Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Story » Pulau Rubiah: Pintu Transit dan Karantina Jamaah Haji Era Kolonial

Pulau Rubiah: Pintu Transit dan Karantina Jamaah Haji Era Kolonial

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • schedule 2 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Pulau Rubiah, permata laut Sabang, Aceh, bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga membawa kita menelusuri jejak sejarahnya. Pada era Hindia Belanda sekitar tahun 1920, di sinilah berdiri pusat karantina haji pertama di Sumatera.

Pulau Rubiah menjadi pusat transit dan karantina bagi calon jamaah haji dari Sumatera dan sekitarnya sebelum berangkat atau setelah tiba dari Tanah Suci.

Kompleks karantina ini dibangun di lahan seluas sekitar 10 hektare dan mencakup berbagai fasilitas modern pada zamannya penginapan, rumah sakit, kamar mandi, laundry, dan listrik.

Jamaah menjalani karantina selama kurang lebih 40 hari baik sebelum keberangkatan maupun setelah pulang, untuk memastikan mereka bebas dari penyakit menular seperti kolera atau flu Spanyol yang melanda saat itu.

Selama masa karantina, para jamaah mengikuti manasik haji serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Begitu hasil pemeriksaan menyatakan mereka sehat, jamaah menaiki kapal kecil yang mengantar dari dermaga Pulau Rubiah ke kapal besar, awal dari pelayaran panjang menuju Tanah Suci.

Selain tujuan kesehatan, Belanda membangun pusat karantina ini untuk meredam ketegangan politik di Aceh, dengan cara “menarik simpati” kaum Muslim setempat.

Pada masa pendudukan Jepang, bangunan karantina dialihfungsikan menjadi barak militer. Saat Belanda menyerang kembali pada 1944, sebagian bangunan hancur akibat pengeboman karena digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang.

Kini, hanya tersisa dua bangunan tua yang tidak terawat, sebagian besar telah hancur atau hilang tertelan waktu dan semak belukar.

Namun, pulau ini tetap menyimpan nilai sejarah penting dan kini menjadi tujuan wisata snorkeling/diving dengan keindahan taman laut yang memukau.

Pemerintah Kota Sabang saat ini tengah mengupayakan revitalisasi situs tersebut sebagai destinasi wisata heritage, mendapat dukungan dari Ikatan Arsitek Indonesia.

Di balik pesona lautnya, Pulau Rubiah menyimpan kisah sebagai gerbang pertama perjalanan suci umat Muslim Indonesia di era kolonial.

Warisan arsitektural dan nilai trajisnya kini perlahan memudar, namun kisahnya tetap relevan mengingatkan kita akan upaya panjang bangsa ini dalam menunaikan panggilan haji di tengah dinamika pajang masa. Upaya pelestarian menjadi penting agar generasi mendatang tidak melupakan jejak bersejarah ini.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayar Utang Pinjol dengan Zakat? Bisa Kok!

    Bayar Utang Pinjol dengan Zakat? Bisa Kok!

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Siapa sih yang nggak tahu pinjaman online alias pinjol? Cuma modal KTP, klik sana-sini, duit langsung cair ke rekening. Praktis banget, tapi jebakannya juga ngeri! Bunga tinggi, penagih galak, sampai bikin mental drop. Banyak orang akhirnya frustasi karena nggak sanggup bayar. Tapi tenang, Islam punya jalan keluar. Salah satunya lewat zakat. Yup, zakat bukan cuma […]

  • Tiket Capres 2029 Mulai Dihitung, Aturan Main Belum Pasti

    Tiket Capres 2029 Mulai Dihitung, Aturan Main Belum Pasti

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Pembicaraan soal Pilpres 2029 sudah mulai ramai, sejumlah partai politik sudah membaca kemungkinan calon, menghitung kekuatan masing-masing dan membuka komunikasi dengan partai politik lain. Masalahnya, aturan untuk menentukan partai mana yang dapat mengajukan calon presiden belum selesai dibahas. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas pada 29 September 2026 mengatakan, pemerintah masih menunggu […]

  • Pernikahan di Aceh, Perpaduan Sakral Antara Cinta dan Tradisi

    Pernikahan di Aceh, Perpaduan Sakral Antara Cinta dan Tradisi

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pernikahan di Tanah Rencong bukan hanya janji suci antara mempelai, tetapi juga perayaan luhur yang menggabungkan nilai keislaman, adat, dan pesona budaya lokal. 1. Prosesi Pra-Pernikahan Sebelum hari akad, biasanya keluarga kedua mempelai menggelar beberapa rangkaian acara, seperti: Peukong Haba ➔  Pertemuan pendahuluan yang mempertemukan keluarga kedua belah pihak untuk saling berkenalan dan membicarakan rencana lamaran secara […]

  • 10 Kota Tertua di Indonesia, Posisi Banda Aceh Bikin Kamu Kaget!

    10 Kota Tertua di Indonesia, Posisi Banda Aceh Bikin Kamu Kaget!

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Indonesia, dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, menyimpan berbagai kota yang telah berdiri sejak ribuan tahun lalu. Kota-kota ini bukan hanya menjadi pusat aktivitas politik dan ekonomi pada zamannya, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang penting bagi perkembangan peradaban Nusantara. Berikut adalah daftar sepuluh kota tertua di Indonesia berdasarkan tahun berdirinya beserta latar belakang sejarah yang […]

  • Pemilu 1955: Tonggak Awal Demokrasi Elektoral Indonesia

    Pemilu 1955: Tonggak Awal Demokrasi Elektoral Indonesia

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Sepuluh tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan, Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan pemilihan umum secara nasional. Pemilu 1955 menjadi momentum penting ketika rakyat diberi kesempatan menentukan wakilnya melalui mekanisme pemungutan suara. Namun, Pemilu 1955 bukan sekadar cerita tentang siapa yang menang dan berapa banyak kursi yang diperoleh. Di balik pemilu pertama itu terdapat proses panjang membangun sistem […]

  • Mendorong Pemilih ke TPS, Apa Strategi Partai Politik?

    Mendorong Pemilih ke TPS, Apa Strategi Partai Politik?

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memperoleh suara terbanyak, ada persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni seberapa banyak warga menggunakan hak pilihnya. Demokrasi membutuhkan kehadiran warga, bukan sekadar kompetisi antar peserta pemilu. Pada Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat partisipasi pemilih sebesar 81,78 persen untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. […]

expand_less