Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Abu Daud Beureueh: Cahaya dari Aceh yang Layak Jadi Pahlawan Nasional

Abu Daud Beureueh: Cahaya dari Aceh yang Layak Jadi Pahlawan Nasional

  • account_circle Muhammad Yusuf
  • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
  • schedule 4 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Teungku Muhammad Daud Beureueh, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Daud Beureueh, merupakan sosok yang tidak hanya berperan penting di Aceh, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Ia adalah ulama, pejuang, sekaligus pemimpin yang mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. Sayangnya, hingga saat ini, pengakuan resmi negara sebagai Pahlawan Nasional belum juga diberikan kepadanya.

Seandainya kita menengok kembali kiprah perjuangannya, tak berlebihan rasanya jika Abu Daud Beureueh mendapat tempat sebagai salah satu Pahlawan Nasional dari Aceh.

Sosok Abu Daud Beureueh

Lahir di Pidie pada tahun 1899, di mana ia merupakan sosok yang tumbuh dalam pelukan tradisi Islam yang mendalam dan membentuk jati dirinya. Ia dikenal sebagai ulama reformis yang berpandangan maju, sekaligus pemimpin kharismatik yang dihormati masyarakat.

Perjuangannya tidak hanya terbatas pada bidang dakwah, tetapi juga meliputi politik, pendidikan, dan perjuangan fisik melawan penjajah. Abu Daud Beureueh menjadi tokoh kunci dalam Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA), sebuah organisasi ulama yang berperan besar dalam menentang kolonialisme Belanda maupun Jepang.

Perannya dalam Kemerdekaan

Di tengah tantangan pasca kemerdekaan, pemerintah mempercayakan peran Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo kepada Abu Daud Beureueh sebuah bukti pengakuan terhadap kapasitas dan pengaruhnya.

Perannya sangat penting dalam menjaga wilayah Aceh tetap berada dalam bingkai Republik Indonesia, terutama ketika daerah-daerah lain dilanda konflik.

Di bawah sinar pengaruh Abu Daud Beureueh, rakyat Aceh menunaikan janji cintanya pada tanah air bukan hanya sekadar kata, melainkan tindakan nyata. Mereka rela melepas harta benda, agar Seulawah RI-001, pesawat pertama republik mengudara, membawa harum nama Garuda Indonesia di langit nusantara.

Tanpa kontribusi ini, pemerintah pusat pada saat itu mungkin akan kesulitan mempertahankan eksistensinya di mata internasional.

Kontroversi dan Kekecewaan

Namun, perjalanan hidup Abu Daud Beureueh tidak lepas dari kontroversi. Kekecewaannya terhadap pemerintah pusat yang dianggap tidak menepati janji terutama mengenai status Aceh sebagai daerah istimewa dan penerapan syariat Islam membuatnya bergabung dengan gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pada tahun 1953.

Meski demikian, langkah ini tidak bisa hanya dilihat sebagai pemberontakan semata, melainkan ekspresi politik seorang tokoh yang merasa dikhianati setelah begitu banyak berkorban untuk Republik.

Pada akhirnya, Abu Daud Beureueh menerima jalan damai pada 1962 setelah ada pendekatan persuasif dari tokoh nasional dan pemerintah.

Dukungan dari Menko Kumham Imipas 

Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan dukungannya terhadap aspirasi masyarakat Aceh yang menginginkan Teungku Muhammad Daud Beureueh diangkat sebagai pahlawan nasional.

Yusril menegaskan bahwa Daud Beureueh berjuang tanpa henti demi mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.

Tidak semua tokoh atau pemimpin Aceh menerima Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dengan tangan terbuka. Ada yang ingin Aceh menjadi negara sendiri, ada pula yang masih setia pada penjajahan Belanda.

Namun, Daud Beureueh dengan semangat dan keberanian yang tinggi mempertahankan kemerdekaan melalui perjuangan politik, militer, dan diplomasi, tegas Yusril dalam pidatonya pada Seminar Nasional Teungku Daud Beureueh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (10/7/2025).

Alasan Layak Menjadi Pahlawan Nasional

Mengusulkan Abu Daud Beureueh sebagai Pahlawan Nasional bukan berarti menutup mata terhadap kontroversi masa lalunya, tetapi justru melihat secara menyeluruh kiprah dan jasanya bagi bangsa.

Beberapa alasan kuat yang membuatnya layak dianugerahi gelar tersebut adalah:

  1. Pejuang Kemerdekaan ➔ Terlibat langsung dalam perlawanan melawan penjajah dan menjaga Aceh dalam bingkai NKRI.
  2. Pemimpin Umat ➔ Ulama kharismatik yang menggerakkan rakyat melalui pendidikan, dakwah, dan organisasi PUSA.
  3. Kontributor Nyata bagi Republik ➔ Atas dorongan dan pengaruhnya, rakyat Aceh menyumbangkan emas yang menghasilkan pesawat RI-001 “Seulawah”.
  4. Simbol Nasionalisme Islami ➔ Abu Daud Beureueh menunjukkan bagaimana Islam dan perjuangan kemerdekaan bisa berjalan seiring, menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
  5. Teladan Moral ➔ Meski pernah kecewa dan melakukan perlawanan, akhirnya ia memilih jalan damai, menunjukkan sikap besar hati seorang ulama.

Sejarah tidak hanya berbicara tentang kemenangan, tetapi juga tentang pengorbanan, kekecewaan, dan rekonsiliasi. Abu Daud Beureueh adalah bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia, khususnya Aceh.

Mengusulkannya sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya penghormatan terhadap dirinya, tetapi juga pengakuan atas peran besar ulama dan rakyat Aceh dalam perjalanan panjang Republik Indonesia.

  • Penulis: Muhammad Yusuf
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Penyelenggara Jujur Justru Dijatuhi Sanksi

    Ketika Penyelenggara Jujur Justru Dijatuhi Sanksi

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Lebah Senja
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Cerpen oleh: Lebah Senja Siribee.com » Hujan turun pelan di halaman kantor KPU Kota Kembang malam itu, lampu ruang pleno masih menyala ketika Ilham masih duduk di depan tumpukan berkas rekapitulasi suara. Matanya merah karena kurang tidur, sejak tahapan pemilu memasuki masa penetapan hasil, hampir tidak ada hari tanpa tekanan. “Pak, pulang dulu,” ujar Sari, […]

  • Meuseuraya, Kearifan Lokal Aceh yang Mengajarkan Nilai Demokrasi

    Meuseuraya, Kearifan Lokal Aceh yang Mengajarkan Nilai Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Rachmat Hidayat
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Oleh: Rachmat Hidayat, M.Si, CAL, CHRM Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KIP Kota Banda Aceh. Siribee.com » Demokrasi sering kali dipahami melalui pemilu, hak memilih, lembaga perwakilan, serta proses pergantian kekuasaan. Padahal, demokrasi dalam kehidupan masyarakat memiliki dimensi yang jauh lebih luas. Ia juga berkaitan dengan bagaimana warga hidup bersama, menghargai perbedaan, mengambil keputusan, berbagi tanggung […]

  • Tradisi Maulid Nabi di Aceh: Unik, Meriah dan Berbeda dari Daerah Lain

    Tradisi Maulid Nabi di Aceh: Unik, Meriah dan Berbeda dari Daerah Lain

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Masyarakat Aceh memiliki tradisi yang sangat kental dengan nilai keagamaan dan adat istiadat. Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu perayaan yang paling meriah di Aceh, dan masyarakat setempat menyebutnya Maulod. Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar warga. Sejarah Maulid Nabi di Aceh Sejak awal berdirinya Kerajaan […]

  • 7 Rekomendasi Tempat Belanja Oleh-Oleh di Mekkah untuk Jamaah Haji & Umrah

    7 Rekomendasi Tempat Belanja Oleh-Oleh di Mekkah untuk Jamaah Haji & Umrah

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Siribee.com » Mekkah adalah kota suci yang penuh budaya dan tradisi Islam. Setiap tahun, jutaan umat Muslim datang ke sini untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah. Nah, setelah ibadah selesai, biasanya gak lengkap kalau pulang tanpa membawa oleh-oleh khas Mekkah buat keluarga dan sahabat di rumah. Biar kamu gak bingung, berikut rekomendasi tempat belanja oleh-oleh di Mekkah […]

  • Memahami Sistem Pemilu Indonesia: Ketika Suara Rakyat Dikonversi Menjadi Kekuasaan

    Memahami Sistem Pemilu Indonesia: Ketika Suara Rakyat Dikonversi Menjadi Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu sering dipahami secara sederhana, rakyat datang ke tempat pemungutan suara, mencoblos, lalu memilih pemimpin dan wakilnya. Padahal, di balik satu surat suara terdapat desain demokrasi yang jauh lebih kompleks. Sistem pemilu menentukan bagaimana suara rakyat diterjemahkan menjadi kursi, siapa yang memperoleh kekuasaan, bagaimana keterwakilan dibentuk, dan pada akhirnya bagaimana kebijakan negara ditentukan. Karena […]

  • Saat Dunia Bersorak di Piala Dunia, Gaza Bertahan Hidup di Dalam Stadion

    Saat Dunia Bersorak di Piala Dunia, Gaza Bertahan Hidup di Dalam Stadion

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Di tengah gegap gempita Piala Dunia, dunia kembali menyaksikan bagaimana olahraga mampu menyatukan manusia dari berbagai bangsa, bahasa, dan latar belakang. Stadion-stadion megah dipenuhi ribuan penonton, jutaan orang menyaksikan pertandingan melalui layar kaca, sementara negara-negara peserta berlomba menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung sepak bola terbesar di dunia. Piala Dunia tidak hanya menjadi ajang olahraga, […]

expand_less