Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Ketika Republik Nyaris Runtuh, Ia Berdiri: Sjafruddin yang Terlupakan

Ketika Republik Nyaris Runtuh, Ia Berdiri: Sjafruddin yang Terlupakan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • schedule 2 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Ketika berbicara tentang presiden Indonesia, nama-nama seperti Soekarno, Soeharto, hingga Joko Widodo sering kali menjadi sorotan.

Dalam krisis yang mengguncang Republik, muncul sosok pemimpin yang tak banyak dikenal: Sjafruddin Prawiranegara, sang penyelamat yang jarang disebut.

Ia adalah tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, tetapi perannya sebagai pemimpin negara sering kali terlupakan dalam narasi sejarah nasional.

Pemimpin dalam Masa Krisis

Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresi militer kedua dan berhasil menduduki Yogyakarta, ibu kota Republik Indonesia saat itu.

Disaat dua orang pemimpin tertinggi bangsa, Soekarno dan Hatta, ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Sumatera, Republik Indonesia  di ambang kehancuran.

Dalam situasi genting ini, Soekarno memberi mandat kepada Sjafruddin Prawiranegara, yang saat itu berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk membentuk pemerintahan darurat demi menjaga keberlangsungan Republik.

Maka terbentuklah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), dengan Sjafruddin sebagai Ketua PDRI, yang secara de facto bertindak sebagai Presiden Indonesia mulai 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949.

Selama masa kepemimpinannya, Sjafruddin mengoordinasikan perlawanan diplomatik dan militer terhadap Belanda serta menjaga agar kedaulatan Republik tidak hilang di mata dunia.

Kontribusi Besar, Pengakuan Kecil

Kendati masa jabatannya tak sampai setahun, peran Sjafruddin terbukti krusial alam mempertahankan eksistensi negara.

Tanpa inisiatif dan kepemimpinannya, eksistensi Indonesia sebagai negara merdeka bisa saja berakhir di tangan kolonialisme Belanda.

Namun ironisnya, perannya ini tidak banyak mendapat tempat dalam buku sejarah sekolah atau diskursus publik. Banyak generasi muda bahkan tidak mengenal namanya, apalagi jasa-jasanya.

Baru pada tahun 2011, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sjafruddin Prawiranegara sebuah penghormatan yang datang sangat terlambat.

Mengapa Terlupakan?

Ada beberapa alasan mengapa Sjafruddin jarang diakui sebagai presiden:

  1. Mandat tidak resmi secara konstitusional, meskipun berasal langsung dari Presiden Soekarno.
  2. Periode kepemimpinannya singkat dan berlangsung dalam situasi darurat.
  3. Peran politiknya setelah kemerdekaan, termasuk menjadi oposisi terhadap Soekarno, membuatnya kurang disorot dalam narasi resmi Orde Lama maupun Orde Baru.
Saatnya Mengingat

Melupakan Sjafruddin Prawiranegara berarti mengabaikan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa. Di saat Republik berada di ujung tanduk, ia berdiri tegak sebagai pemimpin yang tak gentar menghadapi tekanan dan ancaman. Ia bukan hanya seorang birokrat atau politisi, tapi seorang pejuang kemerdekaan sejati.

Sudah saatnya bangsa Indonesia memberi tempat yang layak bagi Sjafruddin Prawiranegara, Presiden yang terlupakan namun berjasa besar bagi kelangsungan Republik ini.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amsal Alfian: Jejak Sunyi Menuju Ketua Umum PB PII

    Amsal Alfian: Jejak Sunyi Menuju Ketua Umum PB PII

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » Riuh tepuk tangan itu tak sekadar menggema, ia bergetar, memantul di dinding ruang sidang, seakan membawa denyut sejarah yang baru saja ditulis. Palu diketuk. Satu ketukan yang sederhana, tetapi sarat makna. Di jantung Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada 10-15 Februari 2026, Muktamar Nasional ke-33 Pelajar Islam Indonesia (PII) menandai lahirnya babak baru. Nama itu pun […]

  • Pemulihan Ekonomi Aceh Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

    Pemulihan Ekonomi Aceh Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Yusuf
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Oleh: Nasrul Sufi Direktur Aceh Social Development (ASD) / Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Siribee.com » Pertumbuhan ekonomi biasanya disambut dengan kabar baik, angka yang naik dianggap sebagai tanda bahwa perekonomian bergerak ke arah yang lebih baik. Tetapi bagi masyarakat, terutama mereka yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, pertanyaan yang muncul sebenarnya sederhana, apa yang […]

  • Habib Bugak Al Asyi, Saudagar Legendaris dengan Wakaf Abadi untuk Jamaah Haji Aceh

    Habib Bugak Al Asyi, Saudagar Legendaris dengan Wakaf Abadi untuk Jamaah Haji Aceh

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Sayed M. Husen
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Siribee.com – Bagi jamaah haji asal Aceh, nama Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau yang lebih dikenal dengan Habib Bugak Al Asyi sudah seperti legenda hidup. Meski sosoknya nggak pernah mereka temui langsung, manfaat dari wakaf yang beliau tinggalkan masih terus mengalir hingga sekarang. Bayangin aja, pada tahun 2025 ada 4.378 jemaah haji reguler asal Aceh […]

  • Dari Uang Jajan Jadi Pahala Abadi: Wakaf Anak-Anak yang Bermakna

    Dari Uang Jajan Jadi Pahala Abadi: Wakaf Anak-Anak yang Bermakna

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Oleh: Juariah Anzib, S.Ag Penulis buku bertajuk “Wakaf di Aceh: Tradisi, Inovasi dan Keberkahan”. Siribee.com » Seribu rupiah kerap dipandang kecil dan kurang mendapat perhatian serius juga terkadang dianggap tak bernilai di mata manusia. Tapi tahukah kamu, di sisi agama, nilai seribu rupiah bisa sangat besar? Meski nominalnya kecil, jika dikumpulkan, seribu rupiah bisa jadi jutaan rupiah […]

  • Gibran Digugat di MK! Ini Tanggapan KPU

    Gibran Digugat di MK! Ini Tanggapan KPU

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Siribee.com » Jakarta – Gugatan yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wakil Presiden pada Pemilu 2024 mendapat tanggapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. KPU menilai permohonan tersebut memiliki sejumlah persoalan, baik dari sisi waktu pengajuan, kedudukan hukum pemohon, kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK), maupun substansi dokumen persyaratan pendidikan. Dalam sidang pemeriksaan perkara Nomor […]

  • Mengenal Pergantian Antarwaktu: Bagaimana Kursi Legislatif yang Kosong Diisi?

    Mengenal Pergantian Antarwaktu: Bagaimana Kursi Legislatif yang Kosong Diisi?

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Siribee.com » Ketika seorang anggota DPR berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, pertanyaan yang sering muncul adalah siapa yang akan menggantikannya dan bagaimana prosesnya? Pertanyaan yang sama juga dapat muncul di tingkat daerah ketika anggota DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota berhenti di tengah masa jabatan. Bagi masyarakat, pergantian tersebut mungkin terlihat sederhana, ada satu kursi yang […]

expand_less