Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Abu Doto Telah Pergi, Jejak Pembangunannya Tetap Hidup

Abu Doto Telah Pergi, Jejak Pembangunannya Tetap Hidup

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • schedule 4 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Aceh kembali berduka. dr. H. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto meninggal pada 13 Juni 2026 dalam usia 86 tahun. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan kehilangan bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi masyarakat Aceh yang mengenalnya sebagai tokoh perjuangan, perintis perdamaian dan pemimpin yang meninggalkan jejak pembangunan nyata di tanah rencong.

Abu Doto bukanlah sosok biasa dalam perjalanan sejarah Aceh. Ia merupakan salah satu pendiri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pernah dipercaya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri serta Menteri Kesehatan GAM. Bertahun-tahun ia berada di garis depan perjuangan politik Aceh di tingkat internasional, hingga akhirnya ikut berperan dalam proses perdamaian yang melahirkan MoU Helsinki tahun 2005.

Setelah perdamaian tercapai, Abu Doto memilih melanjutkan pengabdiannya melalui jalur pemerintahan. Ketika dipercaya menjadi Gubernur Aceh periode 2012–2017, ia membawa semangat yang sama, membangun Aceh yang damai, bermartabat dan maju melalui pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Revitalisasi Masjid Raya Baiturrahman

Salah satu warisan paling monumental dari kepemimpinannya adalah revitalisasi Masjid Raya Baiturrahman. Di bawah pemerintahannya, masjid yang menjadi simbol identitas Aceh itu mengalami transformasi besar-besaran. Kawasan masjid ditata ulang dengan pelataran marmer yang luas, fasilitas modern, area bawah tanah, serta ruang publik yang lebih representatif.

Payung Elektrik yang Menjadi Ikon Aceh

Namun yang paling melekat dalam ingatan masyarakat adalah pembangunan 12 payung elektrik raksasa yang kini menjadi ikon baru Aceh. Terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah, payung-payung tersebut tidak hanya memberikan kenyamanan bagi jamaah, tetapi juga mengangkat citra Masjid Raya Baiturrahman sebagai salah satu destinasi wisata religi paling terkenal di Indonesia.

Setiap hari, ribuan orang beribadah, berwisata dan mengabadikan momen di bawah payung-payung tersebut. Bagi banyak orang, payung Baiturrahman adalah simbol modernisasi Aceh yang lahir dari visi pembangunan Abu Doto.

Jembatan Lamnyong dan Konektivitas Pendidikan

Dalam sektor transportasi, Abu Doto juga meninggalkan jejak penting melalui pembangunan Jembatan Lamnyong yang membantu memperlancar akses menuju kawasan pendidikan Darussalam. Infrastruktur ini menjadi solusi bagi meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan yang menjadi pusat pendidikan tinggi Aceh tersebut.

Perjuangan Menghadirkan Tol Pertama Aceh

Di bidang konektivitas regional, nama Abu Doto juga tidak bisa dilepaskan dari perjuangan menghadirkan Jalan Tol Sigli–Banda Aceh. Meskipun pembangunan fisiknya dimulai setelah masa jabatannya berakhir, berbagai komunikasi, dukungan politik dan lobi kepada pemerintah pusat telah dilakukan sejak ia masih menjabat gubernur.

Hari ini, tol pertama di Aceh itu telah menjadi simbol keterhubungan Aceh dengan jaringan Tol Trans Sumatra sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Gagasan Flyover untuk Banda Aceh Modern

Begitu pula dengan gagasan pembangunan flyover di Banda Aceh. Ketika pertumbuhan kendaraan mulai meningkat dan kebutuhan infrastruktur perkotaan semakin mendesak, Pemerintah Aceh pada masa Abu Doto telah mendorong berbagai konsep pembangunan transportasi modern yang kemudian menjadi bagian dari transformasi wajah ibu kota provinsi.

Pembangunan Hingga ke Pelosok Aceh

Tidak hanya proyek-proyek besar yang menjadi perhatian publik. Selama masa kepemimpinannya, pembangunan jalan provinsi, jembatan penghubung antardaerah, jaringan irigasi, serta berbagai fasilitas publik terus dilakukan untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok Aceh.

Warisan yang Akan Terus Dikenang

Tentu, setiap kepemimpinan memiliki tantangan dan keterbatasan. Namun sejarah sering kali lebih mudah mengingat karya yang dapat dirasakan daripada perdebatan yang pernah terjadi. Hari ini, masyarakat Aceh masih menikmati berbagai infrastruktur yang dibangun atau diperjuangkan pada masa kepemimpinan Abu Doto.

Ketika jamaah berteduh di bawah payung Masjid Raya Baiturrahman, ketika kendaraan melintasi Jembatan Lamnyong, ketika masyarakat menikmati manfaat jalan tol pertama di Aceh, di sanalah jejak pengabdian Abu Doto tetap hadir.

Ia mungkin telah berpulang pada 13 Juni 2026, tetapi karya-karyanya masih berbicara. Beton, baja, jalan, jembatan dan bangunan yang berdiri kokoh di berbagai sudut Aceh menjadi saksi bahwa pernah ada seorang pemimpin yang tidak hanya memperjuangkan perdamaian, tetapi juga berupaya meletakkan fondasi pembangunan untuk masa depan.

Abu Doto telah pergi. Namun jejak pembangunannya tetap hidup. Dan selama masyarakat Aceh masih merasakan manfaat dari warisan tersebut, nama Abu Doto akan terus dikenang dalam perjalanan sejarah Aceh.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Uang Jajan Jadi Pahala Abadi: Wakaf Anak-Anak yang Bermakna

    Dari Uang Jajan Jadi Pahala Abadi: Wakaf Anak-Anak yang Bermakna

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Oleh: Juariah Anzib, S.Ag Penulis buku bertajuk “Wakaf di Aceh: Tradisi, Inovasi dan Keberkahan”. Siribee.com » Seribu rupiah kerap dipandang kecil dan kurang mendapat perhatian serius juga terkadang dianggap tak bernilai di mata manusia. Tapi tahukah kamu, di sisi agama, nilai seribu rupiah bisa sangat besar? Meski nominalnya kecil, jika dikumpulkan, seribu rupiah bisa jadi jutaan rupiah […]

  • Kursi Gibran Digoyang Gugatan, Prabowo Diminta Ajukan 2 Nama ke MPR

    Kursi Gibran Digoyang Gugatan, Prabowo Diminta Ajukan 2 Nama ke MPR

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Kursi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi objek sengketa hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). Sejumlah pihak mengajukan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 dengan mempersoalkan pemenuhan syarat pendidikan Gibran saat mengikuti Pilpres 2024. Perkara tersebut terdaftar dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Sidang pemeriksaan pendahuluan telah digelar MK pada […]

  • Manfaat Labu Kuning untuk Kesehatan: Sumber Nutrisi Alami yang Kaya Khasiat

    Manfaat Labu Kuning untuk Kesehatan: Sumber Nutrisi Alami yang Kaya Khasiat

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Labu kuning merupakan salah satu bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di Indonesia dan telah lama dimanfaatkan dalam berbagai hidangan tradisional, mulai dari kolak, sup, hingga kue khas daerah. Selain rasanya yang manis alami dan teksturnya yang lembut, labu kuning juga dikenal sebagai sumber nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam pola makan masyarakat, labu […]

  • Cek DPT Online 2026 dengan NIK, Begini Langkahnya

    Cek DPT Online 2026 dengan NIK, Begini Langkahnya

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Siribee.com » Masyarakat yang ingin memastikan status data pemilih dapat melakukan pengecekan secara online tanpa harus datang langsung ke kantor penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengecekan dilakukan dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor telepon yang aktif melalui layanan yang disediakan untuk pemutakhiran data pemilih. Bagi yang ingin memastikan apakah namanya sudah tercatat […]

  • Tradisi Maulid Nabi di Aceh: Unik, Meriah dan Berbeda dari Daerah Lain

    Tradisi Maulid Nabi di Aceh: Unik, Meriah dan Berbeda dari Daerah Lain

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Masyarakat Aceh memiliki tradisi yang sangat kental dengan nilai keagamaan dan adat istiadat. Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu perayaan yang paling meriah di Aceh, dan masyarakat setempat menyebutnya Maulod. Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar warga. Sejarah Maulid Nabi di Aceh Sejak awal berdirinya Kerajaan […]

  • Data Pemilu 2029 Bisa Jadi Sasaran Peretas, Bawaslu Mulai Perkuat Pertahanan Digital

    Data Pemilu 2029 Bisa Jadi Sasaran Peretas, Bawaslu Mulai Perkuat Pertahanan Digital

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam penyelenggaraan pemilu. Namun, semakin banyak aktivitas yang bergantung pada sistem digital, semakin besar pula kebutuhan untuk melindungi data dan infrastruktur informasi dari ancaman siber. Memasuki persiapan Pemilu 2029, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mulai memperkuat aspek keamanan digital melalui sinergi dengan Badan Siber dan Sandi […]

expand_less