Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Tradisi Maulid Nabi di Aceh: Unik, Meriah dan Berbeda dari Daerah Lain

Tradisi Maulid Nabi di Aceh: Unik, Meriah dan Berbeda dari Daerah Lain

  • account_circle Muhammad Yusuf
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Masyarakat Aceh memiliki tradisi yang sangat kental dengan nilai keagamaan dan adat istiadat.

Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu perayaan yang paling meriah di Aceh, dan masyarakat setempat menyebutnya Maulod.

Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar warga.

Sejarah Maulid Nabi di Aceh

Sejak awal berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam, dibawah kepemimpinan Sultan Ali Mughayat Syah, tradisi Maulid Nabi mulai dikenal di Aceh.

Dalam wasiat yang dikeluarkan pada 12 Rabiul Awal 913 H (23 Juli 1507), Sultan menegaskan bahwa perayaan maulid berperan penting dalam menjaga hubungan sosial antar kampung.

Meski belum dapat dipastikan apakah pelaksanaannya sama seperti sekarang, tradisi ini terus berkembang hingga menjadi bagian penting dari identitas budaya Aceh.

Perayaan Maulid yang Panjang

Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, perayaan Maulid Nabi di Aceh berlangsung sangat lama, bahkan hingga tiga bulan penuh.

  • Rabiul Awal dikenal sebagai Buleuen Molod (Maulid awal)
  • Rabiul Akhir disebut Buleuen Adoe Molod (Maulid pertengahan)
  • Jumadil Awal dinamakan Buleuen Molod Seuneulheuh (Maulid akhir)

Bahkan, persiapan kenduri biasanya dimulai sejak satu bulan sebelumnya. Panjangnya waktu perayaan disebabkan oleh sistem bergilir antar-desa.

Dengan demikian, masyarakat dari desa tetangga dapat saling berkunjung dan merayakan bersama.

Persiapan Kenduri Maulid

Sebelum pelaksanaan, kepala desa bersama Teungku Imum (imam) menggelar musyawarah untuk menentukan jadwal. Setelah itu dibentuk panitia yang bertugas mengumpulkan dana masyarakat, kecuali dari keluarga miskin.

Warga kemudian memutuskan apakah mereka akan mengadakan kenduri di rumah masing-masing atau menyumbangkan hidangan ke meunasah, yaitu bangunan khas Aceh yang digunakan untuk kegiatan agama dan sosial.

Jumlah hidangan yang terkumpul di meunasah biasanya cukup banyak karena setiap keluarga turut berpartisipasi.

Hidangan Khas Kenduri Maulid Aceh

Salah satu daya tarik utama tradisi maulid di Aceh adalah hidangan khasnya. Makanan yang dibawa ke meunasah ditempatkan dalam wadah khusus berbentuk tudung atau silinder, dibungkus dengan kain berwarna emas, hijau, dan merah marun, warna identik dengan budaya Aceh.

Beberapa menu khas kenduri maulid antara lain:

  • Bu Kulah: nasi tradisional aceh dibungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut.
  • Kuah Pacri: kuah bercita rasa nanas, rempah, dan cabai merah.
  • Bulukat: ketan dengan parutan kelapa, dibungkus daun pisang berbentuk limas.
  • Kuah Beulangong: gulai daging kambing atau sapi khas Aceh.
  • Gulai bebek, ayam, dan ikan.
  • Telur bebek, sayur nangka serta aneka buah-buahan.

Setelah semua hidangan terkumpul, masyarakat bersama-sama menggelar doa, zikir, salawat, dan ceramah maulid sebelum menyantap makanan. Sebagai ungkapan rasa kepedulian, hidangan istimewa juga disajikan kepada anak yatim.

Tradisi Kenduri Maulid Nabi di Aceh bukan hanya bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah islamiyah dan menjaga kearifan lokal.

Perayaan yang meriah dan penuh kekeluargaan ini menjadi salah satu ciri khas budaya Aceh yang masih lestari hingga kini.

  • Penulis: Muhammad Yusuf
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haji Aceh dan Ketakutan Kolonial terhadap Kekuatan Umat

    Haji Aceh dan Ketakutan Kolonial terhadap Kekuatan Umat

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Oleh: Tgk. Muhammad Yusuf, S.Ag, M.Pd Dosen Fisip Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Siribee.com » Sejarah sering kali mengajarkan bahwa kekuasaan kolonial tidak hanya takut pada senjata dan peperangan. Dalam banyak kasus, yang lebih ditakuti adalah tumbuhnya kesadaran kolektif suatu masyarakat. Kesadaran itu dapat lahir dari pendidikan, jaringan sosial, keyakinan agama, maupun pengalaman bersama yang […]

  • Sistem Pemilu Chechnya, Negara Federal Rusia dengan Mayoritas Penduduk Muslim

    Sistem Pemilu Chechnya, Negara Federal Rusia dengan Mayoritas Penduduk Muslim

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Chechnya menjadi salah satu wilayah yang menarik perhatian ketika membahas sistem politik Rusia. Republik yang berada di kawasan Kaukasus Utara ini dikenal sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim, tetapi secara politik dan konstitusional merupakan bagian dari Federasi Rusia. Karena itu, sistem pemilu Chechnya tidak berdiri sendiri seperti negara berdaulat. Pemilihan kepala republik, parlemen daerah, hingga […]

  • Kisah Tiga Ulama Sufi yang Dianggap Gila Karena Cintanya Terlalu Dalam kepada Tuhan

    Kisah Tiga Ulama Sufi yang Dianggap Gila Karena Cintanya Terlalu Dalam kepada Tuhan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Di setiap zaman, selalu ada jiwa yang melampaui batas nalar manusia biasa. Mereka berbicara tentang Tuhan dengan bahasa cinta, bukan logika. Bagi sebagian orang, mereka dianggap sesat, aneh, bahkan gila, padahal mungkin merekalah yang paling sadar akan kehadiran-Nya. Orang menyebutku gila ketika aku berkata: Aku adalah Tuhan! Namun di balik kalimat yang terdengar melampaui batas […]

  • Plat BL Aceh Tidak Boleh Masuk Medan? Simak Fakta & Aturan Hukum Resminya

    Plat BL Aceh Tidak Boleh Masuk Medan? Simak Fakta & Aturan Hukum Resminya

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Medan – Rombongan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sempat menghentikan sebuah truk dengan plat BL yang melintas di wilayah Provinsi tersebut. Truk tersebut diketahui menggunakan nomor polisi asal Aceh dan kemudian diminta menyesuaikan dengan kode BK, plat kendaraan resmi untuk wilayah Sumut. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video singkat yang menjadi viral di media sosial. […]

  • HUT Republik Indonesia: Sejarah, Tradisi, dan Semangat Kemerdekaan

    HUT Republik Indonesia: Sejarah, Tradisi, dan Semangat Kemerdekaan

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Bukan sekadar tanggal di kalender, 17 Agustus adalah hari ketika Indonesia lahir sebagai bangsa merdeka. Sebuah peristiwa yang setiap tahunnya mengingatkan kita pada arti kebebasan dan perjuangan. Tapi, perayaan ini bukan cuma soal upacara atau panjat pinang. Lebih dari itu, momen ini adalah waktu terbaik untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan menumbuhkan kembali semangat nasionalisme […]

  • Tahapan Rekrutmen Anggota KPU RI: Dari Timsel hingga 7 Nama Terpilih

    Tahapan Rekrutmen Anggota KPU RI: Dari Timsel hingga 7 Nama Terpilih

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Proses rekrutmen anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia berlangsung melalui sejumlah tahapan yang melibatkan Tim Seleksi (Timsel), Presiden, dan DPR. Proses tersebut dimulai dari pembentukan Timsel hingga akhirnya ditetapkan tujuh anggota KPU RI. Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, tahapan pertama dimulai ketika Presiden membentuk Timsel. Tim inilah yang bertugas melakukan […]

expand_less