Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial » Alimuddin Armia: Tumbuh dari Kesederhanaan, Mengabdi untuk Ummat

Alimuddin Armia: Tumbuh dari Kesederhanaan, Mengabdi untuk Ummat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • schedule 4 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Di sebuah kampung sederhana Cot Tunong, Kabupaten Pidie, Aceh, Alimuddin Armia tumbuh dalam lingkungan yang lekat dengan nilai agama dan tradisi pendidikan dayah. Dari kampung itulah perjalanan panjangnya dimulai, perjalanan seorang anak muda yang ditempa oleh kesederhanaan, pendidikan, kerja keras dan dunia aktivisme Islam.

Lahir pada 8 Juli 1989 dari pasangan Armia bin Itam dan Marwati binti Hamzah, Alimuddin menjalani masa kecil seperti kebanyakan anak kampung di Aceh. Namun sejak remaja, jalan hidupnya mulai terbentuk melalui pendidikan agama yang kuat. Selain menempuh sekolah formal, ia juga menghabiskan masa mudanya sebagai santri di Dayah Darussa’adah Pusat Teupin Raya sejak 2002 hingga 2005, sebelum melanjutkan pendidikan ke Dayah Darussa’adah Cabang Amud Mesjid hingga 2007.

Pendidikan formalnya ditempuh mulai dari SD Negeri 2 Teupin Raya, kemudian SMP Negeri 1 Bandar Baru, Lueng Putu, wilayah yang kini menjadi Kabupaten Pidie Jaya, hingga menamatkan SMA Negeri 1 Bandar Baru pada 2007.

Selepas SMA, Alimuddin merantau ke Banda Aceh untuk melanjutkan pendidikan di IAIN Ar-Raniry pada Program Studi Pendidikan Agama Islam. Masa kuliah menjadi fase yang penuh perjuangan. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia memilih bekerja sambil belajar untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendidikan.

Tahun 2007, ia pernah bekerja sebagai karyawan warung kopi di kawasan Pasar Aceh. Setahun kemudian, ia bekerja di perusahaan penyedia layanan internet. Bagi Alimuddin, pekerjaan bukan sekadar cara bertahan hidup, tetapi juga bagian dari proses menempa diri.

Menariknya, di tengah kesibukan kuliah dan bekerja, ia tetap menjaga tradisi keilmuan pesantren. Pada 2008 hingga 2010, Alimuddin kembali mondok di Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie. Perpaduan antara pendidikan akademik, pengalaman hidup dan tradisi dayah itulah yang membentuk karakter kepemimpinannya, sederhana, terbuka dan dekat dengan masyarakat bawah.

Tumbuh dari Pengkaderan Pelajar Islam Indonesia (PII)

Nama Alimuddin mulai dikenal luas di kalangan aktivis muda Islam ketika aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII). Ia tumbuh melalui proses kaderisasi yang panjang dan dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis. Tahun 2010-2011, ia menjabat Ketua Umum PD PII Kota Banda Aceh. Karier organisasinya berlanjut sebagai Sekretaris Umum PW PII Aceh periode 2014-2015.

Pada 2015, Alimuddin dipercaya memimpin PW PII Aceh menggantikan Munawar Khalil yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar PII. Kepemimpinan itu menjadi salah satu fase penting yang memperkuat kiprahnya di dunia kepemudaan Islam Aceh.

Usai menyelesaikan masa pengabdiannya di PII pada 2016, Alimuddin tetap aktif di berbagai organisasi dan kegiatan sosial keagamaan. Sambil bekerja sebagai pegawai non-ASN di lingkungan Pemerintah Aceh, ia melanjutkan pendidikan magister di Pascasarjana UIN Ar-Raniry dan meraih gelar Magister Pendidikan pada 2022.

Jejak pengabdiannya terus berlanjut melalui berbagai organisasi, mulai dari Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Aceh, Pemuda Dewan Dakwah Aceh, hingga Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Aceh. Ia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh dan saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Pendidikan DPD KNPI Aceh.

Di luar aktivitas organisasi formal, Alimuddin dikenal aktif dalam komunitas dakwah Gerakan Pemuda Subuh (GPS) Aceh, sebuah gerakan yang fokus membangun kesadaran ibadah dan pembinaan generasi muda melalui dakwah berbasis masjid.

Dipercaya Memimpin Pemuda Dewan Dakwah Aceh

Puncak perjalanan organisasinya kembali mendapat perhatian publik ketika Musyawarah Wilayah Pemuda Dewan Dakwah Aceh yang digelar pada 23–24 Mei 2026 secara aklamasi memilih Alimuddin Armia sebagai Ketua Umum Pemuda Dewan Dakwah Aceh periode2026-2029. Forum yang berlangsung di Aula Markaz Dewan Dakwah Aceh, Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar itu dihadiri peserta dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Terpilihnya Alimuddin dipandang sebagai representasi lahirnya generasi baru kepemimpinan dakwah di Aceh, figur yang tumbuh dari tradisi dayah, dibentuk oleh pengkaderan organisasi dan tetap dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

Bagi banyak kalangan, Alimuddin Armia bukan sekadar aktivis organisasi. Ia adalah potret pemuda Aceh yang menapaki jalan panjang pengabdian dengan cara sederhana, belajar, bekerja, berdakwah dan tetap hadir di tengah ummat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilu 2029 di Aceh: Saatnya Pendidikan Pemilih Dalam Bahasa Daerah

    Pemilu 2029 di Aceh: Saatnya Pendidikan Pemilih Dalam Bahasa Daerah

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu tidak cukup hanya diselenggarakan, ia juga harus dipahami. Sebab, demokrasi yang sehat bukan sekadar tentang berapa banyak orang datang ke tempat pemungutan suara, melainkan juga tentang seberapa jauh masyarakat memahami hak, pilihan dan tanggung jawabnya sebagai pemilih. Di titik inilah pendidikan pemilih menjadi penting. Menuju Pemilu 2029, Aceh membutuhkan cara komunikasi yang […]

  • Pernikahan di Aceh, Perpaduan Sakral Antara Cinta dan Tradisi

    Pernikahan di Aceh, Perpaduan Sakral Antara Cinta dan Tradisi

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pernikahan di Tanah Rencong bukan hanya janji suci antara mempelai, tetapi juga perayaan luhur yang menggabungkan nilai keislaman, adat, dan pesona budaya lokal. 1. Prosesi Pra-Pernikahan Sebelum hari akad, biasanya keluarga kedua mempelai menggelar beberapa rangkaian acara, seperti: Peukong Haba ➔  Pertemuan pendahuluan yang mempertemukan keluarga kedua belah pihak untuk saling berkenalan dan membicarakan rencana lamaran secara […]

  • Bagaimana DPT Disusun?

    Bagaimana DPT Disusun?

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » DPT Pemilu 2029 tidak disusun secara tiba-tiba menjelang hari pemungutan suara. Di balik daftar pemilih yang nantinya digunakan di tempat pemungutan suara, ada proses panjang untuk memperbarui, memeriksa dan memelihara data pemilih. Bagi masyarakat, istilah Daftar Pemilih Tetap atau DPT mungkin terdengar sederhana. Namun, menyusun daftar yang memuat jutaan warga negara yang memiliki […]

  • Allahu Akbar! Johan Temukan Islam di Tanah Serambi Mekkah

    Allahu Akbar! Johan Temukan Islam di Tanah Serambi Mekkah

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Aceh Besar – Momen haru terjadi di Masjid Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Senin (1/9/2025) malam. Seorang pria bernama Johan (37), asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, resmi mengikrarkan diri memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Prosesi sakral tersebut berlangsung setelah pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah dan dipandu langsung oleh […]

  • 10 Kota Tertua di Indonesia, Posisi Banda Aceh Bikin Kamu Kaget!

    10 Kota Tertua di Indonesia, Posisi Banda Aceh Bikin Kamu Kaget!

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Indonesia, dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, menyimpan berbagai kota yang telah berdiri sejak ribuan tahun lalu. Kota-kota ini bukan hanya menjadi pusat aktivitas politik dan ekonomi pada zamannya, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang penting bagi perkembangan peradaban Nusantara. Berikut adalah daftar sepuluh kota tertua di Indonesia berdasarkan tahun berdirinya beserta latar belakang sejarah yang […]

  • Ambang Batas Capres Dihapus MK, Bagaimana Mengusung Capres 2029?

    Ambang Batas Capres Dihapus MK, Bagaimana Mengusung Capres 2029?

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus aturan presidential threshold atau ambang batas pencalonan Presiden. Keputusan ini mengubah aturan main dalam pengusungan calon Presiden dan Wakil Presiden untuk Pemilu 2029. Sebelumnya, partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki sedikitnya 20 persen kursi DPR atau memperoleh 25 persen suara sah nasional untuk bisa mengusung […]

expand_less