan, cakupan, dan dasar hukum yang berbeda dalam sistem politik Indonesia. Istilah Pemilu dan Pilkada hampir selalu muncul dalam pembicaraan mengenai demokrasi. Keduanya menjadi bagian penting dari perjalanan politik Indonesia karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk […]

expand_less