Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kalam » Bagaimana Islam Memandang Seorang Pemimpin?

Bagaimana Islam Memandang Seorang Pemimpin?

  • account_circle Muhammad Yusuf
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Pemimpin negara adalah faktor penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika ingin rakyatnya makmur dan sejahtera, maka sebuah negara harus mempunyai pemimpin yang jujur, cerdas, amanah serta menyampaikan kebenaran.

Namun, apabila yang terjadi justru sebaliknya, yakni seorang pemimpin bersikap tidak jujur, kurang cakap, menyalahgunakan kekuasaan, dan bertindak zalim terhadap rakyat, maka akibat yang timbul adalah penderitaan dan keterpurukan di tengah masyarakat yang dipimpinnya.

Umat Islam memiliki pedoman yang tegas dan otoritatif dalam menentukan atau menjalankan kepemimpinan, yakni melalui ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadis. Paling tidak ada dua hal yang mesti dipahami oleh umat Islam tentang hakikat kepemimpinan.

Pertama, dalam perspektif Al-Qur’an, kepemimpinan tidak semata-mata dipandang sebagai kontrak sosial antara pemimpin dan rakyat, melainkan merupakan amanah ilahiyah, sebuah perjanjian suci antara pemimpin dan Allah SWT.

Kepemimpinan bukanlah posisi yang layak diperebutkan atau dikejar demi ambisi pribadi, karena sejatinya ia merupakan amanah dari Allah SWT. Kekuasaan yang menyertainya bukan untuk dimuliakan, tetapi digunakan sepenuhnya dalam rangka menunaikan tanggung jawab, yaitu melayani dan menyejahterakan rakyat.

Semakin besar kekuasaan seseorang pemimpin, seharusnya semakin meningkat pula pelayanan terhadap rakyatnya. Bukan terjadi sebaliknya, kekuasaan itu digunakan untuk memperkaya diri atau kelompoknya, zalim dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Balasan atau upah seorang pemimpin bukan kekayaan dan kemewahan hidup di dunia, melainkan hanya balasan dari Allah SWT di akhirat kelak.

Sahabat Rasulullah, Abu Dzar pada  ada sutu ketika meminta sebuah jabatan kepda Rasulullah, kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda:

Kamu memang lemah, dan amanah ini bisa menjadi sumber kehinaan serta penyesalan di akhirat jika diabaikan. (H.R. Muslim)

Hal yang sama juga ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika seseorang sahabatnya meminta suatu jabatan kepada beliau, dimana orang tersebut berkata:

“Ya Rasulullah, berilah kepada kami jabatan pada salah satu bagian yang telah dianugerahkan Allah kepadamu”. Kemudian, Rasulullah menjawab: “Demi Allah kami tidak mengangkat seseorang pada suatu jabatan kepada orang yang menginginkan atau ambisi pada jabatan itu” (H.R. Bukhari Muslim).

Kedua, kepemimpinan menuntut keadilan. Keadilan adalah antitesis dari segala bentuk ketidakadilan, termasuk penindasan, kekerasan, dan perlakuan yang diskriminatif. Keadilan itu jangan hanya dirasakan oleh sebagian pihak dan golongan, tapi keadilan itu harus dirasakan oleh semua golongan rakyatnya.

Diantara bentuknya adalah dengan mengambil keputusan yang adil antara dua pihak yang berselisih, mengurus dan melayani semua lapisan masyarakat tanpa memandang agama, etnis, budaya, dan latar belakang.

Karena itulah, Islam telah menegaskan petunjuk yang gamblang dalam hal pemilihan pemimpin yang berkualitas. Allah SWT secara tegas memerintahkan dalam Al-Qur’an agar umat memilih pemimpin yang beriman dan memiliki akhlak mulia.

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu sebagai pemimpin jika mereka lebih mengutamakan kekufuran daripada keimanan. Barang siapa yang tetap menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang zalim.
(Q.S. At-Taubah: 23)

Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberi kepada kerabat. Allah juga melarang perbuatan keji, kemungkaran, serta permusuhan. Semua ini Dia ajarkan agar kalian dapat mengambil pelajaran.
(Q.S. An-Nahl: 90)

Wallahua’lam Bissawab.

  • Penulis: Muhammad Yusuf
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagaimana DPT Disusun?

    Bagaimana DPT Disusun?

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » DPT Pemilu 2029 tidak disusun secara tiba-tiba menjelang hari pemungutan suara. Di balik daftar pemilih yang nantinya digunakan di tempat pemungutan suara, ada proses panjang untuk memperbarui, memeriksa dan memelihara data pemilih. Bagi masyarakat, istilah Daftar Pemilih Tetap atau DPT mungkin terdengar sederhana. Namun, menyusun daftar yang memuat jutaan warga negara yang memiliki […]

  • Pemilu, Pilkada dan Demokrasi: Apa Bedanya?

    Pemilu, Pilkada dan Demokrasi: Apa Bedanya?

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu dan Pilkada sama-sama memberi kesempatan kepada rakyat untuk menentukan pemimpin melalui suara. Meski demikian, keduanya memiliki tujuan, cakupan, dan dasar hukum yang berbeda dalam sistem politik Indonesia. Istilah Pemilu dan Pilkada hampir selalu muncul dalam pembicaraan mengenai demokrasi. Keduanya menjadi bagian penting dari perjalanan politik Indonesia karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk […]

  • Blang Padang: Antara Sejarah Wakaf, Militer dan Kepentingan Publik

    Blang Padang: Antara Sejarah Wakaf, Militer dan Kepentingan Publik

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Oleh: Tgk. Muhammad Yusuf, S.Ag, M.Pd. Dosen Fisip Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Siribee.com » Blang Padang merupakan salah satu ruang terbuka paling dikenal di Banda Aceh. Letaknya yang berada di pusat kota membuat kawasan ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dari generasi ke generasi. Setiap hari, masyarakat datang untuk berolahraga, berjalan santai, berkumpul, mengikuti […]

  • Parliamentary Threshold 5 Persen untuk Pemilu 2029, Apa Artinya?

    Parliamentary Threshold 5 Persen untuk Pemilu 2029, Apa Artinya?

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Wacana menaikkan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen menjadi 5 persen kembali menjadi perhatian dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu menjelang Pemilu 2029. Sejumlah partai politik telah menyatakan dukungan terhadap angka 5 persen. Namun, angka tersebut belum menjadi ketentuan hukum yang berlaku. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa usulan parliamentary […]

  • Mengenal Pergantian Antarwaktu: Bagaimana Kursi Legislatif yang Kosong Diisi?

    Mengenal Pergantian Antarwaktu: Bagaimana Kursi Legislatif yang Kosong Diisi?

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Ketika seorang anggota DPR berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, pertanyaan yang sering muncul adalah siapa yang akan menggantikannya dan bagaimana prosesnya? Pertanyaan yang sama juga dapat muncul di tingkat daerah ketika anggota DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota berhenti di tengah masa jabatan. Bagi masyarakat, pergantian tersebut mungkin terlihat sederhana, ada satu kursi yang […]

  • Piagam Madinah dan Politik Islam: Fondasi Masyarakat yang Beragam

    Piagam Madinah dan Politik Islam: Fondasi Masyarakat yang Beragam

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Oleh: Tgk. Muhammad Yusuf, S.Ag, M.Pd Dosen Fisip Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Siribee.com » Madinah bukanlah sebuah masyarakat yang sejak awal hidup dalam keadaan seragam, ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Yatsrib setelah hijrah dari Makkah pada 622 M, kota tersebut dihuni oleh berbagai kelompok dengan latar belakang suku, agama, dan kepentingan […]

expand_less