Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » KH. Idham Chalid: Ulama, Politisi, dan Ketua DPR Termiskin yang Disegani

KH. Idham Chalid: Ulama, Politisi, dan Ketua DPR Termiskin yang Disegani

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • schedule 4 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com – Dalam sejarah bangsa Indonesia, ada banyak ulama yang turut serta dalam perjalanan politik. Salah satunya adalah KH. Idham Chalid, sosok ulama kharismatik sekaligus jadi negarawan tangguh, politisi ulung tanpa kehilangan wibawa.

Ia bukan hanya pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) selama puluhan tahun, tetapi juga pernah menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan, termasuk sebagai Ketua DPR/MPR RI.

Namun, yang membuatnya benar-benar dikenang bukan hanya posisinya, melainkan kesederhanaan dan integritasnya. Meski dikelilingi godaan kekuasaan, Idham Chalid tak tergoyahkan menjaga amanah hingga dikenal sebagai Ketua DPR termiskin.

Awal Kehidupan dan Pendidikan

KH. Idham Chalid lahir pada 27 Agustus 1921 di Setui, Kalimantan Selatan. Sejak kecil, ia sudah ditempa dalam lingkungan religius.

Pendidikan dasarnya ditempuh di daerah asal, lalu ia melanjutkan ke berbagai pesantren. Jiwa kepemimpinan dan kecerdasannya membuatnya cepat menonjol.

Di usia muda, Idham Chalid sudah aktif dalam berbagai organisasi Islam. Ia dikenal memiliki pandangan luas, tidak kaku, dan mampu berdialog dengan banyak pihak.

Hal inilah yang kelak membawanya masuk ke dunia politik tanpa kehilangan jati diri sebagai ulama.

Karier di Nahdlatul Ulama

Nama Idham Chalid semakin besar ketika ia aktif di Nahdlatul Ulama (NU). Pada tahun 1956, ia dipercaya untuk memimpin PBNU sebagai ketua umum.

Posisi ini diembannya selama hampir tiga dekade, dari 1956 hingga 1984, menjadikannya salah satu pemimpin NU dengan masa jabatan terlama.

Masa kepemimpinannya bukanlah masa yang mudah. NU kala itu harus menghadapi dinamika politik nasional yang penuh gejolak, termasuk masa Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru.

Namun, dengan kepiawaiannya, Idham Chalid mampu menjaga NU tetap solid dan relevan di tengah perubahan.

Dari Ulama ke Politisi

Idham Chalid adalah contoh nyata bagaimana seorang ulama bisa terjun ke dunia politik tanpa kehilangan wibawanya. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri di era Kabinet Karya (1957), kemudian menduduki berbagai posisi menteri di kabinet-kabinet berikutnya.

Puncak karier politiknya adalah ketika ia dipercaya menjadi Ketua DPR/MPR RI (1972–1977). Meski menduduki posisi tertinggi di parlemen, Idham Chalid tidak pernah menjadikan jabatan itu sebagai sarana memperkaya diri.

Ketua DPR Termiskin

Julukan “Ketua DPR termiskin” melekat pada Idham Chalid. Bukan karena beliau tidak punya apa-apa, tetapi karena ia tidak pernah memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

Bahkan, ia dengan tegas mengharamkan penggunaan fasilitas negara untuk keluarganya. Rumah dinas, kendaraan serta fasilitas negara lainnya tak pernah ia biarkan dimanfaatkan oleh istri dan anak-anaknya. Semua kebutuhan keluarga ditanggung dari hasil pribadinya, bukan dari negara.

Sifat seperti ini nyaris tak terlihat, khususnya di kalangan elite pemerintahan. Di saat banyak politisi yang justru sibuk mengumpulkan harta, Idham Chalid menunjukkan teladan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Tak heran jika meskipun disebut sebagai Ketua DPR “termiskin”, wibawa dan kehormatannya justru sangat tinggi. Ia dihormati bukan karena harta, melainkan karena ketulusan dan kejujurannya.

Sosok yang Sederhana dan Moderat

Idham Chalid dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan mudah didekati. Ia tidak pernah menunjukkan jarak dengan masyarakat kecil.

Di NU, ia sering turun langsung menemui para kiai kampung dan santri, membicarakan persoalan umat dengan penuh kesabaran.

Sebagai politisi, ia dikenal moderat. Ia mampu menjembatani perbedaan, baik di kalangan internal NU maupun antarpartai politik. Diplomasi yang tenang dan penuh kebijaksanaan membuatnya disegani oleh kawan maupun lawan politik.

Penghargaan dan Gelar Pahlawan Nasional

Atas jasa-jasanya, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada KH. Idham Chalid pada tahun 2011, setahun setelah wafatnya. Gelar ini pantas disandang, mengingat peran besarnya baik di dunia keagamaan maupun politik.

Warisan Teladan

Warisan terbesar KH. Idham Chalid bukan hanya jabatan-jabatan tinggi yang pernah dipegangnya, melainkan teladan moral. Ia mengajarkan bahwa menjadi pejabat tidak berarti harus hidup berlebihan.

Bahwa kekuasaan bukan sarana untuk menguntungkan keluarga, melainkan amanah untuk memperjuangkan rakyat.

Di tengah kondisi politik yang kerap diwarnai korupsi dan penyalahgunaan jabatan, teladan Idham Chalid menjadi sangat relevan: kesederhanaan, kejujuran, dan integritas adalah harga mati seorang pemimpin.

KH. Idham Chalid membuktikan bahwa seorang kiai bisa tetap terhormat meskipun terjun ke dunia politik.

Dengan prinsip hidup sederhana dan keberaniannya menolak fasilitas negara untuk keluarganya, ia meninggalkan jejak emas sebagai pemimpin yang bersih dan amanah.

Namanya akan terus dikenang sebagai ulama, politisi, dan negarawan sejati yang membuktikan bahwa jabatan tinggi tidak harus membuat seseorang lupa daratan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    DPR Mulai Bahas RUU Pemilu, Seleksi Pansel KPU Dijadwalkan Oktober

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Yusrijal Abdar
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu mulai bergerak memasuki tahap awal. DPR RI menyatakan akan membuka pembicaraan secara terbatas bersama para pimpinan fraksi, sembari melanjutkan komunikasi politik dan penyerapan aspirasi dari partai politik nonparlemen. Langkah tersebut menjadi penting karena perubahan aturan Pemilu akan menjadi salah satu fondasi penyelenggaraan Pemilu 2029. Pada saat yang sama, DPR mulai mengantisipasi […]

  • Abu Daud Beureueh: Cahaya dari Aceh yang Layak Jadi Pahlawan Nasional

    Abu Daud Beureueh: Cahaya dari Aceh yang Layak Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Teungku Muhammad Daud Beureueh, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Daud Beureueh, merupakan sosok yang tidak hanya berperan penting di Aceh, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ia adalah ulama, pejuang, sekaligus pemimpin yang mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. Sayangnya, hingga saat ini, pengakuan resmi negara sebagai Pahlawan […]

  • Ketika Republik Nyaris Runtuh, Ia Berdiri: Sjafruddin yang Terlupakan

    Ketika Republik Nyaris Runtuh, Ia Berdiri: Sjafruddin yang Terlupakan

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Ketika berbicara tentang presiden Indonesia, nama-nama seperti Soekarno, Soeharto, hingga Joko Widodo sering kali menjadi sorotan. Dalam krisis yang mengguncang Republik, muncul sosok pemimpin yang tak banyak dikenal: Sjafruddin Prawiranegara, sang penyelamat yang jarang disebut. Ia adalah tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, tetapi perannya sebagai pemimpin negara sering kali terlupakan dalam narasi sejarah nasional. […]

  • Rukun, Wajib dan Larangan Umrah: Panduan Lengkap untuk Jamaah

    Rukun, Wajib dan Larangan Umrah: Panduan Lengkap untuk Jamaah

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Umrah termasuk ibadah sunnah yang memiliki nilai rohani tinggi dan mampu memperkuat keimanan setiap Muslim. Agar ibadah umrah sah dan diterima, setiap jamaah perlu memahami rukun, wajib serta larangan umrah. Artikel ini menjelaskan ketiganya secara lengkap dan mudah dipahami. Pengertian Umrah Umrah adalah ibadah yang dilaksanakan di Mekah, tempat suci yang menjadi tujuan setiap Muslim […]

  • Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi: Hak dan Batasannya

    Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi: Hak dan Batasannya

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Kebebasan berpendapat merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Tanpa kebebasan menyampaikan kritik, mempertanyakan kebijakan, menyampaikan keberatan, atau menawarkan gagasan yang berbeda, demokrasi mudah berubah menjadi sekadar prosedur pergantian kekuasaan tanpa partisipasi publik yang bermakna. Di Indonesia, kebebasan berpendapat bukan sekadar nilai politik, melainkan hak konstitusional yang dijamin Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal […]

  • Ketika Tradisi Menjadi Beban: Sunyinya Pernikahan di Aceh

    Ketika Tradisi Menjadi Beban: Sunyinya Pernikahan di Aceh

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Oleh: Tgk. Muhammad Yusuf, S.Ag, M.Pd Dosen Fisip Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Siribee.com » Tradisi yang sejatinya memuliakan pernikahan kini justru menjadi beban bagi sebagian pemuda Aceh. Jumlah pernikahan tercatat terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Data Serambi Indonesia edisi Kamis, 22 Januari 2026, menunjukkan angka pernikahan turun dari 45.629 pasangan pada 2019 menjadi […]

expand_less