Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Syekh Abdurrauf al-Fansuri: Ulama Besar Aceh yang Mempengaruhi Dunia Islam Nusantara

Syekh Abdurrauf al-Fansuri: Ulama Besar Aceh yang Mempengaruhi Dunia Islam Nusantara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Syekh Abdurrauf as-Singkili, yang juga dikenal dengan nama Syekh Abdurrauf al-Fansuri atau Teungku Syiah Kuala, adalah salah satu ulama terbesar yang lahir di Singkil, Aceh, sekitar awal abad ke-17. Beliau tumbuh dalam suasana Aceh yang saat itu menjadi pusat peradaban Islam di Nusantara.

Nama al-Fansuri merujuk pada asal-usulnya dari wilayah Fansur (Barus–Singkil), sebuah daerah penting di pesisir barat Sumatra yang sejak lama menjadi pusat perdagangan sekaligus pintu masuk Islam di Nusantara.

Sejak muda, Syekh Abdurrauf menekuni ilmu agama. Semangatnya menuntut ilmu membawanya mengembara hingga ke Mekkah, Madinah, Yaman, Gujarat, dan Turki.

Perjalanan panjang ini ditempuh selama lebih dari 19 tahun, di mana beliau berguru kepada ulama-ulama terkemuka dunia Islam.

Guru dan Murid

Di Tanah Suci, Syekh Abdurrauf berguru kepada Syekh Ahmad al-Qusyasyi dan Syekh Ibrahim al-Kurani, dua ulama besar yang dikenal sebagai penyebar Tarekat Syattariyah.

Sepulangnya ke Aceh, beliau tidak hanya menyebarkan tasawuf, tetapi juga mengajarkan syariat Islam secara mendalam.

Kharisma dan keluasan ilmunya membuat banyak murid berdatangan dari berbagai wilayah Nusantara. Murid-murid beliau menjadi pembawa panji Islam yang kemudian merambah ke Sumatra, Jawa, hingga Maluku.

Peran dalam Kesultanan Aceh

Syekh Abdurrauf tercatat dalam sejarah tidak hanya sebagai sufi besar, tetapi juga sebagai mufti Kesultanan Aceh. Pada masa Sultanah Shafiyatuddin (1641–1675), beliau dipercaya menjadi penasihat dalam urusan hukum Islam.

Dengan peran ini, Syekh Abdurrauf berhasil menyeimbangkan antara syariat, tasawuf, dan kehidupan bernegara.

Karya-Karya Monumental

Jejak keilmuannya terpatri dalam deretan karya tulis, dan di antara warisan besar Syekh Abdurrauf al-Fansuri ialah:

  • Mir’ât al-Thullab ➔ Kitab fikih berbahasa Melayu yang dijadikan rujukan hukum Islam di Nusantara.
  • Tanbih al-Masyi  ➔ Membahas ajaran tarekat Syattariyah.
  • Tafsir Turjuman al-Mustafid ➔ Tafsir Al-Qur’an pertama yang menggunakan bahasa Melayu.U
  • Umdatul Muhtajin ➔ Membahas hukum Islam praktis.

Kitab-kitabnya menjadi bukti peran beliau dalam mengembangkan Islam dengan pendekatan intelektual sekaligus spiritual.

Julukan Teungku Syiah Kuala

Setelah kembali dari pengembaraan ilmunya, Syekh Abdurrauf menetap di daerah Syiah Kuala,  di sinilah beliau mengajar, berdakwah, dan menulis kitab hingga akhir hayatnya pada tahun 1693 M.

Karena itulah masyarakat Aceh menjulukinya Teungku Syiah Kuala, yang berarti “Syekh dari Kuala”.

Dari julukan itulah lahir nama Universitas Syiah Kuala (USK), yang berkembang menjadi universitas terbesar di Aceh.

Warisan Abadi

Syekh Abdurrauf Singkil bukan sekadar ulama, tetapi juga pembaru pemikiran Islam di Nusantara. Beliau berhasil mengajarkan Islam yang seimbang antara syariat dan hakikat, antara hukum dan spiritualitas.

Makamnya yang berada di Banda Aceh, Tepatnya di Gampong Deyah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, hingga kini menjadi tempat ziarah dan simbol penghormatan masyarakat terhadap seorang ulama besar yang telah berjasa menyebarkan cahaya Islam di tanah air.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahapan Rekrutmen Anggota KPU RI: Dari Timsel hingga 7 Nama Terpilih

    Tahapan Rekrutmen Anggota KPU RI: Dari Timsel hingga 7 Nama Terpilih

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Proses rekrutmen anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia berlangsung melalui sejumlah tahapan yang melibatkan Tim Seleksi (Timsel), Presiden, dan DPR. Proses tersebut dimulai dari pembentukan Timsel hingga akhirnya ditetapkan tujuh anggota KPU RI. Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, tahapan pertama dimulai ketika Presiden membentuk Timsel. Tim inilah yang bertugas melakukan […]

  • Bendera Bulan Bintang Aceh: Sejarah, Makna dan Perjalanannya hingga Sekarang

    Bendera Bulan Bintang Aceh: Sejarah, Makna dan Perjalanannya hingga Sekarang

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Bendera Bulan Bintang Aceh merupakan salah satu simbol yang paling banyak diperbincangkan dalam perjalanan sejarah politik dan identitas Aceh. Bendera dengan warna dasar merah, garis hitam dan putih, serta gambar bulan dan bintang lima di bagian tengah ini tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga berkaitan erat dengan sejarah panjang Aceh, konflik bersenjata, proses perdamaian, […]

  • E-Voting Pemilu 2029: Bawaslu Minta Kajian Mendalam Sebelum Diterapkan

    E-Voting Pemilu 2029: Bawaslu Minta Kajian Mendalam Sebelum Diterapkan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Wacana penerapan electronic voting atau e-voting pada Pemilu 2029 memasuki fase yang membutuhkan kehati-hatian. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengingatkan bahwa penggunaan teknologi dalam pemungutan suara tidak cukup hanya ditopang kesiapan perangkat, tetapi harus melalui kajian yang menyeluruh sebelum diterapkan. Pandangan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty dalam kegiatan Refleksi Kepemimpinan […]

  • Alimuddin Armia: Tumbuh dari Kesederhanaan, Mengabdi untuk Ummat

    Alimuddin Armia: Tumbuh dari Kesederhanaan, Mengabdi untuk Ummat

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Di sebuah kampung sederhana Cot Tunong, Kabupaten Pidie, Aceh, Alimuddin Armia tumbuh dalam lingkungan yang lekat dengan nilai agama dan tradisi pendidikan dayah. Dari kampung itulah perjalanan panjangnya dimulai, perjalanan seorang anak muda yang ditempa oleh kesederhanaan, pendidikan, kerja keras dan dunia aktivisme Islam. Lahir pada 8 Juli 1989 dari pasangan Armia bin Itam dan […]

  • Di Atas Gajah, Semut Mengira Dirinya Penguasa

    Di Atas Gajah, Semut Mengira Dirinya Penguasa

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Cerpen oleh: Lebah Senja Siribee.com » Di tanoh paling barat Nusantara, di antara lereng Seulawah yang hijau dan laut yang membentang jauh ke ufuk, terdapat sebuah negeri yang oleh para penghuninya disebut Rimba Seulawah. Negeri itu tidak hanya dihuni pepohonan dan satwa liar, tetapi juga kampung-kampung kecil yang tumbuh di sepanjang sungai, persawahan yang menguning […]

  • Jimly Asshiddiqie dan Jalan Panjang Menjaga Etika Pemilu Indonesia

    Jimly Asshiddiqie dan Jalan Panjang Menjaga Etika Pemilu Indonesia

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Siribee.com » Ada satu bab penting dalam sejarah reformasi pemilu Indonesia yang tidak selalu terlihat dari hiruk-pikuk tahapan pemungutan suara. Bab itu berkaitan dengan pertanyaan sederhana, tetapi mendasar, siapa yang menjaga perilaku para penyelenggara pemilu ketika kewenangan mereka mulai berhadapan dengan kepentingan politik? Pertanyaan tersebut kemudian melahirkan perkembangan penting dalam sistem kepemiluan Indonesia, yakni pelembagaan […]

expand_less