Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » 80 Tahun Merdeka, Bocah Gowa Masih Harus Mengais Sisa Snack Pejabat

80 Tahun Merdeka, Bocah Gowa Masih Harus Mengais Sisa Snack Pejabat

  • account_circle Nuzul Fahmi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • schedule 3 menit baca
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siribee.com » Gelaran upacara HUT ke-80 RI di Lapangan Sultan Hasanuddin, Gowa, Sulawesi Selatan, idealnya menghadirkan suasana hangat, penuh energi, dan kebahagiaan bagi masyarakat.

Namun, dibalik euforia kemerdekaan, publik dibuat tercengang oleh video yang beredar luas. Dua anak kecil, Syamsul (7) dan Muhammad Aidil (7), tampak mengumpulkan kotak snack yang berserakan setelah ditinggalkan pejabat.

Adegan sederhana itu mendadak jadi sorotan nasional menyentuh hati, sekaligus menyayat rasa keadilan sosial.

Dalam video, terlihat kotak snack berwarna putih berserakan di kursi tamu undangan. Syamsul dan Aidil dengan cekatan mengambil makanan yang tersisa, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik lusuh.

Gambar itu seolah menyandingkan dua dunia berbeda, kemewahan pejabat dengan keterbatasan rakyat kecil.

Hari ulang tahun bangsa seharusnya melambangkan kebersamaan dan semangat kemerdekaan. Namun, apa yang terjadi di Gowa justru memperlihatkan wajah lain, anak-anak kecil yang harus mengandalkan sisa perayaan untuk sekadar mengisi perut.

Sebuah kenyataan yang menampar klaim bahwa semua rakyat sudah benar-benar merdeka.

Dua anak kecil yang wajahnya kini ramai diperbincangkan, Syamsul dan Aidil, berasal dari sebuah sudut di Kecamatan Somba Opu, Gowa.

Keduanya baru berusia tujuh tahun. Apa yang mereka lakukan bukanlah mencari sensasi, melainkan cara polos untuk mendapatkan makanan yang bisa dibawa pulang.

Di balik tawa kecil mereka, tersimpan cerita tentang keluarga yang masih bergelut dengan kebutuhan dasar.

Media sosial sontak dipenuhi komentar bernada getir sekaligus penuh empati. Banyak warganet menilai peristiwa itu sebagai bukti nyata bahwa kesenjangan masih menganga:

“Ambil saja nak, itu masih rezekimu. Yang tak pantas justru mereka yang membuangnya.”

“Delapan puluh tahun merdeka, tapi anak-anak kita masih harus memungut sisa. Ironis.”

Respons publik ini memperlihatkan betapa tajamnya rasa kecewa terhadap pengelolaan negara yang belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan.

Di tengah ramainya kritik, Kapolres Gowa, AKBP Muh Aldy Sulaiman, turun langsung menemui keluarga Syamsul dan Aidil. Tindakannya dianggap sebagai bentuk empati, sekaligus isyarat bahwa aparat tidak menutup mata terhadap kenyataan di lapangan.

Meski begitu, banyak pihak menilai langkah ini baru sebatas respons sesaat, belum menyentuh akar masalah.

Video tersebut kini menjadi simbol krisis yang lebih luas: kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan sosial. Di saat bangsa merayakan kemerdekaan dengan penuh kebanggaan, ada rakyat kecil yang masih berjuang sekadar untuk makan dari sisa pesta.

Pertanyaannya, sudahkah kemerdekaan benar-benar milik semua orang?

Kisah Syamsul dan Aidil seharusnya menjadi panggilan hati bagi pemerintah dan masyarakat.

Kemerdekaan sejatinya tak boleh dibatasi pada seremoni dan tanda-tanda formal semata. Ia harus diwujudkan dalam bentuk nyata: akses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar yang merata bagi seluruh rakyat.

Hakikatnya, arti kemerdekaan tidak hanya diukur dari berakhirnya penjajahan, tetapi dari bagaimana rakyat terbebas dari kelaparan, kemiskinan, dan ketidakadilan di negri sendiri.

  • Penulis: Nuzul Fahmi
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sistem Pemilu Chechnya, Negara Federal Rusia dengan Mayoritas Penduduk Muslim

    Sistem Pemilu Chechnya, Negara Federal Rusia dengan Mayoritas Penduduk Muslim

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Chechnya menjadi salah satu wilayah yang menarik perhatian ketika membahas sistem politik Rusia. Republik yang berada di kawasan Kaukasus Utara ini dikenal sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim, tetapi secara politik dan konstitusional merupakan bagian dari Federasi Rusia. Karena itu, sistem pemilu Chechnya tidak berdiri sendiri seperti negara berdaulat. Pemilihan kepala republik, parlemen daerah, hingga […]

  • PDPB Triwulan II, KIP Banda Aceh Tetapkan 181.172 Pemilih, Pembaruan Data Terus Berlanjut

    PDPB Triwulan II, KIP Banda Aceh Tetapkan 181.172 Pemilih, Pembaruan Data Terus Berlanjut

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Nuzul Fahmi
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Siribee.com » Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh menetapkan hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 dengan jumlah pemilih sebanyak 181.172 orang, terdiri atas 86.883 pemilih laki-laki dan 94.289 pemilih perempuan. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat pleno rekapitulasi PDPB yang berlangsung pada Rabu (1/7). Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KIP […]

  • Jejak Partai Pemenang Pemilu 1955–2024 dan Perolehan Suaranya

    Jejak Partai Pemenang Pemilu 1955–2024 dan Perolehan Suaranya

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Siribee.com » Peta kekuatan politik Indonesia tidak pernah benar-benar tetap. Dari Pemilu 1955 hingga Pemilu 2024, partai yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota DPR RI silih berganti mengikuti perubahan zaman, sistem politik dan dinamika masyarakat. Jika perjalanan tersebut ditarik hampir tujuh dekade, ada beberapa nama yang menonjol. Partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi peraih suara […]

  • Bagaimana DPT Disusun?

    Bagaimana DPT Disusun?

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Siribee.com » DPT Pemilu 2029 tidak disusun secara tiba-tiba menjelang hari pemungutan suara. Di balik daftar pemilih yang nantinya digunakan di tempat pemungutan suara, ada proses panjang untuk memperbarui, memeriksa dan memelihara data pemilih. Bagi masyarakat, istilah Daftar Pemilih Tetap atau DPT mungkin terdengar sederhana. Namun, menyusun daftar yang memuat jutaan warga negara yang memiliki […]

  • Mendorong Pemilih ke TPS, Apa Strategi Partai Politik?

    Mendorong Pemilih ke TPS, Apa Strategi Partai Politik?

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Yusri Razali
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Siribee.com » Pemilu tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memperoleh suara terbanyak, ada persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni seberapa banyak warga menggunakan hak pilihnya. Demokrasi membutuhkan kehadiran warga, bukan sekadar kompetisi antar peserta pemilu. Pada Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat partisipasi pemilih sebesar 81,78 persen untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. […]

  • Daftar Alamat KPU se-Indonesia Lengkap, dari KPU RI hingga Provinsi

    Daftar Alamat KPU se-Indonesia Lengkap, dari KPU RI hingga Provinsi

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Siribee.com » Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan lembaga penyelenggara pemilu yang bertugas memastikan seluruh tahapan pemilihan umum berlangsung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Keberadaan kantor KPU di tingkat nasional dan provinsi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan serta pelayanan kepemiluan kepada masyarakat. Bagi masyarakat, peserta pemilu, maupun pihak yang membutuhkan informasi terkait penyelenggaraan pemilu, mengetahui alamat […]

expand_less